RSKD Balikpapan Siapkan Workshop PONEK Berkala, Kompetensi Nakes Maternal-Neonatal Terus Diperkuat

Ahla Najwa • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 11:19 WIB
Pelatihan PONEK berkelanjutan meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan menangani kegawatdaruratan ibu dan bayi di Balikpapan (DOK. NURON/KP)
Pelatihan PONEK berkelanjutan meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan menangani kegawatdaruratan ibu dan bayi di Balikpapan (DOK. NURON/KP)

Durasi Baca: 5 menit

Topik: Penguatan kompetensi tenaga kesehatan melalui workshop PONEK untuk layanan maternal neonatal

Ikhtisar: RSKD Balikpapan akan menggelar Workshop PONEK secara berkala guna meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan dalam menangani kegawatdaruratan ibu dan bayi.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan ibu dan bayi dengan menggelar Workshop Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) secara berkala. Program ini ditujukan agar semakin banyak tenaga kesehatan di puskesmas dan fasilitas kesehatan tingkat pertama memiliki kemampuan menangani kegawatdaruratan maternal dan neonatal.

Pelayanan kesehatan ibu dan bayi membutuhkan kesiapan setiap saat. Simak langkah yang sedang disiapkan RSKD Balikpapan berikut ini, Ces!

Mengapa RSKD Balikpapan Akan Menggelar Workshop PONEK Secara Berkala?

Rencana tersebut disampaikan Ketua Tim PONEK RSKD sekaligus Ketua Panitia Workshop, dr. Tedy Teguh Satriadi, Sp.OG, setelah pelaksanaan Workshop Deteksi Dini Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal yang diikuti tenaga kesehatan dari berbagai puskesmas di Balikpapan.

Menurut dr. Tedy, pelaksanaan workshop kali ini hanya diikuti 40 peserta. Jumlah tersebut sengaja dibatasi karena metode pembelajaran lebih banyak berupa praktik sehingga setiap peserta memperoleh pendampingan yang optimal.

"Karena ini sifatnya workshop, peserta memang dibatasi 40 orang yang terdiri dari dokter, bidan, dan perawat dari puskesmas di Balikpapan. Ke depan kami akan mengadakan workshop yang sifatnya reguler dan konsisten, sehingga pada termin berikutnya akan diikuti peserta yang berbeda."

Dengan pelaksanaan secara berkala, kesempatan mengikuti pelatihan dapat menjangkau lebih banyak dokter, bidan, dan perawat yang memberikan pelayanan persalinan di Balikpapan.

Baca Juga: PKK Balikpapan Dorong Digitalisasi Produk UP2K, Penguatan Keluarga Jadi Fokus HKG ke-54

Apa Saja Materi yang Dipelajari Peserta?

Workshop tidak hanya membahas teori mengenai deteksi dini kegawatdaruratan maternal dan neonatal.

Peserta juga mendapatkan pelatihan praktik penanganan kasus, pengambilan keputusan klinis, hingga penguatan sistem komunikasi dan rujukan antarfasilitas kesehatan.

Workshop PONEK melatih praktik kegawatdaruratan maternal neonatal, memperkuat koordinasi rujukan demi keselamatan ibu bayi. (BTV/AI)
Workshop PONEK melatih praktik kegawatdaruratan maternal neonatal, memperkuat koordinasi rujukan demi keselamatan ibu bayi. (BTV/AI)

Pendekatan tersebut sejalan dengan konsep PONEK yang bertujuan memastikan pelayanan obstetri dan neonatal emergensi berlangsung cepat, tepat, serta terkoordinasi.

Program PONEK sendiri menjadi bagian penting dalam sistem rujukan pelayanan ibu dan bayi untuk membantu menekan angka kematian maternal dan neonatal.

Mengapa Kompetensi Tenaga Kesehatan Harus Terus Diperbarui?

Dr. Tedy menjelaskan bahwa komplikasi kehamilan tidak seluruhnya dapat diperkirakan sejak awal.

Sebagian kasus memang dapat diidentifikasi sebagai kehamilan berisiko tinggi. Namun, kondisi gawat darurat juga dapat muncul secara tiba-tiba ketika proses kehamilan maupun persalinan berlangsung.

"Komplikasi kehamilan ada yang bisa diprediksi, tetapi ada juga yang terjadi secara mendadak. Karena itu tim harus selalu siap. Workshop seperti ini harus terus kita maintenance untuk menjaga mutu pelayanan yang sudah ada."

Ia menambahkan bahwa penyebab kematian ibu masih didominasi hipertensi dalam kehamilan atau preeklamsia, perdarahan, serta infeksi.

Selain itu, penyakit penyerta seperti gangguan jantung, penyakit autoimun, maupun gangguan metabolik memerlukan deteksi sejak dini agar penanganannya dapat dilakukan lebih cepat.

Baca Juga: BI Balikpapan Jadikan FentuRun 2026 Ajang Edukasi QRIS Cross Border dan Dorong UMKM Naik Kelas

Dinas Kesehatan Dukung Penguatan Kapasitas Nakes

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Dra. Alwiati, Apt., menyampaikan apresiasi terhadap komitmen RSKD dalam memperkuat kapasitas tenaga kesehatan.

Menurutnya, peningkatan keterampilan dokter, bidan, dan perawat merupakan bagian penting dalam upaya menurunkan angka kematian ibu.

"Harapan kami, hasil pelatihan ini memberikan keterampilan yang semakin baik bagi tenaga kesehatan sehingga mampu menangani kegawatdaruratan maternal dan neonatal secara cepat dan tepat. Tujuan akhirnya adalah agar tidak ada lagi kematian ibu yang sebenarnya dapat dicegah."

Melalui pelaksanaan workshop secara berkelanjutan, RSKD berharap seluruh tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan persalinan di Balikpapan memperoleh kesempatan mengikuti pelatihan sehingga kualitas layanan maternal dan neonatal semakin merata.

Poin Penting:

Insight Redaksi: Penguatan layanan kesehatan tidak selalu dimulai dari pembangunan gedung atau pengadaan alat baru. Investasi pada kompetensi tenaga kesehatan justru menjadi fondasi pelayanan yang lebih aman bagi ibu dan bayi. Workshop berkala seperti ini berpotensi memperkuat kualitas sistem rujukan di Balikpapan apabila dilaksanakan secara konsisten. Kada cukup sekali, peningkatan kemampuan memang harus terus dijaga.

Rekomendasi: Pelatihan berkala sebaiknya disertai evaluasi hasil di lapangan agar peningkatan kompetensi benar-benar berdampak pada kualitas pelayanan persalinan.

Bagikan informasi ini ke bubuhan ikam agar semakin banyak masyarakat mengetahui upaya peningkatan layanan kesehatan ibu dan bayi di Balikpapan.

Tetap ikuti informasi kesehatan terbaru hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa itu PONEK?

PONEK adalah Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif, yaitu layanan untuk menangani kegawatdaruratan ibu hamil, ibu bersalin, dan bayi baru lahir.

2. Siapa peserta Workshop PONEK RSKD Balikpapan?

Dokter, bidan, dan perawat dari puskesmas serta fasilitas kesehatan tingkat pertama di Balikpapan.

3. Mengapa jumlah peserta dibatasi?

Karena workshop lebih banyak menggunakan metode praktik sehingga pembelajaran berlangsung lebih efektif.

4. Apa penyebab utama kematian ibu menurut RSKD?

Hipertensi dalam kehamilan atau preeklamsia, perdarahan, infeksi, serta penyakit penyerta tertentu.

5. Apa tujuan workshop ini?

Meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan agar mampu menangani kegawatdaruratan maternal dan neonatal secara cepat dan tepat.

Sumber Informasi: Media Kaltim Post, dengan judul Jaga Mutu Layanan Ibu dan Bayi, RSKD Balikpapan Bakal Gelar Workshop PONEK Berkala, oleh penulis Nuron Setya Wijaya. Artikel diperbarui kembali dengan angle dan gaya jurnalistik Balikpapantv.id, dilengkapi konteks mengenai program PONEK dalam sistem pelayanan maternal dan neonatal.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Workshop PONEK Balikpapan pelayanan ibu dan bayi RSKD Balikpapan