Ayah dan Anak Korban Kecelakaan KM 5 Balikpapan Dimakamkan Berdampingan, Dishub Siapkan Evaluasi

Arya Kusuma • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 11:41 WIB
Ratusan pelayat mengantar pemakaman Taruno dan putranya Nabil di TPU Graha Indah, Balikpapan. (BTV/AI)
Ratusan pelayat mengantar pemakaman Taruno dan putranya Nabil di TPU Graha Indah, Balikpapan. 

Durasi baca: 5 menit

Topik: Duka keluarga korban kecelakaan maut di Balikpapan dan evaluasi keselamatan lalu lintas.

Ikhtisar: Ayah dan anak yang menjadi korban kecelakaan di Simpang KM 5 dimakamkan berdampingan. Tragedi ini memicu perhatian pemerintah terhadap aspek keselamatan lalu lintas serta evaluasi titik rawan kecelakaan.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Duka menyelimuti Kota Balikpapan setelah Taruno (38) dan putranya, Nabil Malik Aljabar (8), meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di simpang tiga Kilometer 5 Jalan Soekarno-Hatta, Balikpapan Utara. Ayah dan anak tersebut dimakamkan berdampingan di TPU Graha Indah, sementara pemerintah daerah mulai menyoroti kembali pentingnya peningkatan keselamatan di ruas jalan yang menjadi lokasi kecelakaan. Berdasarkan informasi yang beredar, kecelakaan terjadi saat Taruno mengantar putranya menuju sekolah.

Peristiwa ini bukan sekadar catatan kecelakaan lalu lintas. Banyak warga menilai tragedi tersebut menjadi pengingat bahwa keselamatan di jalan harus menjadi perhatian bersama.

Musibah seperti ini bisa menimpa siapa saja. Pahami kronologinya sampai tuntas, Ces!

Mengapa pemakaman ayah dan anak ini mengundang perhatian masyarakat?

Suasana haru menyelimuti kawasan Jalan Sanggabuana, Kelurahan Batu Ampar, sejak Jumat malam hingga Sabtu pagi. Kerabat, tetangga, tokoh masyarakat, aparat kelurahan, hingga warga sekitar datang bergantian memberikan penghormatan terakhir kepada kedua korban.

Nabil lebih dahulu dimakamkan setelah dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara Taruno sempat menjalani perawatan akibat luka berat sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir pada Jumat malam.

Prosesi pemakaman berlangsung di TPU Graha Indah. Kehadiran ratusan pelayat menunjukkan besarnya simpati masyarakat terhadap keluarga korban yang harus kehilangan dua anggota keluarga dalam waktu yang hampir bersamaan.

Di rumah duka turut hadir Lurah Batu Ampar, Ketua RT, Bhabinkamtibmas, Babinsa, tokoh masyarakat, serta Kepala Dinas Perhubungan Kota Balikpapan Muhammad Fadli Pathurrahman bersama jajarannya sebagai bentuk belasungkawa kepada keluarga.

Bagaimana kronologi kecelakaan di Simpang KM 5 Balikpapan?

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, Taruno yang akrab disapa Agus baru selesai menunaikan Salat Jumat sebelum mengantar putranya menuju SD Negeri 031 Balikpapan Utara menggunakan sepeda motor Honda Scoopy.

Ketika kendaraan melambat untuk berbelok di simpang tiga Kilometer 5 Jalan Soekarno-Hatta, dari arah Hotel Platinum menuju Jalan MT Haryono melaju sebuah truk roda 10 jenis self loader.

Rekaman kamera pengawas yang beredar menunjukkan truk diduga tetap melaju ketika memasuki persimpangan sebelum akhirnya menabrak sepeda motor korban. Akibat benturan tersebut, Nabil meninggal dunia di lokasi, sedangkan Taruno mengalami luka berat dan meninggal dunia beberapa jam kemudian setelah menjalani perawatan. Informasi mengenai kronologi masih menjadi bagian dari penyelidikan aparat kepolisian.

Baca Juga: Rising Star Ethnic Got Talent 2026 Jadi Gerbang Talenta Kaltim Menuju Industri Kreatif Internasional

Dishub Balikpapan: Keselamatan lalu lintas menjadi tanggung jawab bersama

Saat melayat ke rumah duka, Kepala Dinas Perhubungan Kota Balikpapan Muhammad Fadli Pathurrahman menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

"Kami atas nama pribadi dan seluruh keluarga besar Dinas Perhubungan Kota Balikpapan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya almarhum Taruno dan ananda Nabil Malik Aljabar. Semoga almarhum diampuni segala dosanya, diterima seluruh amal ibadahnya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, serta ketabahan dalam menghadapi cobaan ini."

Menurut Fadli, musibah tersebut menjadi pengingat bahwa keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab seluruh pengguna jalan, baik pengemudi kendaraan berat maupun pengendara sepeda motor.

Ia juga menegaskan perlunya meningkatkan kewaspadaan serta kepatuhan terhadap aturan lalu lintas agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. Sejumlah program peningkatan pengawasan lalu lintas, termasuk pemanfaatan sistem CCTV dan penguatan Kawasan Tertib Lalu Lintas, sebelumnya memang telah dipersiapkan Dishub Balikpapan untuk meningkatkan disiplin pengguna jalan

Apakah lokasi Simpang KM 5 memang termasuk titik yang membutuhkan perhatian?

Tragedi yang merenggut nyawa Taruno dan Nabil kembali menyoroti pentingnya pengawasan di kawasan Simpang Kilometer 5 Jalan Soekarno-Hatta. Ruas jalan tersebut menjadi jalur penghubung kendaraan pribadi, angkutan logistik, hingga truk bertonase besar sehingga memiliki tingkat aktivitas lalu lintas yang tinggi pada jam-jam tertentu.

Dalam beberapa tahun terakhir, Pemerintah Kota Balikpapan bersama kepolisian telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan keselamatan berkendara. Mulai dari pemasangan rambu, pengaturan arus lalu lintas, hingga pengembangan sistem pengawasan berbasis kamera pengawas (CCTV) di sejumlah ruas utama.

Meski demikian, tingginya volume kendaraan, terutama kendaraan berat yang melintasi koridor Soekarno-Hatta, membuat evaluasi terus diperlukan. Pengaturan jam operasional kendaraan besar, kepatuhan terhadap batas kecepatan, hingga disiplin saat memasuki persimpangan menjadi aspek yang dinilai penting untuk terus diperbaiki.

Apa langkah yang akan dilakukan Dishub Balikpapan?

Kepala Dinas Perhubungan Kota Balikpapan Muhammad Fadli Pathurrahman menegaskan instansinya akan memperkuat koordinasi dengan kepolisian serta pemerintah daerah untuk mengevaluasi sejumlah titik yang memiliki potensi risiko kecelakaan.

Selain melakukan kajian terhadap rekayasa lalu lintas, evaluasi juga mencakup efektivitas rambu, marka jalan, sistem peringatan di persimpangan, hingga pengawasan terhadap kendaraan angkutan barang yang melintas di dalam kota.

Menurut Fadli, keselamatan transportasi tidak dapat diwujudkan hanya oleh satu instansi. Dibutuhkan kepatuhan seluruh pengguna jalan agar risiko kecelakaan dapat ditekan.

"Kami berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak agar semakin meningkatkan kewaspadaan, mematuhi aturan lalu lintas, dan selalu mengutamakan keselamatan di jalan. Satu nyawa saja sangat berharga, apalagi dalam peristiwa ini kita kehilangan seorang ayah dan anak sekaligus."

Ia juga menegaskan Dishub akan terus bersinergi dengan aparat kepolisian dalam menyusun langkah-langkah pencegahan agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

Baca Juga: Revitalisasi Masih Menunggu Anggaran Pascakebakaran Pasar Sepinggan, Pemkot Balikpapan Dahulukan TPS untuk 80 Pedagang Aktif

Mengapa kecelakaan ini menyentuh banyak warga Balikpapan?

Bagi masyarakat, tragedi tersebut bukan hanya tentang kecelakaan lalu lintas. Banyak warga tersentuh karena Taruno sedang menjalankan rutinitas sederhana sebagai seorang ayah, yakni mengantar putranya ke sekolah.

Kepergian ayah dan anak dalam selang waktu hanya beberapa jam meninggalkan duka yang mendalam, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga lingkungan tempat tinggal mereka. Ratusan warga yang mengantar prosesi pemakaman menjadi gambaran besarnya simpati masyarakat terhadap musibah tersebut.

Peristiwa ini juga memunculkan kembali kesadaran bahwa setiap perjalanan, meski hanya beberapa kilometer, tetap memiliki risiko apabila salah satu pengguna jalan mengabaikan aspek keselamatan.

Poin Penting

Insight Redaksi

Kecelakaan lalu lintas sering dianggap sekadar angka statistik, padahal setiap korban adalah cerita yang terputus di tengah jalan. Tragedi Taruno dan Nabil menunjukkan bahwa keselamatan jalan bukan hanya soal aturan, tetapi juga budaya berkendara yang harus terus dibangun bersama. Evaluasi infrastruktur memang penting, namun kepatuhan setiap pengendara tetap menjadi faktor utama. Kada cukup hanya menunggu perubahan sistem, kesadaran di balik kemudi juga harus berubah. Pemerintah perlu memastikan hasil evaluasi benar-benar diwujudkan menjadi perbaikan nyata di lapangan agar titik rawan tidak kembali memakan korban.

Bagikan informasi ini ke bubuhan ikam agar semakin banyak masyarakat yang peduli terhadap keselamatan berlalu lintas.

Setiap perjalanan selalu berharga. Terus ikuti perkembangan informasi terpercaya hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Di mana lokasi kecelakaan Taruno dan Nabil?

Kecelakaan terjadi di simpang tiga Kilometer 5 Jalan Soekarno-Hatta, Kecamatan Balikpapan Utara.

2. Ke mana tujuan Taruno sebelum kecelakaan?

Taruno sedang mengantar putranya, Nabil Malik Aljabar, menuju SD Negeri 031 Balikpapan Utara.

3. Apa tindak lanjut dari Dinas Perhubungan Balikpapan?

Dishub menyatakan akan mengevaluasi titik rawan kecelakaan bersama kepolisian serta meningkatkan aspek keselamatan lalu lintas.

4. Mengapa peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat?

Karena korban merupakan ayah dan anak yang meninggal dalam selang waktu beberapa jam sehingga memunculkan simpati luas dari warga Balikpapan.

5. Apa pelajaran yang dapat diambil dari kejadian ini?

Keselamatan harus menjadi prioritas seluruh pengguna jalan, baik pengendara sepeda motor, mobil, maupun kendaraan angkutan berat.

Sumber Informasi

Sumber Informasi: Media Balikpapan Pos (Balpos.com), dengan judul "Nabil, Murid Kelas 3 SD, Tewas Ditabrak Truk Saat Berangkat Sekolah: Ratusan Warga Antar Taruno dan Putranya ke Peristirahatan Terakhir", oleh Suyono, S.E. Artikel disusun ulang secara dengan gaya jurnalistik Balikpapantv.id serta diperkaya konteks keselamatan lalu lintas.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
kecelakaan KM 5 Balikpapan Taruno dan Nabil Dishub Balikpapan evaluasi keselamatan jalan