Jasa Raharja dan Korlantas Polri Perkuat Layanan Samsat Digital untuk Tekan Angka Kecelakaan

Ahla Najwa • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 19:12 WIB
Audiensi Jasa Raharja dan Korlantas Polri memperkuat transformasi digital Samsat demi keselamatan berkendara (DOK. IST/KP)
Audiensi Jasa Raharja dan Korlantas Polri memperkuat transformasi digital Samsat demi keselamatan berkendara (DOK. IST/KP)

Durasi Baca: 4 Menit

Topik: Kolaborasi Jasa Raharja dan Korlantas memperkuat pelayanan Samsat berbasis digital nasional

Ikhtisar: Kolaborasi Jasa Raharja dan Korlantas Polri difokuskan pada peningkatan layanan Samsat digital, edukasi keselamatan berkendara, serta pencegahan kecelakaan melalui pemanfaatan teknologi dan data.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! PT Jasa Raharja bersama Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri memperkuat sinergi untuk meningkatkan pelayanan Samsat berbasis digital sekaligus mempercepat upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia. Langkah tersebut ditegaskan dalam audiensi di Gedung NTMC Korlantas Polri, Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Kemudahan layanan memang penting. Namun keselamatan pengguna jalan jauh lebih utama. Simak langkah strategisnya sampai selesai, Ces!

Mengapa Jasa Raharja dan Korlantas Memperkuat Sinergi?

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pelayanan publik yang semakin cepat, mudah, dan terintegrasi. Selain mendukung administrasi kendaraan bermotor, kerja sama itu juga diarahkan untuk membangun budaya keselamatan berlalu lintas.

Audiensi dihadiri Kepala Korlantas Polri Irjen Pol. Wibowo, S.I.K., M.Hum., Komisaris Utama PT Jasa Raharja Irjen Pol. (P.) Aan Suhanan, Direktur Utama PT Jasa Raharja Muhammad Awaluddin, beserta jajaran pejabat utama Korlantas Polri.

Direktur Utama PT Jasa Raharja Muhammad Awaluddin mengatakan transformasi digital menjadi salah satu fondasi pelayanan Samsat yang lebih efektif sehingga masyarakat semakin mudah memenuhi kewajiban registrasi kendaraan maupun pembayaran pajak kendaraan bermotor.

"Pelayanan Samsat yang semakin mudah, cepat, dan terintegrasi diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan masyarakat. Namun, tujuan besar yang ingin kita capai bersama adalah menurunkan angka kecelakaan lalu lintas. Sinergi Jasa Raharja dengan Korlantas Polri berfokus pada pembangunan budaya keselamatan melalui edukasi, pemanfaatan data, dan kolaborasi lintas sektor," ujar Muhammad Awaluddin.

Baca Juga: Tanggapi Kasus Guru PJOK Dikeroyok, Disdikbud Balikpapan Tekankan Pendampingan Hukum dan Peran Semua Pihak

Keselamatan Jadi Ukuran Keberhasilan Pelayanan

Menurut Awaluddin, percepatan proses santunan korban kecelakaan melalui sistem digital memang terus dilakukan. Meski demikian, fokus utama lembaganya kini bergeser pada upaya mencegah kecelakaan sejak awal.

Ia menyoroti masih tingginya perilaku berkendara berisiko, termasuk pelanggaran melawan arus yang kerap memicu kecelakaan dengan tingkat fatalitas tinggi.

"Santunan adalah bentuk kehadiran negara setelah kecelakaan terjadi, namun yang jauh lebih penting adalah memastikan masyarakat selamat sehingga tidak perlu menerima santunan," imbuhnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa indikator keberhasilan pelayanan bukan hanya kecepatan pencairan santunan, tetapi juga berkurangnya jumlah korban kecelakaan di jalan raya.

Digitalisasi Samsat Harus Memberi Manfaat Nyata

Kepala Korlantas Polri Irjen Pol. Wibowo menyambut positif penguatan kerja sama tersebut. Ia menilai digitalisasi pelayanan publik tidak cukup hanya memindahkan layanan konvensional ke aplikasi digital.

Menurutnya, inovasi harus benar-benar mampu mempercepat pelayanan, memudahkan masyarakat, serta mendukung pengambilan kebijakan berbasis data.

Wibowo juga menekankan bahwa peningkatan jumlah penduduk dan mobilitas kendaraan harus diimbangi dengan peningkatan kesadaran berlalu lintas.

"Bagi kami, kecelakaan lalu lintas bukan sebuah takdir. Ini adalah hal yang sebetulnya bisa kita cegah dengan mengubah tata cara mengemudi dan membangun etika berlalu lintas. Ini adalah langkah yang harus kita benahi bersama-sama," tegas Irjen Pol. Wibowo.

Program Bersama untuk Menekan Kecelakaan Lalu Lintas

Sebagai tindak lanjut sinergi tersebut, Jasa Raharja dan Korlantas Polri akan menjalankan sejumlah program prioritas yang saling terintegrasi.

Program itu meliputi pemetaan titik rawan kecelakaan atau blackspot area, edukasi keselamatan berkendara secara masif kepada masyarakat, optimalisasi Forum Komunikasi Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FKLL), hingga pemanfaatan teknologi dan data sebagai dasar penyusunan kebijakan keselamatan jalan.

Melalui pendekatan tersebut, kedua instansi berharap kepatuhan berlalu lintas tidak hanya muncul karena kewajiban hukum, tetapi tumbuh menjadi budaya yang melekat dalam kehidupan masyarakat.

Baca Juga: Ayah Warga Prancis Minta Verifikasi Kondisi Dua Anaknya, Proses Hukum di Balikpapan Masih Berjalan

Poin Penting:

Insight Redaksi: Transformasi layanan publik akan memberikan hasil maksimal apabila diikuti perubahan perilaku pengguna jalan. Di Balikpapan maupun daerah lain, peningkatan kualitas jalan dan layanan digital perlu berjalan seiring dengan edukasi berkendara yang berkelanjutan. Kada cukup hanya mengandalkan teknologi. Disiplin pengguna jalan tetap menjadi kunci utama keselamatan, Ces.

Rekomendasi: Manfaatkan layanan Samsat digital secara optimal dan patuhi aturan lalu lintas agar perjalanan lebih aman serta administrasi kendaraan tetap tertib.

Bagikan informasi ini kepada bubuhan ikam agar semakin banyak masyarakat memahami pentingnya keselamatan berlalu lintas dan manfaat pelayanan Samsat digital.

Keselamatan berkendara dimulai dari kebiasaan kecil setiap hari. Ikuti terus informasi terbaru hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa tujuan utama kerja sama Jasa Raharja dan Korlantas Polri?

Untuk meningkatkan pelayanan Samsat berbasis digital sekaligus menekan angka kecelakaan lalu lintas melalui edukasi dan kolaborasi.

2. Apakah digitalisasi Samsat hanya mempermudah pembayaran pajak?

Tidak. Digitalisasi juga ditujukan untuk mempercepat pelayanan publik serta mendukung keselamatan berlalu lintas.

3. Apa yang dimaksud blackspot area?

Blackspot area merupakan lokasi yang memiliki tingkat kecelakaan lalu lintas tinggi sehingga menjadi prioritas penanganan.

4. Mengapa edukasi keselamatan menjadi fokus utama?

Karena sebagian besar kecelakaan dapat dicegah melalui perubahan perilaku dan kepatuhan terhadap aturan berlalu lintas.

5. Apa saja program yang akan dijalankan?

Pemetaan titik rawan kecelakaan, edukasi keselamatan, optimalisasi FKLL, serta pemanfaatan data dan teknologi untuk kebijakan keselamatan.

Sumber Informasi: Media Kaltimpost.id, dengan judul "Tekan Angka Kecelakaan, Jasa Raharja dan Korlantas Polri Perkuat Sinergi dan Pelayanan Samsat Digital", oleh Dina Angelina. Di-update kembali dengan angle dan gaya jurnalistik Balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Samsat Digital korlantas polri jasa raharja