Durasi: 5 Menit
Topik: Kenaikan harga pangan di Balikpapan memicu langkah pengendalian pemerintah daerah
Ikhtisar: Harga beras dan sejumlah komoditas pangan mengalami kenaikan. Pemerintah Kota Balikpapan berupaya mengendalikan harga melalui koordinasi dengan distributor dan penyelenggaraan pasar murah.
Balikpapan TV - Hai Ces! Harga sejumlah kebutuhan pokok di Kota Balikpapan mengalami kenaikan, terutama beras, bawang, dan cabai. Pemerintah Kota Balikpapan menilai lonjakan tersebut perlu segera dikendalikan karena berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat.
Harga pangan memang sering berubah mengikuti kondisi pasokan. Namun kali ini kenaikan beras menjadi perhatian khusus. Simak sampai selesai, Ces!
Mengapa harga beras di Balikpapan melonjak?
Berdasarkan pemantauan Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, harga beras di pasaran kini sudah berada sekitar 12 persen di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Kenaikan tersebut melampaui batas toleransi yang diharapkan pemerintah daerah. Disdag menilai harga ideal yang sampai kepada masyarakat seharusnya tidak melebihi 5 persen dari HET.
Kepala Dinas Perdagangan Balikpapan, Haemusri Umar, meminta distributor ikut menjaga stabilitas harga.
"Itu harus dilakukan oleh distributor agar batas maksimal kenaikan harga hanya 5 persen dari HET sampai di tangan masyarakat," tegas Kepala Dinas Perdagangan Balikpapan, Haemusri Umar.
Menurut Haemusri, pihaknya telah berkomunikasi dengan para distributor agar bersama-sama mencari solusi sehingga kenaikan harga tidak semakin membebani masyarakat.
Apa penyebab harga pangan terus naik?
Disdag menyebut terdapat beberapa faktor yang memengaruhi kenaikan harga beras.
Salah satunya ialah meningkatnya harga gabah dari daerah asal pengiriman. Selain itu, penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) turut meningkatkan biaya distribusi.
Balikpapan sendiri bukan daerah penghasil beras. Sebagian besar kebutuhan pangan dipasok dari luar daerah, terutama Pulau Jawa dan Sulawesi.
Kondisi tersebut membuat perubahan harga di daerah produsen maupun biaya logistik langsung berdampak terhadap harga jual di Balikpapan.
Selain beras, Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat kenaikan harga pada sejumlah komoditas pangan lain seperti bawang dan cabai yang dipicu meningkatnya permintaan masyarakat.
Baca Juga: Dari Karya Anti-Narkoba hingga Judi Daring, Ini Para Juara DPSH Balikpapan 2026
Strategi apa yang dilakukan Pemkot Balikpapan?
Untuk menjaga stabilitas harga, Dinas Perdagangan memperkuat komunikasi dengan berbagai pihak, mulai dari distributor hingga organisasi yang dapat mendukung penyelenggaraan pasar murah.
Pemerintah Kota Balikpapan juga terus memanfaatkan program pasar murah sebagai salah satu upaya mengurangi beban pengeluaran masyarakat saat harga pangan meningkat.
Haemusri menjelaskan pihaknya telah menggandeng Kamar Dagang dan Industri (Kadin) serta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk membantu memberikan potongan harga pada komoditas tertentu.
"Strategi kami berkomunikasi dengan Kadin dan Baznas agar ikut serta memberikan semacam diskon hingga dukungan pembiayaan untuk harga pasar murah," ujarnya.
Sebagai contoh, beras premium kemasan 5 kilogram yang dijual seharga Rp77.000 akan memperoleh bantuan kupon potongan harga.
Kadin direncanakan memberikan kupon senilai Rp5.000 untuk sekitar 200 pembeli.
Sementara itu, Baznas juga menyiapkan bantuan kupon senilai Rp2.000.
"Total sudah ada potongan Rp7.000 untuk harga beras di pasar murah nanti. Itu cukup membantu kegiatan masyarakat," ungkap Haemusri.
Baca Juga: Tiga Gelar Juara Pertama Diraih Polres Berau dalam Lomba Pangan
Kapan pasar murah biasanya digelar?
Program pasar murah umumnya diselenggarakan pada periode ketika kebutuhan masyarakat meningkat.
Momentum seperti Hari Raya Idulfitri, Natal, maupun kondisi tertentu yang menyebabkan harga kebutuhan pokok melonjak menjadi waktu yang sering dipilih pemerintah daerah untuk menggelar kegiatan tersebut.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, BUMN, dan organisasi masyarakat, diharapkan harga pangan tetap terkendali sehingga daya beli masyarakat dapat terjaga.
Poin Penting:
- Harga beras di Balikpapan naik sekitar 12 persen dari HET.
- Pemerintah menginginkan kenaikan maksimal hanya 5 persen dari HET.
- Kenaikan dipengaruhi harga gabah dan biaya distribusi.
- Balikpapan bergantung pada pasokan pangan dari luar daerah.
- Pasar murah menjadi salah satu strategi menekan beban masyarakat.
- Kadin dan Baznas menyiapkan kupon potongan harga beras hingga total Rp7.000.
Insight Redaksi: Stabilitas harga pangan menjadi tantangan tersendiri bagi Balikpapan karena sebagian besar kebutuhan pokok masih didatangkan dari luar daerah. Selama ketergantungan pasokan masih tinggi, pengendalian harga memerlukan kolaborasi kuat antara pemerintah, distributor, dan pelaku usaha. Langkah pasar murah patut diapresiasi, tetapi penguatan rantai distribusi juga penting agar manfaatnya terasa lebih luas. Jadi jangan cuma menunggu harga turun, bubuhan perlu ikut memanfaatkan program yang sudah disiapkan.
Pantau jadwal pasar murah sejak awal supaya ikam dapat memanfaatkan potongan harga yang tersedia. Bagikan jua informasi ini ke bubuhan ikam agar semakin banyak warga memperoleh manfaat.
Selalu ikuti perkembangan informasi ekonomi dan kebutuhan masyarakat hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Mengapa harga beras di Balikpapan naik?
Karena harga gabah di daerah asal meningkat, biaya distribusi bertambah, serta permintaan masyarakat lebih tinggi.
2. Berapa kenaikan harga beras saat ini?
Sekitar 12 persen di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
3. Apa langkah yang dilakukan Pemkot Balikpapan?
Berkoordinasi dengan distributor dan menggelar pasar murah dengan dukungan Kadin serta Baznas.
4. Berapa potongan harga beras di pasar murah?
Total potongan direncanakan mencapai Rp7.000 untuk beras premium kemasan 5 kilogram.
Sumber Informasi: Artikel ini mengacu pada informasi resmi yang disampaikan Dinas Perdagangan Kota Balikpapan mengenai perkembangan harga pangan dan upaya pengendalian harga. Artikel disusun ulang secara orisinal dengan gaya jurnalistik Balikpapantv.id.
Editor : Arya Kusuma