Anak Mulai Tinggalkan Gadget, Permainan Tradisional Kembali Hidup di Balikpapan

AdminBTV • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 09:14 WIB
Anak-anak bermain bakiak panjang di Basecamp Wira Charity Teman Bertumbuh sebagai upaya mengurangi ketergantungan gadget.
Anak-anak bermain bakiak panjang di Basecamp Wira Charity Teman Bertumbuh sebagai upaya mengurangi ketergantungan gadget.

Durasi Baca: 6 Menit

Topik: Kegiatan komunitas menghidupkan permainan tradisional untuk mendukung tumbuh kembang anak

Ikhtisar: Artikel ini membahas upaya komunitas mengajak anak kembali bermain di ruang terbuka, manfaat permainan tradisional, serta pentingnya menyeimbangkan penggunaan gadget dalam kehidupan sehari-hari.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Basecamp Wira Charity Teman Bertumbuh di belakang Markas PMI Klandasan, Balikpapan, kembali dipenuhi gelak tawa anak-anak pada Minggu (26/7). Melalui permainan tradisional yang diikuti sekitar 25 peserta secara gratis, komunitas ini mengajak anak bergerak aktif, bersosialisasi, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan gadget.

Pernah membayangkan halaman bermain kembali ramai seperti dulu? Ceritanya dimulai dari sini. Simak sampai selesai, Ces!

Di tengah keseharian yang semakin akrab dengan layar gawai, ruang bermain bersama perlahan menjadi semakin jarang ditemui. Kondisi itu mendorong Wira Charity Teman Bertumbuh menghadirkan kegiatan sederhana, tetapi memiliki makna besar bagi perkembangan anak.

Alih-alih menghabiskan waktu dengan permainan digital, peserta diajak menikmati berbagai permainan tradisional yang membutuhkan kerja sama, gerak tubuh, sekaligus interaksi langsung dengan teman sebaya.

Baca Juga: Relawan KATANA Gunung Sari Ulu Dibekali Teknik Padamkan Kebakaran, Ini Materinya

Mengapa permainan tradisional kembali dihadirkan untuk anak-anak?

Suasana halaman basecamp berubah riuh ketika peserta mulai mencoba egrang bambu dan bakiak panjang. Tawa, sorakan, hingga semangat saling menyemangati terdengar hampir sepanjang kegiatan berlangsung.

Permainan tersebut dipilih bukan sekadar menghadirkan hiburan. Setiap aktivitas dirancang agar anak belajar menjaga keseimbangan, melatih koordinasi tubuh, berkomunikasi, hingga menyusun strategi sederhana bersama kelompoknya.

Kakak Pendamping Wira Charity Teman Bertumbuh, Irawati, mengatakan kegiatan ini memang menjadi agenda khusus komunitas untuk memberikan pengalaman bermain yang kini mulai jarang dirasakan banyak anak. "Anak-anak sekarang lebih sering bermain gadget. Lewat kegiatan ini kami ingin mengajak mereka kembali merasakan serunya permainan tradisional yang mengajarkan banyak hal, bukan hanya sekadar bermain," ujarnya.

Pesan itu menjadi dasar pelaksanaan kegiatan. Komunitas ingin menunjukkan bahwa permainan tradisional masih relevan sebagai media belajar sekaligus sarana membangun karakter anak sejak dini.

Bukan hanya bermain, tetapi juga belajar bekerja sama

Bakiak panjang menjadi salah satu permainan yang paling menarik perhatian peserta. Permainan ini mengharuskan setiap anggota kelompok menyamakan langkah agar bisa bergerak menuju garis akhir.

Dari aktivitas sederhana tersebut, anak-anak belajar mendengarkan arahan, menyusun kekompakan, serta memahami bahwa keberhasilan kelompok tidak ditentukan oleh kemampuan satu orang saja.

Hal serupa juga terlihat pada permainan egrang bambu. Anak-anak ditantang menjaga keseimbangan sambil terus mencoba meski beberapa kali kehilangan pijakan. Situasi itu menghadirkan pengalaman belajar yang berlangsung secara alami.

Menurut Irawati, permainan tradisional memiliki nilai edukatif yang tetap sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak masa kini.

Selain meningkatkan aktivitas fisik, permainan tersebut mengajarkan sportivitas, kesabaran, kemampuan menyelesaikan tantangan, hingga menghargai teman dalam setiap proses bermain bersama.

Tidak sedikit anak yang awalnya ragu mencoba permainan baru. Namun setelah beberapa kali percobaan, suasana berubah menjadi penuh semangat. Mereka saling memberi dukungan tanpa diminta.

Kondisi seperti inilah yang ingin terus dihadirkan komunitas melalui berbagai kegiatan rutin setiap bulannya.

Baca Juga: Motor Scoopy Raib Ditinggal Sebentar, di Gunung Bugis Balikpapan, Ini Kronologi Lengkapnya

Bagaimana komunitas ini membangun ruang bertumbuh bagi anak?

Bagi Wira Charity Teman Bertumbuh, kegiatan bermain hanyalah salah satu cara mendekatkan anak dengan lingkungan sekitarnya. Komunitas ini secara rutin menyelenggarakan program bulanan dengan tema berbeda agar anak memperoleh pengalaman belajar yang beragam.

Selain permainan tradisional, komunitas juga mengadakan belajar bersama, kegiatan berbagi kepada masyarakat, hingga berbagai aksi sosial yang melibatkan relawan. Pola kegiatan tersebut dirancang agar anak memiliki ruang untuk berkembang, bukan hanya saat berada di sekolah.

Irawati menjelaskan, setiap tema dipilih berdasarkan kebutuhan anak sekaligus kondisi sosial di sekitar mereka. Dengan begitu, kegiatan yang dilaksanakan tetap menyenangkan, tetapi mempunyai tujuan yang jelas.

"Harapannya, anak-anak bisa memiliki waktu untuk lepas dari gadget. Kalau tidak diajak berkegiatan seperti ini, biasanya mereka sibuk dengan handphone masing-masing. Kami ingin mengenalkan kembali permainan tradisional agar tidak hilang dan tetap dikenal generasi sekarang," katanya.

Pesan itu sekaligus menjadi pengingat bahwa pelestarian permainan tradisional tidak cukup hanya melalui cerita. Anak perlu merasakan sendiri pengalaman memainkannya agar nilai budaya tersebut tetap hidup dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Mengapa anak perlu sesekali lepas dari gadget?

Penggunaan perangkat digital memang telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Gadget membantu proses belajar, komunikasi, hingga mencari informasi dengan cepat.

Namun, berbagai lembaga kesehatan anak, termasuk World Health Organization (WHO) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), sama-sama menekankan pentingnya keseimbangan antara waktu layar dan aktivitas fisik. Aktivitas bermain di luar ruangan membantu mendukung perkembangan motorik, kemampuan sosial, serta kesehatan emosional anak.

Permainan tradisional menjadi salah satu alternatif karena menggabungkan unsur gerak, komunikasi, kreativitas, dan penyelesaian masalah dalam satu kegiatan sederhana.

Berbeda dengan permainan digital yang umumnya dilakukan secara individual, permainan seperti bakiak dan egrang mengharuskan peserta saling berdiskusi, menyesuaikan langkah, bahkan belajar menerima kegagalan sebelum akhirnya berhasil.

Pengalaman seperti itu sulit diperoleh apabila anak hanya berinteraksi melalui layar.

Baca Juga: Tiga LC Ditangkap, Polda Kaltim Perluas Penyidikan hingga Manajemen THM

Tips sederhana membantu anak mengurangi ketergantungan gadget:

  1. Tetapkan waktu khusus bermain di luar rumah setiap pekan.
  2. Libatkan anak dalam permainan kelompok bersama teman sebaya.
  3. Jadikan akhir pekan sebagai waktu aktivitas keluarga tanpa gawai.
  4. Kenalkan permainan tradisional secara bertahap agar anak tertarik mencoba.
  5. Orang tua ikut bermain sehingga suasana terasa menyenangkan.

Ruang bermain menjadi ruang membangun hubungan sosial

Selain melatih kemampuan fisik, kegiatan di Basecamp Wira Charity Teman Bertumbuh juga menghadirkan ruang pertemanan yang semakin penting di tengah perubahan gaya hidup masyarakat.

Melalui permainan kelompok, anak belajar menyapa teman baru, bergantian mengambil peran, menyelesaikan perbedaan pendapat, hingga menghargai usaha orang lain. Nilai-nilai sederhana tersebut tumbuh secara alami selama permainan berlangsung.

Suasana kebersamaan juga terlihat ketika peserta saling memberi semangat kepada teman yang kesulitan menjaga keseimbangan di atas egrang atau kehilangan langkah saat memainkan bakiak panjang.

Interaksi seperti itu menjadi pengalaman berharga karena mempertemukan anak dalam aktivitas nyata, bukan sekadar melalui percakapan di media sosial atau permainan daring.

Ke depan, Wira Charity Teman Bertumbuh berharap semakin banyak orang tua melibatkan anak dalam aktivitas bermain di luar rumah. Menurut komunitas tersebut, keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan permainan tradisional menjadi bagian penting untuk mendukung tumbuh kembang anak, baik dari sisi fisik, sosial, maupun emosional.

Poin Penting:

Insight Redaksi: Menghidupkan kembali permainan tradisional bukan sekadar menghadirkan nostalgia. Di Balikpapan, ruang bermain bersama mulai menjadi kebutuhan sosial ketika anak semakin akrab dengan layar digital. Langkah Wira Charity Teman Bertumbuh menunjukkan bahwa solusi kadang hadir dari kegiatan sederhana yang konsisten. Kada harus mahal untuk menciptakan pengalaman belajar bermakna. Justru ruang terbuka dan kebersamaan menjadi modal penting membangun karakter generasi muda.

Luangkan waktu akhir pekan mengajak anak bermain di luar rumah. Kadapapa sederhana, yang penting interaksi nyata terus terbangun bersama keluarga.

Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam agar semakin banyak keluarga mengenal manfaat permainan tradisional bagi tumbuh kembang anak.

Selalu ada cerita inspiratif yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ikuti terus informasi pilihan hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Di mana kegiatan permainan tradisional ini dilaksanakan?
Kegiatan berlangsung di Basecamp Wira Charity Teman Bertumbuh, tepat di belakang Markas PMI Klandasan, Balikpapan.

2. Berapa banyak anak yang mengikuti kegiatan?
Sekitar 25 anak mengikuti kegiatan bermain permainan tradisional secara gratis.

3. Permainan apa saja yang dimainkan peserta?
Anak-anak memainkan egrang bambu dan bakiak panjang secara berkelompok.

4. Apa tujuan utama kegiatan tersebut?
Mengajak anak aktif bergerak, memperkuat interaksi sosial, serta mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan gadget.

5. Selain bermain, apa saja kegiatan Wira Charity Teman Bertumbuh?
Komunitas rutin mengadakan belajar bersama, kegiatan berbagi kepada masyarakat, dan berbagai aksi sosial setiap bulan.

Sumber Informasi: Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Media Kaltim Post, dengan judul "Basecamp Wira Charity Teman Bertumbuh di Belakang Markas PMI Klandasan, Hidupkan Permainan Tradisional, Ajak Anak Lepas Gadget Sejenak", oleh penulis Nuron Setya Wijaya. Di-update kembali dengan angle dan style Balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Wira Charity Teman Bertumbuh Markas PMI Klandasan Balikpapan permainan tradisional