Edukasi Anti Narkoba di SMAN 4 Balikpapan, Polda Kaltim Bahas Bahaya Vape Etomidate

AdminBTV • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 14:03 WIB
Sosialisasi Polda Kaltim dan BNN kepada ratusan pelajar SMAN 4 Balikpapan mengenai bahaya narkoba dan vape etomidate.
Sosialisasi Polda Kaltim dan BNN kepada ratusan pelajar SMAN 4 Balikpapan mengenai bahaya narkoba dan vape etomidate.

Durasi Baca: 6 menit

Topik: Edukasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika bagi Pelajar di Kota Balikpapan

Ikhtisar: Sosialisasi Polda Kaltim dan BNN Kota Balikpapan mengajak pelajar memahami bahaya narkoba, mengenali modus baru penyalahgunaan vape, serta memperkuat peran sekolah dalam pencegahan.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Ratusan pelajar SMA Negeri 4 Balikpapan mendapatkan edukasi langsung dari Bidhumas Polda Kalimantan Timur dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Balikpapan mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika, termasuk munculnya modus baru melalui vape yang mengandung etomidate. Kegiatan ini digelar di aula sekolah pada Jumat (24/7/2026) sebagai langkah memperkuat pencegahan sejak usia sekolah.

Penyalahgunaan narkoba terus berkembang dengan berbagai cara baru. Karena itu, pemahaman sejak dini menjadi bekal penting bagi generasi muda. Simak sampai selesai, Ces!

Baca Juga: Polantas Jadi Pembina Upacara Tanamkan Pesan Penting bagi Pelajar di Balikpapan

Apa Fokus Edukasi yang Disampaikan kepada Pelajar?

Kegiatan mengangkat tema "Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika di Lingkungan Sekolah dan Masyarakat." Tema tersebut menekankan bahwa pencegahan bukan hanya menjadi tugas aparat, tetapi juga membutuhkan keterlibatan sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Acara dimulai pukul 09.00 WITA dan dihadiri Kepala SMAN 4 Balikpapan Agus Budiyanto, S.Pd., M.Pd., Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol. Dr. Tedy Sopandi, S.I.K., M.Si., para guru, ratusan siswa, serta personel Bidhumas Polda Kaltim.

Turut hadir sebagai narasumber dari BNN Kota Balikpapan, yakni Penyuluh Narkoba Muda Sri Lestari, S.E., M.M. serta Penata Pemberantasan Narkoba Rully Abdi, S.H., M.H.

Kepala SMAN 4 Balikpapan mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut karena dinilai membantu memperluas wawasan peserta didik mengenai risiko penyalahgunaan narkotika sekaligus membangun budaya sekolah yang aman dan sehat.

Mengapa Generasi Muda Menjadi Perhatian Utama?

Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol. Dr. Tedy Sopandi menilai pelajar merupakan kelompok yang perlu memperoleh edukasi secara berkelanjutan agar mampu melindungi diri dari ancaman narkoba. "Kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen Polda Kalimantan Timur dalam membangun kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, agar mampu menjadi pelopor dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika. Kami mengajak seluruh pelajar menjaga diri, peduli terhadap lingkungan sekitar, serta berani mengatakan tidak terhadap segala bentuk penyalahgunaan narkoba," ujarnya.

Menurutnya, pemberantasan narkotika tidak hanya mengandalkan proses hukum, tetapi juga membutuhkan penguatan pengetahuan sejak dini sehingga para pelajar mampu menjadi agen pencegahan di lingkungan masing-masing.

Sebelum sesi materi dimulai, Bidhumas Polda Kaltim juga menyerahkan cinderamata serta sarana kontak kepada pihak sekolah sebagai bentuk sinergi antara kepolisian dan dunia pendidikan.

Baca Juga: Duka IKN, Troy Harold Yohanes Pantouw Berpulang, Sosok yang Pernah Meresmikan Logo Baru Balikpapan TV

Mengapa Vape Etomidate Menjadi Perhatian?

Dalam sesi edukasi, Sri Lestari menjelaskan bahwa narkoba mencakup narkotika, psikotropika, serta berbagai zat adiktif yang dapat memengaruhi kesehatan fisik maupun mental.

Ia juga mengenalkan ancaman New Psychoactive Substances (NPS) atau narkotika jenis baru yang terus berkembang dan mulai menjadi perhatian dalam upaya pemberantasan narkoba.

Salah satu materi yang mendapat perhatian peserta adalah penyalahgunaan etomidate yang dicampurkan ke dalam cairan rokok elektrik atau vape.

Menurut pemaparan narasumber, penyalahgunaan zat tersebut berpotensi menimbulkan hipoksia, gangguan sistem saraf, penurunan kesadaran, hingga kematian mendadak apabila digunakan secara tidak semestinya.

Selain membahas bahaya zat tersebut, peserta juga memperoleh penjelasan mengenai mekanisme rehabilitasi bagi penyalahguna narkotika melalui layanan rawat jalan maupun rawat inap.

Bagaimana Modus Peredaran Narkoba Terus Berkembang?

Narasumber lainnya, Rully Abdi, memaparkan berbagai kelompok narkotika berdasarkan efek yang ditimbulkan terhadap tubuh, mulai dari stimulan, depresan hingga halusinogen.

Ia mengingatkan bahwa jaringan peredaran narkotika terus mengembangkan berbagai modus untuk menghindari pengawasan aparat maupun masyarakat.

Karena itu, kewaspadaan pelajar dinilai memiliki peran penting dalam memutus rantai penyalahgunaan narkoba sejak lingkungan sekolah.

Suasana sosialisasi berlangsung aktif. Para siswa mengajukan pertanyaan mengenai perbedaan sanksi hukum bagi pengguna dan pengedar, proses rehabilitasi, faktor yang membuat remaja rentan menjadi korban penyalahgunaan narkoba, hingga ciri-ciri penyalahguna narkotika.

Seluruh pertanyaan dijawab secara edukatif sehingga materi mudah dipahami oleh peserta.

Menutup kegiatan, Kombes Pol. Dr. Tedy Sopandi kembali menegaskan pentingnya edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan. "Generasi muda merupakan aset bangsa yang harus kita lindungi dari ancaman penyalahgunaan narkotika. Melalui kegiatan sosialisasi ini, kami berharap para pelajar memiliki pemahaman yang benar mengenai bahaya narkoba, berani menolak segala bentuk penyalahgunaannya, serta menjadi agen perubahan yang mampu mengajak lingkungan sekitarnya untuk bersama-sama mewujudkan sekolah dan masyarakat yang bersih dari narkoba," tegasnya.

Melalui kegiatan tersebut, Bidhumas Polda Kalimantan Timur berharap kerja sama antara kepolisian, BNN, sekolah, dan masyarakat terus diperkuat untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman serta bebas dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Baca Juga: Pemkot Balikpapan Naikkan Kuota Bedah Rumah 2027, Ribuan RTLH Jadi Prioritas

Poin Penting:

Insight Redaksi: Pencegahan penyalahgunaan narkotika akan memberikan dampak kuat apabila pendidikan menjadi garda terdepan. Kegiatan seperti ini menunjukkan pendekatan yang mengedepankan literasi sebelum penindakan. Itu penting, sebab pelajar menghadapi berbagai bentuk modus baru yang terus berkembang. Kada cukup hanya mengandalkan penegakan hukum. Edukasi yang konsisten menjadi investasi jangka panjang bagi lingkungan sekolah di Balikpapan.

Ikuti kegiatan edukasi serupa bila tersedia di sekolah atau lingkungan sekitar, lalu bagikan informasi ini kepada bubuhan ikam agar manfaatnya semakin luas.

Jangan tunggu menjadi korban untuk mulai peduli. Ikuti terus perkembangan informasi edukatif dan berita terpercaya hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Siapa yang menyelenggarakan sosialisasi ini?
Bidhumas Polda Kalimantan Timur bekerja sama dengan BNN Kota Balikpapan.

2. Di mana kegiatan dilaksanakan?
Di Aula SMA Negeri 4 Balikpapan pada Jumat, 24 Juli 2026.

3. Apa yang menjadi perhatian utama dalam materi sosialisasi?
Bahaya penyalahgunaan narkoba, narkotika jenis baru (NPS), serta penyalahgunaan vape yang mengandung etomidate.

4. Siapa narasumber dalam kegiatan tersebut?
Sri Lestari, S.E., M.M. dan Rully Abdi, S.H., M.H. dari BNN Kota Balikpapan.

Sumber Informasi: Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Media Balpos.com, dengan judul "Bidhumas Polda Kaltim Edukasi Ratusan Pelajar SMAN 4 Balikpapan, Waspadai Bahaya Narkoba hingga Modus Baru Vape Etomidate", oleh penulis Suyono, S.E. Di-update kembali dengan angle dan style Balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Kombes Pol. Dr. Tedy Sopandi SMAN 4 Balikpapan Vape Etomidate