Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Iptek Mimbar Opini

Dari Karya Anti-Narkoba hingga Judi Daring, Ini Para Juara DPSH Balikpapan 2026

AdminBTV • Sabtu, 18 Juli 2026 | 08:12 WIB
Pemenang DPSH Balikpapan 2026 bersiap mewakili kota pada kompetisi tingkat Provinsi Kaltim.
Pemenang DPSH Balikpapan 2026 bersiap mewakili kota pada kompetisi tingkat Provinsi Kaltim.

Durasi: 5 menit

Topik: Siswa SMAN 5 Balikpapan Menang Duta Pelajar Sadar Hukum 2026

Ikhtisar: Pasangan SMAN 5 Balikpapan menang melalui karya Paruhbaja dan melaju mewakili kota pada pemilihan tingkat Provinsi Kaltim.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Muthia Alya dan Muhammad Kenny Kusuma dari SMAN 5 Balikpapan meraih juara pertama Duta Pelajar Sadar Hukum 2026 tingkat Kota Balikpapan melalui karya anti-narkotika “Paruhbaja”, sekaligus mengantarkan keduanya mewakili Balikpapan ke tingkat Provinsi Kalimantan Timur. Penasaran kenapa karya pelajar ini menarik perhatian? Simak sampai tuntas, nah Ces!

Baca Juga: Kabar Gembira! Pemkot Balikpapan Salurkan 150.000 Seragam Sekolah Gratis untuk Siswa Baru

Mengapa karya Paruhbaja mengantarkan SMAN 5 Balikpapan menjadi juara?

Karya Muthia Alya dan Muhammad Kenny Kusuma berjudul “Paruhbaja sebagai Aksi Nyata Pelopor dan Pelapor dalam Upaya Penentasan Penyalahgunaan Narkotika pada Remaja di Balikpapan”.

Gagasan tersebut membawa pasangan SMAN 5 Balikpapan meraih posisi pertama dalam kompetisi karya tulis inovatif bertema kesadaran hukum.

Kemenangan itu menempatkan mereka sebagai wakil Balikpapan untuk mengikuti Pemilihan Duta Pelajar Sadar Hukum tingkat Provinsi Kalimantan Timur.

Program DPSH 2026 merupakan kolaborasi Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur. Program ini dirancang untuk menanamkan kesadaran hukum sejak usia sekolah. 

Apa pesan hukum yang dibawa dalam kompetisi pelajar ini?

Kepala Kejaksaan Negeri Balikpapan Andri Irawan yang mewakili Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak berhenti pada kompetisi.

Para pelajar diharapkan memahami hukum sekaligus mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah dan masyarakat.

“Diharapkan para pelajar dapat menularkan nilai-nilai positif dan meningkatkan kesadaran hukum di lingkungan sekitarnya sehingga ketertiban dan ketenteraman masyarakat dapat terus terjaga,” ujar Andri.

Arah tersebut sejalan dengan tujuan peluncuran DPSH 2026 tingkat Kaltim. Disdikbud Kaltim menyebut para duta diharapkan menjadi agen perubahan dan teladan yang menularkan nilai positif di lingkungan sekolah maupun masyarakat. 

Di sinilah posisi karya “Paruhbaja” menjadi menarik. Isu penyalahgunaan narkotika ditempatkan dalam pendekatan yang dekat dengan kehidupan pelajar, yakni melalui gagasan tentang peran siswa sebagai pelopor dan pelapor.

Baca Juga: BPS Ungkap Penyebab Ekspor Balikpapan Anjlok, Industri Pengolahan Jadi Sorotan

Siapa saja pemenang Duta Pelajar Sadar Hukum Balikpapan 2026?

Juara kedua diraih pasangan dari SMA Negeri 6 Balikpapan, Syauqi Ghifary Firdaus dan Azzahra Nur Hafidzia Kusuma.

Keduanya mengangkat karya berjudul “Podium Sinarko sebagai Media Edukasi Hukum Bahaya Narkotika bagi Pelajar”.

Posisi ketiga ditempati pasangan dari MAN Balikpapan, Manu Hindun Tamamaz dan Muhammad Faliq Rizky.

Mereka menyusun karya “Implementasi Inovasi Cerah sebagai Strategi Edukasi Hukum dalam Pencegahan Judi Daring di Kalangan Pelajar”.

Tiga karya terbaik tersebut menunjukkan isu kesadaran hukum di kalangan pelajar tidak hanya berkaitan dengan pemahaman aturan, tetapi juga bagaimana edukasi dapat dikemas melalui gagasan yang mudah diterapkan.

Berapa hadiah yang diterima para pemenang?

Masing-masing pemenang memperoleh uang pembinaan, piagam penghargaan, dan plakat sebagai bentuk apresiasi.

Rinciannya sebagai berikut:

Namun, hadiah bukan satu-satunya hasil dari kompetisi tersebut. Tiga pasangan terbaik juga memperoleh kesempatan untuk melanjutkan perjuangan sebagai perwakilan Balikpapan pada pemilihan DPSH tingkat provinsi.

Pada pelaksanaan DPSH tingkat provinsi tahun sebelumnya, para finalis tingkat provinsi berasal dari pemenang juara pertama, kedua, dan ketiga tingkat kabupaten/kota. Pola tersebut menunjukkan bahwa kompetisi daerah menjadi tahap penting menuju seleksi tingkat Kaltim.

Mengapa edukasi hukum melalui pelajar menjadi penting?

Kegiatan DPSH menempatkan pelajar bukan sekadar sebagai penerima informasi hukum, tetapi sebagai pihak yang diharapkan ikut menyebarkan pemahaman tersebut.

Pendekatan semacam ini juga terlihat dalam program pendidikan nasional yang mendorong pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui literasi dan kegiatan yang dekat dengan karakter peserta didik. Kemendikdasmen pada 2025 mendorong penguatan pencegahan narkoba di kalangan remaja melalui literasi digital dan kegiatan sekolah. 

Dalam konteks Balikpapan, karya “Paruhbaja” memperlihatkan bagaimana isu hukum dapat diangkat oleh pelajar melalui sudut pandang yang berasal dari lingkungan mereka sendiri.

Bukan hanya soal mengetahui larangan. Pelajar juga didorong memahami peran, tanggung jawab, serta pentingnya ikut menciptakan lingkungan yang aman.

Bagi Muthia dan Kenny, kemenangan ini menjadi langkah berikutnya. Tantangan berikutnya adalah membawa gagasan dari tingkat kota ke panggung Provinsi Kalimantan Timur.

Baca Juga: DPRD Balikpapan Segera Pindah ke Gedung Baru Senilai Rp140 Miliar, Siap Tingkatkan Pelayanan Warga, Ini Fasilitas Lengkap yang Disiapkan

Poin Penting:

Insight Redaksi: Kemenangan SMAN 5 Balikpapan menunjukkan bahwa isu hukum tidak harus disampaikan dengan bahasa kaku. Ketika pelajar ikut merancang gagasan, pesan pencegahan bisa terasa lebih dekat dengan lingkungan sekolah. Dari Balikpapan, “Paruhbaja” membawa pesan penting: pelajar bukan sekadar sasaran edukasi, tetapi bisa menjadi penggerak. Ini bukan lomba biasa, Ces. Gagasan yang lahir dari sekolah bisa punya dampak nyata kalau terus dipakai.

Buat bubuhan ikam yang punya adik, teman, atau keluarga masih sekolah, bagikan informasi ini. Edukasi soal hukum dan bahaya narkotika lebih kuat ketika dibicarakan bersama, kada hanya saat ada lomba pang.

Ikuti terus cerita pelajar Balikpapan yang berani membawa gagasan baik ke tingkat lebih tinggi, bagikan ke kawalan ikam dan dapatkan update hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ:

1. Siapa juara pertama Duta Pelajar Sadar Hukum Balikpapan 2026?
Muthia Alya dan Muhammad Kenny Kusuma dari SMAN 5 Balikpapan.

2. Apa judul karya juara pertama?
“Paruhbaja sebagai Aksi Nyata Pelopor dan Pelapor dalam Upaya Penentasan Penyalahgunaan Narkotika pada Remaja di Balikpapan”.

3. Siapa juara kedua dan ketiga?
Juara kedua berasal dari SMA Negeri 6 Balikpapan, sedangkan juara ketiga berasal dari MAN Balikpapan.

4. Berapa hadiah juara pertama?
Juara pertama memperoleh uang pembinaan Rp4,5 juta, piagam penghargaan, dan plakat.

5. Apa langkah berikutnya bagi para pemenang?
Tiga pasangan terbaik akan mewakili Balikpapan dalam Pemilihan Duta Pelajar Sadar Hukum tingkat Provinsi Kalimantan Timur.

Sumber Informasi: Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Media Kaltim Post, dengan judul "Usung Karya Anti-Narkoba 'Paruhbaja', Pasangan SMAN 5 Balikpapan Sabet Juara Duta Pelajar Sadar Hukum 2026!", oleh penulis Bayu Rolles. Di-update kembali dengan angle dan style balikpapantv.id. 

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Muthia Alya dan Muhammad Kenny Kusuma SMAN 5 Balikpapan Duta Pelajar Sadar Hukum 2026