Aliifah Khansaa Dewi Jadi Delegasi Indonesia di MTQ Internasional Raja Abdul Aziz ke-46 Arab Saudi

Wiji Winarko • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 15:01 WIB
Santriwati Balikpapan Aliifah Khansaa Dewi Lolos Menjadi Delegasi Indonesia di MTQ Dunia
Santriwati Balikpapan Aliifah Khansaa Dewi Lolos Menjadi Delegasi Indonesia di MTQ Dunia

Durasi Baca: 3 Menit

Santriwati Balikpapan Terpilih Mewakili Indonesia pada MTQ Internasional di Arab Saudi

Ikhtisar: Santriwati Ma'had Daarussalaam Borneo Paradiso Balikpapan dipercaya mewakili Indonesia pada MTQ Internasional Raja Abdul Aziz ke-46 di Arab Saudi setelah meraih prestasi nasional.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Prestasi membanggakan kembali datang dari Kalimantan Timur. Aliifah Khansaa Dewi, santriwati Ma'had Daarussalaam Borneo Paradiso Balikpapan, resmi terpilih menjadi Delegasi Indonesia untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Internasional Raja Abdul Aziz ke-46 di Makkah Al-Mukarramah, Arab Saudi, pada 6 hingga 19 Agustus 2026.

Kepercayaan ini menjadi pencapaian penting, tidak hanya bagi Khansaa dan keluarga, tetapi juga bagi dunia pendidikan Islam di Balikpapan serta Kalimantan Timur. Simak perjalanan prestasinya hingga dipercaya membawa nama Indonesia di panggung internasional, Ces!

Bagaimana perjalanan Aliifah Khansaa Dewi hingga menjadi delegasi Indonesia?

Aliifah Khansaa Dewi merupakan gadis kelahiran Samarinda, 27 Mei 2010. Ia adalah putri tunggal pasangan Eko Primiandono dan Suswanti.

Sebelum dipercaya tampil di tingkat internasional, Khansaa lebih dahulu mencatatkan prestasi nasional dengan meraih Juara 1 Seleksi Tilawatil Qur'an dan Hadits (STQH) Tingkat Nasional pada Cabang Tahfidz 30 Juz Putri.

Prestasi tersebut menjadi salah satu dasar penunjukan dirinya sebagai peserta Indonesia pada Cabang Tahfidz 30 Juz Putri dalam MTQ Internasional Raja Abdul Aziz ke-46.

Baca Juga: Balikpapan Ubah Taman Kota Jadi Ruang Literasi Anak, Cara Baru Kurangi Ketergantungan Gadget

Apa yang mengantarkan Khansaa hingga ke panggung dunia?

Keberhasilan Khansaa disebut lahir dari proses panjang yang dijalani dengan disiplin tinggi, ketekunan, dan kecintaannya terhadap Al-Qur'an sejak usia dini.

Perjalanan tersebut juga mendapat dukungan penuh dari kedua orang tuanya, serta pembinaan intensif dari para asatidz di Ma'had Daarussalaam Borneo Paradiso Balikpapan.

Pengasuh Ma'had Daarussalaam Borneo Paradiso, Ustaz Chandra Azhari MPd, mengatakan kemampuan Khansaa memang telah terlihat sejak menjalani pendidikan di pesantren.

"Selama ini Khansaa memang dikenal sebagai santriwati yang cerdas dan kuat hafalannya," ungkap Pengasuh Ma'had Daarussalaam Borneo Paradiso Ustaz Chandra Azhari MPd.

Saat ini Khansaa telah memasuki tahun kedua menempuh pendidikan di Ma'had Tahfiz Daarussalaam Borneo Paradiso.

Mengapa prestasi ini menjadi kebanggaan Kalimantan Timur?

Ma'had Daarussalaam Borneo Paradiso dikenal sebagai salah satu lembaga yang konsisten melahirkan peserta berprestasi pada berbagai ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an.

Pada MTQ Nasional di Kalimantan Timur tahun 2024, ma'had tersebut berhasil mengantarkan dua santrinya meraih medali emas.

Keberhasilan Khansaa melanjutkan tradisi prestasi itu sekaligus memperkuat reputasi lembaga dalam pembinaan tahfiz Al-Qur'an.

Capaian tersebut juga mengharumkan nama Kota Balikpapan dan Provinsi Kalimantan Timur di tingkat nasional maupun internasional.

Baca Juga: DPRD Balikpapan Ingatkan OPD Jangan Hanya Fokus Anggaran, Realisasi Program Jadi Kunci Pembangunan

Siapa saja delegasi Indonesia pada MTQ Internasional Raja Abdul Aziz 2026?

Aliifah Khansaa Dewi menjadi satu dari empat delegasi Indonesia yang mengikuti MTQ Internasional Raja Abdul Aziz ke-46 untuk Cabang Hafalan, Tilawah, dan Tafsir Al-Qur'an di Makkah Al-Mukarramah.

Selain Khansaa, Indonesia juga mengirimkan:

Keempat peserta dijadwalkan mengikuti rangkaian kompetisi yang berlangsung pada 6 hingga 19 Agustus 2026 di Arab Saudi.

Poin Penting

Insight Redaksi

Prestasi Khansaa menunjukkan pembinaan tahfiz yang konsisten mampu menghasilkan generasi berdaya saing hingga tingkat internasional. Keberhasilan seperti ini kada hanya menjadi kebanggaan pesantren, tetapi juga memperlihatkan kualitas pendidikan Islam di Kalimantan Timur yang layak mendapat perhatian lebih luas. Momentum ini patut dijaga melalui pembinaan berkelanjutan agar semakin banyak talenta daerah yang menembus kompetisi dunia. Terus dukung pembinaan generasi Qurani sejak usia dini, supaya hasilnya makin terasa bagi daerah, Ces.

Bagikan informasi ini ke bubuhan ikam agar semakin banyak masyarakat mengetahui prestasi membanggakan putra-putri Kalimantan Timur.

Terus ikuti perkembangan prestasi generasi muda Indonesia hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Siapa Aliifah Khansaa Dewi?

Aliifah Khansaa Dewi merupakan santriwati Ma'had Daarussalaam Borneo Paradiso Balikpapan yang menjadi Delegasi Indonesia pada MTQ Internasional Raja Abdul Aziz ke-46.

2. Kapan MTQ Internasional Raja Abdul Aziz ke-46 berlangsung?

Kompetisi berlangsung pada 6 hingga 19 Agustus 2026 di Makkah Al-Mukarramah, Arab Saudi.

3. Prestasi apa yang diraih Khansaa sebelum berangkat?

Ia meraih Juara 1 STQH Nasional Cabang Tahfidz 30 Juz Putri.

4. Berapa delegasi Indonesia yang mengikuti ajang tersebut?

Indonesia mengirim empat delegasi untuk cabang hafalan, tilawah, dan tafsir Al-Qur'an.

5. Dari mana asal Aliifah Khansaa Dewi?

Khansaa lahir di Samarinda dan menempuh pendidikan di Ma'had Daarussalaam Borneo Paradiso Balikpapan.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
Aliifah Khansaa Dewi MTQ Internasional Raja Abdul Aziz Ma'had Daarussalaam Borneo Paradiso