Lomba 17 Agustus ASTU ’87 Balikpapan, Cerita Sahabat Lama yang Tetap Kompak di Usia 60 Tahun

Arya Kusuma • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 09:21 WIB
Alumni ASTU ’87 SMEA Negeri 1 Balikpapan mengenakan pakaian merah putih saat mengikuti lomba 17 Agustus dalam agenda silaturahmi.( NURON SETYA WIJAYA/KP)
Alumni ASTU ’87 SMEA Negeri 1 Balikpapan mengenakan pakaian merah putih saat mengikuti lomba 17 Agustus dalam agenda silaturahmi.( NURON SETYA WIJAYA/KP)

Durasi Baca: 6 menit

Ikhtisar: ASTU ’87 Balikpapan mengisi momentum kemerdekaan dengan lomba sederhana dan silaturahmi lintas daerah.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Alumni SMEA Negeri 1 Balikpapan angkatan 1987 kembali berkumpul lewat lomba 17 Agustus, menjaga pertemanan yang sudah terjalin puluhan tahun.

Usia boleh bertambah, tetapi keseruan bersama sahabat lama rupanya tetap punya tempat. Begini cara ASTU ’87 (Alumni SMEA Negeri 1 Balikpapan tahun 1987) merawat kebersamaan.

Mengapa Lomba 17 Agustus Jadi Pilihan ASTU ’87?

Menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, pertemuan rutin ASTU ’87 di Balikpapan dibuat berbeda dengan berbagai perlombaan sederhana.

Kelompok ini merupakan alumni SMEA Negeri 1 Balikpapan tahun 1987. Anggota yang hadir rata-rata berusia 58 hingga 60 tahun.

Mereka mengenakan pakaian bernuansa merah putih. Suasana pertemuan pun berubah menjadi arena permainan yang penuh tawa dan dukungan antarteman.

Bagi para alumni, lomba menjadi bagian dari agenda silaturahmi bulanan. Permainan hanya menjadi cara untuk membuat pertemuan Agustus terasa semakin semarak.

ASTU ’87 Dibangun dari Pertemanan Sejak Masa Sekolah

Ketua ASTU ’87, Muhammad Khusnan, mengatakan perkumpulan tersebut sejak awal dibuat untuk menjaga komunikasi antarsahabat.

“Kegiatan kita ini murni silaturahmi, rutin bulanan, yang kebetulan Agustus kita selingi dengan kegiatan sederhana, tetapi ada semangatnya,” ujar Khusnan.

Para alumni menjalani kehidupan masing-masing setelah lulus pada 1987. Pekerjaan, keluarga, dan aktivitas berbeda tidak menghapus hubungan yang sudah terbentuk sejak sekolah.

Pertemuan kemudian menjadi ruang untuk bernostalgia sekaligus menjaga komunikasi. Lokasinya pun berpindah sesuai kebutuhan anggota.

Baca Juga: Dishub Balikpapan Siapkan Feeder, Truk Besar Bakal Transit di Kariangau

Enam Lomba Individu Menghidupkan Suasana Pertemuan

Untuk kategori individu, ASTU ’87 menyiapkan sejumlah permainan yang menggunakan perlengkapan sederhana.

Daftar perlombaan individu:

  1. Tusuk jarum
  2. Memancing pensil dalam botol
  3. Sangkar burung
  4. Minum Yakult
  5. Estafet kardus
  6. Sambung kata

Permainan tersebut menuntut ketangkasan peserta. Beberapa tantangan juga membutuhkan konsentrasi dan kemampuan menjaga koordinasi gerak.

Kesederhanaan perlombaan justru membuat suasana terasa dekat dengan tradisi permainan 17 Agustus. Peserta dapat saling menyemangati tanpa harus membawa suasana kompetisi secara serius.

Permainan Kelompok Membuat Alumni Saling Kompak

Selain kategori individu, terdapat empat perlombaan kelompok yang mengandalkan kerja sama.

Permainannya terdiri dari makan pisang, joget sedotan, estafet hanger, serta estafet gelas sedotan.

Dalam permainan kelompok, peserta harus bekerja sama menyelesaikan tantangan. Tawa pun muncul ketika strategi yang dirancang menghadapi situasi tak terduga.

Menurut Khusnan, kesempatan berkumpul menjadi hiburan tersendiri bagi para anggota yang usianya sudah tidak muda lagi.

“Orang-orang tua ini kan kapan lagi kita kumpul-kumpul. Mereka bisa tertawa lepas, bisa happy lepas. Saya hanya memfasilitasi supaya mereka bisa happy,” katanya.

Dari Balikpapan hingga Samarinda, Pertemuan Terus Berjalan

Kebersamaan ASTU ’87 juga melibatkan alumni dari sejumlah daerah sekitar Balikpapan.

Sebagian anggota datang dari Samarinda, Tenggarong, hingga Samboja untuk mengikuti pertemuan. Jumlah peserta dapat berubah karena kesibukan masing-masing.

Lokasi kegiatan pun berpindah-pindah. Pantai Lamaru, Pantai Manggar, ruang terbuka di Balikpapan, Samboja, hingga Samarinda pernah menjadi tempat berkumpul.

Pola tersebut membuat agenda silaturahmi lebih fleksibel. Yang menjadi perhatian utama bukan lokasi, melainkan kesempatan bertemu.

Baca Juga: Solar Subsidi di SPBU KM 15 Balikpapan Diantre hingga Dua Hari, Ini Keluhannya

Status Sosial Bukan Pembeda di ASTU ’87

Khusnan juga menekankan prinsip kesetaraan dalam perkumpulan. Latar belakang pekerjaan, kondisi ekonomi, dan kehidupan keluarga setiap anggota dipandang sebagai bagian dari kehidupan masing-masing.

“Kita tidak pernah membahas, membedakan atau mempermasalahkan status sosial. Itu sangat saya larang,” tegasnya.

Prinsip itu juga berlaku bagi anggota baru. Mereka terbuka menerima anggota baru dengan harapan setiap orang memahami dasar perkumpulan sebagai ruang pertemanan dan kebersamaan.

Khusnan mengajak para alumni melihat kembali hubungan mereka seperti ketika masih menjadi pelajar. Saat itu, pertemanan terbentuk tanpa mempertimbangkan status sosial.

“Apapun status sosial kita, anggap saja kita dulu masih sekolah. Kalau kita sekolah, kita sama semua,” ujarnya.

Poin Penting

Insight Redaksi

ASTU ’87 menunjukkan bahwa tradisi 17 Agustus punya makna sosial yang kuat. Lomba sederhana justru mempertemukan kembali sahabat lama lintas daerah. Di usia matang, waktu berkumpul menjadi sesuatu yang berharga. Ini contoh kebersamaan yang membumi di Balikpapan. Kada perlu mewah, yang penting kumpul.

Bubuhan alumni seperti ASTU ’87 bisa menjaga pertemuan tetap sederhana, fleksibel, dan berfokus pada hubungan antarsahabat.

Bagikan artikel ini ke kawalan ikam, siapa tahu ada sahabat lama yang jadi kangen kumpul lagi.

Semangat kemerdekaan bisa dimulai dari hal sederhana: bertemu, tertawa, dan menjaga pertemanan. Selalu update info hanya di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Siapa anggota ASTU ’87?

ASTU ’87 merupakan alumni SMEA Negeri 1 Balikpapan tahun 1987 yang menjaga hubungan pertemanan melalui pertemuan rutin.

2. Berapa usia rata-rata peserta kegiatan?

Peserta yang hadir rata-rata berusia 58 hingga 60 tahun.

3. Apa saja lomba yang dimainkan?

Lombanya antara lain tusuk jarum, estafet kardus, makan pisang, joget sedotan, estafet hanger, dan estafet gelas sedotan.

4. Dari mana saja anggota ASTU ’87 datang?

Anggota datang dari Balikpapan serta sejumlah wilayah seperti Samarinda, Tenggarong, dan Samboja.

5. Apa prinsip utama dalam perkumpulan tersebut?

ASTU ’87 menempatkan pertemanan dan kebersamaan sebagai dasar, tanpa membedakan status sosial anggota.

Sumber Informasi: Media Kaltim Post, dengan judul "Semangat 17-an Menggema, Alumni SMEA 1 Balikpapan Kembali Kompak dalam Beragam Lomba; Penulis Nuron Setya Wijayabahan, diolah kembali dengan angle serta style Balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

 

Editor : Arya Kusuma
ASTU ’87 Balikpapan alumni SMEA Negeri 1 Balikpapan HUT ke-81 RI Lomba 17 Agustus Balikpapan