Debit Waduk Manggar Turun, PTMB Siapkan Embung Wain untuk Jaga Air Balikpapan

Ahla Najwa • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 19:00 WIB
Dirut PTMB Yudhi Saharuddin menyiapkan IPA mobile untuk memaksimalkan Embung Wain menghadapi penurunan debit Waduk Manggar (DOK. DINA/KP)
Dirut PTMB Yudhi Saharuddin menyiapkan IPA mobile untuk memaksimalkan Embung Wain menghadapi penurunan debit Waduk Manggar (DOK. DINA/KP)

Durasi Baca: 4 menit

Ikhtisar: PTMB menyiapkan Embung Wain sebagai sumber tambahan setelah debit Waduk Manggar turun memasuki musim kemarau.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! PTMB Balikpapan menyiapkan pemanfaatan Embung Wain setelah debit Waduk Manggar turun, sebagai langkah menjaga pasokan air bersih warga.

Musim kemarau mulai memberi tekanan pada sumber air baku Balikpapan. PTMB kini mengatur produksi sekaligus menyiapkan skenario cadangan agar distribusi kepada pelanggan tetap berjalan.

Waduk Manggar Mulai Mengalami Penurunan Debit

Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) menyebut kondisi produksi air bersih masih berjalan normal. Namun, perusahaan mulai melakukan pengendalian produksi sebagai langkah antisipasi.

Direktur Utama PTMB Yudhi Saharuddin mengatakan defisit air sudah terjadi, tetapi penurunan debit masih berada dalam batas yang dianggap wajar.

"Saat ini sudah terjadi defisit air, tetapi penurunan debit masih berada dalam batas wajar," ungkap Yudhi Saharuddin.

Dalam kondisi normal, ketinggian air Waduk Manggar berada di atas 10 meter. Pantauan PTMB pada Senin (10/8/2026) menunjukkan level air turun hingga sekitar 9 meter.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena Waduk Manggar merupakan salah satu tumpuan utama sistem air baku Kota Balikpapan.

BWS Kalimantan IV juga menyebut Bendungan Manggar dan Bendungan Teritip sebagai dua infrastruktur penting dalam penyediaan air baku Balikpapan. Data BWS mencatat Manggar menyuplai sekitar 1.100 liter per detik, sedangkan Teritip menyediakan hingga 250 liter per detik.

Baca Juga: Sebaru Fun Run 2026 Balikpapan Ludes 600 Tiket, Rute 5K Siap Digelar Agustus

Mengapa Embung Wain Disiapkan PTMB?

Penurunan debit membuat PTMB perlu menyiapkan sumber alternatif sebelum kondisi air baku memasuki level yang lebih rendah.

Salah satu opsi yang disiapkan adalah pemanfaatan air dari Embung Wain. PTMB berencana mengajukan izin operasional penggunaan air tersebut kepada BWS Kalimantan IV.

Rencana itu akan dibahas dalam rapat koordinasi PTMB bersama BWS Kalimantan IV pada Selasa (11/8/2026).

Pertemuan tersebut akan membahas analisis pemakaian air sekaligus koordinasi terkait pemanfaatan air baku karena BWS memiliki kewenangan dalam perizinannya.

Langkah tersebut sejalan dengan kebutuhan pengelolaan sumber daya air secara hati-hati ketika memasuki periode kemarau. Kementerian PU juga menempatkan optimalisasi tampungan dan pemanfaatan sumber air alternatif sebagai bagian dari strategi menghadapi kemarau 2026.

Target Produksi Air Bersih Dijaga 1.050 Liter per Detik

PTMB menyebut kapasitas produksi ideal dari Waduk Manggar dapat mencapai 1.150 liter per detik.

Namun, menghadapi penurunan debit, perusahaan menargetkan produksi berada di sekitar 1.050 liter per detik. Artinya, terdapat penyesuaian sekitar 100 liter per detik dari kapasitas ideal yang disebutkan PTMB.

Pengaturan produksi tersebut menjadi salah satu cara menjaga umur tampungan air sekaligus menghindari pengambilan air secara berlebihan ketika pasokan dari hujan menurun.

Situasi Balikpapan juga menunjukkan pentingnya sumber air tambahan. Infrastruktur Bendungan Teritip memang disiapkan untuk memperkuat pasokan air baku kota, terutama ketika ketersediaan dari Waduk Manggar berkurang saat kemarau.

IPA Mobile Disiapkan untuk Embung Wain

PTMB tidak hanya mengandalkan izin pemanfaatan air Embung Wain. Perusahaan juga menyiapkan instalasi pengolahan air (IPA) mobile untuk mendukung produksi.

Yudhi mengatakan perangkat tersebut disiapkan agar air dari Embung Wain dapat dimaksimalkan apabila skenario pemanfaatannya memperoleh persetujuan.

"Kami menyiapkan instalasi pengolahan air (IPA) mobile untuk memaksimalkan produksi di Embung Wain," imbuh Yudhi.

Skema ini diharapkan dapat menutup sebagian selisih produksi akibat penurunan debit Waduk Manggar.

Dengan begitu, tekanan terhadap sumber utama dapat dikendalikan sembari PTMB memantau perkembangan kondisi air baku selama musim kemarau.

Dua Waduk Jadi Penopang Utama Balikpapan

Waduk Manggar dan Bendungan Teritip memiliki peran penting dalam sistem penyediaan air baku Balikpapan.

BWS Kalimantan IV menyebut kedua bendungan tersebut bukan hanya menopang kebutuhan air bersih, tetapi juga memiliki fungsi lain, termasuk pengendalian banjir dan cadangan pada musim kemarau.

Bendungan Teritip sendiri dibangun dengan tujuan memperkuat pasokan air baku Balikpapan. Kementerian PU sebelumnya mencatat bendungan tersebut mampu memberikan tambahan pasokan hingga 250 liter per detik.

Artinya, pengelolaan seluruh sumber air perlu dilakukan secara terintegrasi agar kebutuhan masyarakat dapat dilayani dalam kondisi cuaca yang berubah.

Baca Juga: Gedung Baru DPRD Balikpapan Mulai Dipakai, Ruang Kerja Dewan Kini Lebih Representatif

Layanan Pelanggan Diupayakan Tanpa Penggiliran Air

PTMB berharap skenario pemanfaatan Embung Wain dapat berjalan efektif sehingga pelayanan kepada pelanggan tidak terganggu.

Perusahaan juga menyiapkan opsi distribusi tambahan menggunakan armada tangki air apabila kondisi pasokan membutuhkan dukungan lebih lanjut.

Yudhi berharap penurunan debit Waduk Manggar tidak berkembang hingga mencapai kondisi yang parah.

"Harapannya penurunan debit tidak sampai masuk ke level yang parah," jelas Yudhi.

Bagi masyarakat, langkah ini menunjukkan bahwa pengelolaan air baku perlu dilakukan sejak penurunan debit masih terkendali. Menunggu kondisi kritis justru dapat mempersempit pilihan penanganan.

Poin Penting:

Insight Redaksi

Penurunan muka air Manggar mengingatkan bahwa ketahanan air Balikpapan kada cukup mengandalkan satu tampungan. Embung Wain bisa menjadi bantalan penting saat kemarau, tetapi pengelolaannya mesti terukur. Yang paling penting, keputusan produksi harus mengikuti kondisi tampungan, kebutuhan pelanggan, dan izin sumber daya air. Jadi, warga jangan menunggu krisis baru berhemat.

Penggunaan air rumah tangga secara bijak sejak sekarang dapat membantu PTMB mengendalikan tekanan pasokan selama debit sumber baku menurun.

Bagikan informasi ini ke kawalan ikam supaya makin banyak warga memahami kondisi air baku Balikpapan dan langkah antisipasinya.

Musim kemarau belum selesai, dan setiap tetes air makin bernilai bagi Balikpapan. Ikuti perkembangan informasinya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Berapa ketinggian Waduk Manggar saat dipantau PTMB?

Pantauan PTMB pada Senin (10/8/2026) menunjukkan ketinggian air sekitar 9 meter.

2. Apakah produksi air bersih Balikpapan sudah terganggu?

PTMB menyatakan produksi masih berjalan normal, meski pengendalian produksi mulai disiapkan sebagai antisipasi.

3. Mengapa PTMB memilih Embung Wain?

Embung Wain disiapkan sebagai sumber alternatif untuk membantu menutup selisih produksi ketika debit Waduk Manggar menurun.

4. Apa yang disiapkan PTMB di Embung Wain?

PTMB menyiapkan instalasi pengolahan air mobile untuk mendukung produksi apabila pemanfaatan air Embung Wain memperoleh izin.

5. Apakah pelanggan akan mengalami penggiliran air?

PTMB berharap distribusi tetap berjalan tanpa penggiliran. Armada tangki juga disiapkan sebagai dukungan tambahan jika diperlukan.

Sumber Informasi

Media Kaltimpost, dengan judul “Debit Waduk Manggar Turun, PTMB Balikpapan Ajukan Izin Ambil Air Embung Wain”, oleh Dina Angelina. Di-update kembali dengan angle dan style Balikpapantv.id. Informasi pendukung mengenai kapasitas sumber air baku dan pengelolaan sumber daya air diverifikasi melalui BWS Kalimantan IV dan Kementerian PU.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Embung Wain debit Waduk Manggar PTMB Balikpapan