Mengapa Bernama Kampung Pinisi? Jejak Pelaut Sulawesi yang Masih Terasa di Pesisir Balikpapan

Nasya Syafira • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 06:30 WIB
Panorama laut terlihat dari ujung Kampung Pinisi, melengkapi pesona wisata berbasis budaya di Balikpapan. (BTV/AI)
Panorama laut terlihat dari ujung Kampung Pinisi, melengkapi pesona wisata berbasis budaya di Balikpapan. (BTV/AI)

Durasi Baca: 6 Menit

Topik: Pariwisata | Budaya | Sejarah Lokal Balikpapan

Ikhtisar: Kampung Pinisi di Kelurahan Klandasan Ilir, Balikpapan Kota, merupakan kawasan permukiman pesisir yang berkembang menjadi destinasi wisata berbasis masyarakat. Kampung Pinisi tidak hanya menarik sebagai tujuan wisata, tetapi juga sebagai ruang pelestarian budaya dan identitas lokal.

 

Balikpapan TV – Hai Ces! Kampung Pinisi di Kelurahan Klandasan Ilir, Kecamatan Balikpapan Kota, menjadi salah satu destinasi wisata yang memadukan pesona pesisir, sejarah, dan budaya dalam satu kawasan. Permukiman yang dikenal dengan rumah-rumah warna-warni ini menyimpan kisah mengenai jejak pelaut Bugis yang telah lama menetap di kawasan tersebut dan menjadi bagian dari perkembangan Kota Balikpapan.

Liputan yang dilakukan pada Sabtu (1/8/2026) menunjukkan Kampung Pinisi tidak hanya menawarkan pemandangan mural dan rumah berwarna cerah, tetapi juga menghadirkan suasana kampung pesisir yang masih dihuni masyarakat. Berbeda dengan destinasi wisata buatan, kawasan ini tetap menjadi lingkungan tempat tinggal warga sehingga aktivitas sehari-hari berjalan berdampingan dengan kunjungan wisatawan.

Jejak Sejarah di Balik Nama Kampung Pinisi

Nama Kampung Pinisi diambil sebagai bentuk penghormatan terhadap perahu pinisi yang identik dengan masyarakat pelaut Bugis dari Sulawesi Selatan. Kehadiran masyarakat Bugis di kawasan pesisir Balikpapan telah berlangsung sejak lama dan meninggalkan jejak budaya yang masih terasa hingga kini.

Dalam perkembangannya, kawasan permukiman tersebut ditata menjadi kampung wisata melalui pengecatan rumah-rumah warga dengan warna mencolok serta penambahan mural bertema maritim. Penataan tersebut bertujuan menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan daya tarik kawasan tanpa menghilangkan identitas masyarakat pesisir.

Keberadaan Kampung Pinisi menjadi contoh bagaimana sejarah lokal dapat dipadukan dengan pengembangan destinasi wisata berbasis masyarakat.

Baca Juga: Bunga Eldewiss : Uniknya Si Bunga Abadi Dari Puncak Gunung Indonesia

Rumah Warna-Warni Menjadi Daya Tarik

Saat memasuki kawasan Kampung Pinisi, pengunjung disambut deretan rumah berwarna cerah yang berpadu dengan mural di sepanjang gang kampung. Lorong-lorong sempit dihiasi berbagai lukisan sehingga menjadi lokasi favorit untuk berfoto.

Di bagian ujung kampung, pengunjung dapat menikmati pemandangan laut yang menjadi ciri khas kawasan pesisir Balikpapan. Seluruh kawasan dapat dijelajahi dengan berjalan kaki sehingga wisatawan dapat menikmati suasana kampung secara lebih dekat.

Tokoh masyarakat, Sheila Mandolang, menilai Kampung Pinisi memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat maupun wisatawan.

"Kampung Pinisi RT 32 dengan tema warna-warni ini sangat unik dan bagus untuk yang suka mencari spot mural. Kampungnya bersih dan rapi. Lebih nyaman menggunakan kendaraan kecil atau berjalan kaki karena tidak tersedia area parkir di pintu masuk. Di ujung kampung pengunjung dapat menikmati pemandangan laut dan tidak ada tiket masuk karena ini merupakan kampung warga," ujarnya.

Keterangan tersebut menunjukkan bahwa daya tarik utama Kampung Pinisi bukan hanya pada warna bangunannya, tetapi juga pengalaman menikmati suasana kampung pesisir yang masih alami.

Pengunjung berjalan menyusuri lorong mural Kampung Pinisi yang menghadirkan suasana kampung pesisir penuh warna. (BTV/AI)
Pengunjung berjalan menyusuri lorong mural Kampung Pinisi yang menghadirkan suasana kampung pesisir penuh warna. (BTV/AI)

Berbasis Partisipasi Masyarakat

Ketua RT 32 Kampung Pinisi, Sri Rahayu, berharap pengembangan kawasan wisata terus mendapat dukungan dari berbagai pihak.

Ia menyampaikan bahwa keberadaan program Corporate Social Responsibility (CSR) dinilai dapat membantu peningkatan fasilitas sehingga Kampung Pinisi semakin nyaman dikunjungi tanpa mengurangi fungsi utamanya sebagai permukiman warga.

Partisipasi masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kebersihan dan keindahan kawasan. Warga tidak hanya mempertahankan lingkungan tetap rapi, tetapi juga ikut memperkenalkan Kampung Pinisi kepada wisatawan yang datang.

Potensi Wisata di Pusat Kota

Dinas Pariwisata Kota Balikpapan melalui C.I. Ratih Kusuma W. menyebut Kampung Pinisi di Klandasan Ilir merupakan salah satu destinasi wisata pesisir berbasis inisiatif dan partisipasi masyarakat yang memiliki potensi di pusat Kota Balikpapan.

Lokasinya yang berada tidak jauh dari pusat kota membuat Kampung Pinisi mudah dijangkau masyarakat maupun wisatawan. Selain menjadi tempat berfoto, kawasan ini juga menawarkan pengalaman mengenal kehidupan masyarakat pesisir yang menjadi bagian dari sejarah perkembangan Balikpapan.

Dengan konsep wisata berbasis lingkungan dan budaya, Kampung Pinisi menjadi alternatif destinasi bagi masyarakat yang ingin menikmati suasana berbeda tanpa harus meninggalkan kawasan perkotaan.

Menjaga Identitas Kampung Pesisir

Transformasi Kampung Pinisi menunjukkan bahwa pengembangan pariwisata tidak selalu harus membangun kawasan baru. Melalui penataan lingkungan, pelestarian budaya, dan keterlibatan masyarakat, sebuah permukiman dapat berkembang menjadi destinasi yang memiliki nilai edukasi sekaligus rekreasi.

Ke depan, dukungan pemerintah, masyarakat, maupun dunia usaha diharapkan dapat terus memperkuat fasilitas pendukung sehingga Kampung Pinisi tetap terjaga sebagai salah satu ikon wisata pesisir Balikpapan yang mencerminkan sejarah, budaya, dan semangat gotong royong masyarakat setempat.

Mengapa Kampung Pinisi Layak Masuk Daftar Destinasi Wisata Balikpapan?

Keunikan Kampung Pinisi tidak hanya terletak pada warna-warni bangunannya. Kawasan ini menawarkan pengalaman berjalan kaki menyusuri gang-gang sempit yang dihiasi mural bertema maritim sambil menyaksikan aktivitas masyarakat pesisir yang masih berlangsung setiap hari.

Tidak adanya tiket masuk juga menjadi daya tarik tersendiri. Pengunjung dapat menikmati suasana kampung, mengabadikan momen di berbagai sudut mural, hingga melihat panorama laut di ujung kawasan tanpa dipungut biaya. Kondisi tersebut membuat Kampung Pinisi menjadi pilihan wisata yang ramah bagi berbagai kalangan.

Meski demikian, pengunjung tetap diharapkan menjaga kebersihan, menghormati privasi warga, serta mematuhi aturan yang berlaku karena kawasan ini merupakan permukiman aktif.

Deretan rumah warna-warni di Kampung Pinisi Balikpapan mempercantik kawasan pesisir sekaligus menjadi daya tarik wisata. (BTV/AI)
Deretan rumah warna-warni di Kampung Pinisi Balikpapan mempercantik kawasan pesisir sekaligus menjadi daya tarik wisata. (BTV/AI)

Dukungan Berkelanjutan Diharapkan Terus Hadir

Ketua RT 32 Kampung Pinisi, Sri Rahayu, berharap pengembangan kawasan wisata ini terus memperoleh dukungan dari berbagai pihak, termasuk melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Dukungan tersebut dinilai dapat membantu peningkatan fasilitas yang menunjang kenyamanan pengunjung sekaligus menjaga kualitas lingkungan permukiman.

Di sisi lain, Dinas Pariwisata Kota Balikpapan memandang Kampung Pinisi sebagai salah satu destinasi wisata pesisir berbasis inisiatif masyarakat yang memiliki potensi untuk terus berkembang. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta diharapkan mampu menjaga keberlanjutan kawasan tanpa menghilangkan identitas budaya yang menjadi ciri khasnya.

Dengan letaknya yang berada di pusat Kota Balikpapan, Kampung Pinisi memiliki peluang menjadi salah satu destinasi alternatif bagi wisatawan yang ingin mengenal sejarah lokal sekaligus menikmati suasana pesisir.

Baca Juga: DPRD Balikpapan Soroti Portal Parkir Kecamatan, Warga Jangan Sampai Terbebani Biaya

Poin Penting

Insight Redaksi: Kampung Pinisi menunjukkan bahwa potensi wisata tidak selalu lahir dari pembangunan baru. Penataan lingkungan yang melibatkan masyarakat mampu mengubah kawasan permukiman menjadi destinasi yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan ekonomi. Upaya seperti ini menjadi contoh bahwa pelestarian identitas lokal dapat berjalan berdampingan dengan pengembangan pariwisata, selama masyarakat tetap menjadi bagian utama dalam prosesnya.

FAQ

Mengapa kawasan ini disebut Kampung Pinisi?

Nama Kampung Pinisi digunakan sebagai penghormatan terhadap jejak pelaut Bugis yang telah lama menetap dan beraktivitas di kawasan pesisir Balikpapan.

Apakah Kampung Pinisi memungut tiket masuk?

Berdasarkan hasil liputan, pengunjung tidak dikenakan tiket masuk karena kawasan tersebut merupakan permukiman warga.

Apa yang menjadi daya tarik utama Kampung Pinisi?

Rumah-rumah berwarna-warni, mural bertema maritim, suasana kampung pesisir, serta panorama laut menjadi daya tarik utama kawasan ini.

Bagaimana cara menikmati kawasan Kampung Pinisi?

Pengunjung disarankan berjalan kaki agar lebih leluasa menikmati lorong kampung, mural, dan pemandangan di setiap sudut kawasan.

Apa harapan masyarakat terhadap Kampung Pinisi?

Masyarakat berharap kawasan wisata ini terus berkembang melalui dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan program CSR, tanpa menghilangkan identitas sebagai kampung pesisir.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Kampung Pinisi Balikpapan Kampung warna-warni Balikpapan Wisata Balikpapan