Jasa Raharja dan Korlantas Polri Percepat Samsat Digital, Fokus Kurangi Kecelakaan

AdminBTV • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 07:22 WIB
Ilustrasi pelayanan Samsat digital sebagai upaya meningkatkan keselamatan berlalu lintas.
Ilustrasi pelayanan Samsat digital sebagai upaya meningkatkan keselamatan berlalu lintas.

Durasi Baca: 4 menit

Topik: Sinergi Jasa Raharja dan Korlantas Polri memperkuat layanan Samsat digital serta budaya keselamatan berlalu lintas.

Ikhtisar: Kolaborasi Jasa Raharja dan Korlantas Polri difokuskan pada peningkatan pelayanan Samsat berbasis digital sekaligus memperkuat upaya pencegahan kecelakaan melalui edukasi, pemanfaatan data, dan kerja sama lintas sektor.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! PT Jasa Raharja bersama Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan Samsat berbasis digital sekaligus memperkuat langkah pencegahan kecelakaan lalu lintas di Indonesia. Sinergi tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan publik yang semakin cepat, mudah, dan terintegrasi.

Keselamatan di jalan bukan hanya soal aturan, tetapi juga kebiasaan. Simak informasi lengkapnya sampai tuntas, Ces!

Baca Juga: Kasus Guru PJOK di Balikpapan, Disdikbud Siapkan Pendampingan Hukum

Mengapa Jasa Raharja dan Korlantas Polri memperkuat kerja sama?

Komitmen tersebut ditegaskan dalam audiensi jajaran Direksi PT Jasa Raharja dengan pimpinan Korlantas Polri di Gedung NTMC Korlantas Polri, Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Pertemuan itu dihadiri Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol. Wibowo, S.I.K., M.Hum., Komisaris Utama PT Jasa Raharja Irjen Pol. (P.) Aan Suhanan, Direktur Utama PT Jasa Raharja Muhammad Awaluddin, serta jajaran pejabat utama Korlantas Polri.

Fokus utama kolaborasi adalah meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui transformasi digital, sekaligus memperkuat upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas.

Bagaimana digitalisasi Samsat membantu masyarakat?

Direktur Utama PT Jasa Raharja Muhammad Awaluddin menjelaskan transformasi digital menjadi salah satu langkah penting agar masyarakat semakin mudah memenuhi kewajiban registrasi kendaraan serta pembayaran pajak kendaraan bermotor.

Menurutnya, pelayanan yang sederhana dan terintegrasi diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam mengurus administrasi kendaraan.

"Pelayanan Samsat yang semakin mudah, cepat, dan terintegrasi diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan masyarakat. Namun, tujuan besar yang ingin kita capai bersama adalah menurunkan angka kecelakaan lalu lintas. Sinergi Jasa Raharja dengan Korlantas Polri berfokus pada pembangunan budaya keselamatan melalui edukasi, pemanfaatan data, dan kolaborasi lintas sektor," ujar Muhammad Awaluddin.

Mengapa pencegahan kecelakaan menjadi prioritas?

Jasa Raharja menilai tantangan terbesar saat ini bukan lagi mempercepat proses santunan, melainkan mengurangi jumlah korban kecelakaan melalui upaya pencegahan.

Salah satu perhatian utama adalah masih adanya perilaku berkendara yang berisiko, termasuk pelanggaran melawan arus yang berpotensi menyebabkan kecelakaan fatal.

Awaluddin menegaskan ukuran keberhasilan Jasa Raharja bukan hanya kecepatan penyaluran santunan.

"Santunan adalah bentuk kehadiran negara setelah kecelakaan terjadi, namun yang jauh lebih penting adalah memastikan masyarakat selamat sehingga tidak perlu menerima santunan," imbuhnya.

Baca Juga: Tanggapi Kasus Guru PJOK Dikeroyok, Disdikbud Balikpapan Tekankan Pendampingan Hukum dan Peran Semua Pihak

Apa langkah yang disiapkan Korlantas Polri?

Kepala Korlantas Polri Irjen Pol. Wibowo menyatakan digitalisasi pelayanan harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar memindahkan layanan ke dalam aplikasi.

Menurutnya, perubahan perilaku berkendara menjadi salah satu faktor penting dalam menekan angka kecelakaan seiring meningkatnya mobilitas masyarakat.

"Bagi kami, kecelakaan lalu lintas bukan sebuah takdir. Ini adalah hal yang sebetulnya bisa kita cegah dengan mengubah tata cara mengemudi dan membangun etika berlalu lintas. Ini adalah langkah yang harus kita benahi bersama-sama," tegas Irjen Pol. Wibowo.

Program apa saja yang akan dijalankan bersama?

Sebagai tindak lanjut kolaborasi tersebut, Jasa Raharja dan Korlantas Polri menyiapkan sejumlah program terpadu.

Program tersebut meliputi pemetaan daerah rawan kecelakaan atau blackspot area, edukasi keselamatan berkendara secara masif, optimalisasi Forum Komunikasi Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FKLL), serta pemanfaatan data dan teknologi sebagai dasar penyusunan kebijakan keselamatan lalu lintas.

Melalui sinergi tersebut, kedua instansi berharap budaya tertib berlalu lintas semakin tumbuh di tengah masyarakat sehingga angka kecelakaan dapat ditekan secara berkelanjutan.

Baca Juga: Ayah Warga Prancis Minta Verifikasi Kondisi Dua Anaknya, Proses Hukum di Balikpapan Masih Berjalan

Poin Penting

Insight Redaksi: Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pelayanan publik dan keselamatan jalan saling berkaitan. Digitalisasi memang mempercepat administrasi, tetapi perubahan perilaku pengendara tetap menjadi faktor penentu. Bubuhan di Balikpapan juga merasakan pentingnya budaya tertib berlalu lintas, sebab keselamatan kada hanya bergantung pada aturan, melainkan kebiasaan setiap pengguna jalan.

Rekomendasi: Dukungan masyarakat terhadap layanan digital perlu diimbangi disiplin berkendara agar manfaat program keselamatan benar-benar dirasakan bersama.

Bagikan informasi ini ke bubuhan ikam agar semakin banyak masyarakat memahami pentingnya budaya tertib berlalu lintas.

Ikuti terus informasi terbaru di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa tujuan kerja sama Jasa Raharja dan Korlantas Polri?

Untuk meningkatkan pelayanan Samsat digital sekaligus menekan angka kecelakaan lalu lintas melalui edukasi dan kolaborasi.

2. Apa manfaat digitalisasi Samsat?

Memberikan kemudahan registrasi kendaraan dan pembayaran pajak kendaraan bermotor secara lebih cepat dan terintegrasi.

3. Apa yang dimaksud blackspot area?

Lokasi yang memiliki tingkat kecelakaan lalu lintas tinggi sehingga menjadi prioritas penanganan.

4. Mengapa edukasi keselamatan dianggap penting?

Karena perubahan perilaku berkendara dinilai menjadi kunci utama dalam mencegah kecelakaan.

5. Apa fokus utama Jasa Raharja selain santunan?

Mencegah kecelakaan agar jumlah korban lalu lintas dapat terus berkurang.

Sumber Informasi: Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Media Kaltim Post, dengan judul "Tekan Angka Kecelakaan, Jasa Raharja dan Korlantas Polri Perkuat Sinergi dan Pelayanan Samsat Digital", oleh penulis Dina Angelina. Di-update kembali dengan angle dan style Balikpapantv.id

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Samsat Digital korlantas polri jasa raharja