34 Koperasi Merah Putih Balikpapan Cetak Omzet Rp1,6 Miliar, Disiapkan Pasok MBG

Arya Kusuma • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 13:29 WIB
Kepala DKUMKMP Balikpapan Heruressandy Setia Kusuma, Koperasi Kelurahan Merah Putih di Balikpapan mengembangkan distribusi kebutuhan pokok dan komoditas lokal.
Kepala DKUMKMP Balikpapan Heruressandy Setia Kusuma, Koperasi Kelurahan Merah Putih di Balikpapan mengembangkan distribusi kebutuhan pokok dan komoditas lokal.(ANGGI PRADITHA/KP)

Durasi Baca: 5 menit

Ikhtisar: 34 KKMP Balikpapan mencatat omzet miliaran rupiah dan disiapkan memperkuat pasokan pangan MBG.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Sebanyak 34 Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Balikpapan mencatat omzet Rp1,6 miliar sepanjang Januari-April 2026, memperkuat peran koperasi dalam rantai pasok pangan.

Capaian ini menjadi sinyal bahwa koperasi kelurahan mulai bergerak sebagai unit usaha warga. Kini, Pemkot Balikpapan mengarahkan potensinya untuk mendukung kebutuhan bahan pangan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Bagaimana perkembangan usaha 34 KKMP Balikpapan?

Sebanyak 34 KKMP telah terbentuk di seluruh kelurahan Balikpapan. Setiap kelurahan memiliki satu koperasi dengan anggota dan pengurus yang berasal dari wilayah setempat.

Data terbaru yang disampaikan DKUMKMP menunjukkan aktivitas usaha mulai memberikan hasil. Total omzet seluruh KKMP selama Januari hingga April 2026 mencapai Rp1,6 miliar.

Namun, perkembangan tersebut belum sepenuhnya ditopang fasilitas fisik yang seragam. Dari 34 koperasi, baru 11 yang memiliki gerai permanen.

Sebanyak 23 koperasi lainnya masih memanfaatkan fasilitas yang tersedia, termasuk kantor kelurahan, kantor LPM, hingga rumah pengurus untuk menjalankan kegiatan administrasi dan usaha.

Manggar dan Graha Indah menjadi penggerak omzet

Perbedaan skala usaha terlihat dari sejumlah KKMP yang telah mengembangkan komoditas lokal. KKMP Manggar dan KKMP Graha Indah disebut menjadi dua wilayah dengan kontribusi pendapatan terbesar.

KKMP Manggar mengembangkan perdagangan ikan hasil warga lokal. Sementara itu, KKMP Graha Indah mengakomodasi hasil produksi telur lokal sebagai bagian dari aktivitas ekonominya.

Kepala DKUMKMP Balikpapan, Heruressandy Setia Kusuma, mengatakan, “Seperti KKMP Manggar, omzetnya sudah mencapai Rp500 juta per bulan dari usaha penjualan ikan warga lokal. Sementara KKMP Graha Indah berhasil mengakomodasi hasil panen telur lokal.”

Model tersebut menunjukkan bahwa KKMP tidak harus bergantung pada satu jenis usaha. Potensi ekonomi setiap kelurahan dapat menjadi basis komoditas yang dikembangkan koperasi.

Baca Juga: Angin Kencang di Kaltim Hambat Hujan, BMKG Ingatkan Risiko Karhutla dan Gelombang Laut

Mengapa sembako masih menjadi fokus utama?

Sejak mulai digulirkan pada 2025, sebagian besar kegiatan usaha KKMP Balikpapan diarahkan pada perdagangan bahan pokok penting atau bapokting.

Pilihan ini berkaitan langsung dengan kebutuhan harian masyarakat. Koperasi juga membangun kemitraan untuk memperoleh pasokan dan memperkuat distribusi komoditas.

Di Balikpapan, kerja sama dilakukan dengan sejumlah BUMN dan BUMD, termasuk Bulog, ID Food, Pertamina Patra Niaga, serta Perumda Manuntung Sukses.

Sebelumnya, DKUMKMP juga menjelaskan bahwa KKMP diarahkan bermitra dengan BUMN sesuai bidang usahanya, termasuk Bulog untuk sembako dan Pertamina Patra Niaga untuk kebutuhan LPG.

Pola kemitraan ini penting karena koperasi tidak harus membangun seluruh rantai pasok sendiri. Hubungan dengan pemasok dapat membantu menjaga ketersediaan barang sekaligus memperluas pilihan usaha.

KKMP disiapkan memasok kebutuhan dapur MBG

Peran KKMP kini diarahkan lebih jauh. Pemkot Balikpapan melakukan pendataan untuk melihat kesiapan koperasi menjadi pemasok bahan pangan bagi dapur program Makan Bergizi Gratis.

Skema tersebut ditujukan agar kebutuhan dapur MBG dapat diperoleh dari pemasok koperasi, sehingga stok yang beredar untuk masyarakat umum tetap terjaga.

Heruressandy menjelaskan, “Jadi pasokan untuk dapur MBG tidak mengambil stok pasar untuk masyarakat umum, melainkan diambil dari supplier khusus yaitu Koperasi Kelurahan Merah Putih.”

Rencana ini membuat fungsi koperasi tidak hanya berhenti pada perdagangan di tingkat kelurahan. KKMP berpotensi menjadi bagian dari sistem distribusi pangan yang melibatkan kebutuhan masyarakat sekaligus program pemerintah.

Secara nasional, koperasi Merah Putih juga diarahkan menjadi penggerak ekonomi kerakyatan dan memperluas pasar bagi pelaku usaha lokal.

Baca Juga: KONI Balikpapan Tolak Penghapusan Cabor di Porprov VIII 2026, Usulkan Nomor Pertandingan Dikurangi

Berapa gerai KKMP yang sudah tersedia?

Dari 34 KKMP di Balikpapan, saat ini terdapat 11 gerai fisik yang telah dibangun. Sebanyak 10 gerai berdiri di atas lahan milik Pemkot Balikpapan.

Satu gerai lainnya memanfaatkan lahan kerja sama milik Otoritas Bandara Wilayah VII. Pemkot juga menjajaki pembangunan 11 gerai tambahan.

Sejumlah lahan potensial sedang diprospek, termasuk aset yang berkaitan dengan Pertamina, Kementerian Keuangan, dan Radar Lanud.

Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan infrastruktur masih menjadi pekerjaan penting. Pemkot sebelumnya juga menetapkan kebutuhan lahan ideal sekitar 1.000 meter persegi untuk pengembangan KMP, dengan luas minimal sekitar 600 meter persegi.

Meski fasilitas belum merata, aktivitas usaha diminta tetap berjalan. DKUMKMP menegaskan koperasi yang belum memiliki gerai permanen tetap dapat menjalankan kegiatan melalui fasilitas yang tersedia.

Poin Penting

Insight Redaksi

Koperasi bukan sekadar gerai sembako

Omzet Rp1,6 miliar menunjukkan aktivitas ekonomi sudah mulai terbentuk. Tantangannya sekarang bukan sekadar memperbanyak gerai, tetapi memastikan koperasi punya pasar, pasokan, manajemen, dan komoditas lokal yang kuat. Kalau KKMP bisa menghubungkan hasil warga dengan kebutuhan MBG, dampaknya bisa terasa sampai tingkat kelurahan. Ini yang menarik, Ces.

Penguatan data pemasok, kapasitas produksi, dan kualitas distribusi perlu dikejar bersamaan. Jangan sampai gerainya ada, tapi barangnya kadada.

Bagikan jua informasi ini ke kawalan ikam supaya makin banyak yang paham peran KKMP dalam ekonomi Balikpapan.

Ikuti terus perkembangan ekonomi warga dan kebijakan daerah hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Berapa jumlah KKMP di Balikpapan?

Ada 34 KKMP yang tersebar di seluruh kelurahan, dengan satu koperasi untuk setiap kelurahan.

2. Berapa omzet seluruh KKMP pada Januari-April 2026?

Total omzet yang dicatat mencapai Rp1,6 miliar.

3. KKMP mana yang mencatat kontribusi omzet terbesar?

KKMP Manggar dan KKMP Graha Indah disebut menjadi dua wilayah dengan pendapatan terbesar.

4. Apa fokus usaha KKMP Balikpapan?

Sebagian besar bergerak pada distribusi kebutuhan pokok penting atau bapokting, dengan pengembangan komoditas lokal sesuai potensi wilayah.

5. Apa peran KKMP dalam program MBG?

Pemkot Balikpapan menyiapkan KKMP sebagai pemasok khusus kebutuhan bahan pangan untuk dapur MBG agar pasokan pasar masyarakat umum tetap terjaga.

Sumber Informasi: Media Kaltim Post, dengan judul “Cetak Omzet Rp1,6 Miliar, 34 Koperasi Merah Putih Balikpapan Disiapkan Jadi Pemasok Program Makan Be...”, oleh Dina Angelina. Di-update kembali dengan angle dan style Balikpapantv.id.

Editor : Arya Kusuma
Koperasi Kelurahan Merah Putih Balikpapan KKMP Balikpapan Heruressandy Setia Kusuma DKUMKMP Balikpapan