Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Iptek Mimbar Opini

5 Fakta Pemanenan Air Hujan, Balikpapan Dorong Warga Manfaatkan Air Hujan, Ini Penjelasan DLH

Arya Kusuma • Jumat, 17 Juli 2026 | 09:05 WIB
Suasana program NGOPI Balikpapantv_Official membahas strategi pengelolaan air hujan bersama DLH Kota Balikpapan.
Suasana program NGOPI Balikpapantv_Official membahas strategi pengelolaan air hujan bersama DLH Kota Balikpapan.

Durasi Baca: 6 Menit

Topik: Penerapan pemanenan air hujan menjadi strategi menjaga ketahanan air baku Balikpapan.

Ikhtisar: Artikel ini membahas pentingnya pemanenan air hujan, dasar regulasinya, manfaat bagi masyarakat, serta langkah pemerintah mendorong penerapannya demi menjaga ketersediaan air baku.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Kota Balikpapan mulai memperkuat upaya menjaga ketahanan air baku melalui penerapan pemanenan air hujan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan menilai langkah ini penting karena kebutuhan air terus meningkat, sementara sumber air baku masih bertumpu pada waduk tadah hujan.

Cuaca panas yang belakangan terasa di Balikpapan menjadi pengingat bahwa persoalan air bersih bukan hanya urusan pemerintah. Nah, di sinilah peran masyarakat ikut dibutuhkan. Simak sampai tuntas, Ces!

Apa yang membuat pemanenan air hujan menjadi perhatian di Balikpapan?

Pertumbuhan Kota Balikpapan berjalan cukup pesat. Perkembangan permukiman, kawasan usaha, hingga perannya sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) membuat kebutuhan air bersih ikut meningkat dari tahun ke tahun.

Dalam program NGOPI Balikpapantv_Official edisi 16 Juli 2026, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Kota Balikpapan, Irmayanti, menjelaskan bahwa kondisi geografis Balikpapan berbeda dengan banyak daerah lain.

Kota ini tidak memiliki sungai besar sebagai sumber air baku. Selama ini, kebutuhan air masyarakat sebagian besar bergantung pada Waduk Manggar yang memanfaatkan tampungan air hujan. Saat musim kemarau berlangsung lebih lama, cadangan air di waduk pun ikut terpengaruh.

Karena itulah, pemerintah mendorong masyarakat mulai memanfaatkan air hujan sebagai sumber air alternatif untuk kebutuhan tertentu sehingga ketergantungan terhadap waduk dapat dikurangi.

Irmayanti mengatakan, "Pemanenan air hujan ini diharapkan menjadi salah satu alternatif sumber air baku, sehingga kita tidak hanya mengandalkan waduk saja."

Selain membantu menjaga ketersediaan air, pemanfaatan air hujan juga dinilai mampu mengurangi limpasan air saat hujan deras yang berpotensi memicu genangan maupun banjir di sejumlah kawasan.

Contoh tangki penampungan air hujan pada bangunan sebagai bagian penerapan Perda Pemanenan Air Hujan.
Contoh tangki penampungan air hujan pada bangunan sebagai bagian penerapan Perda Pemanenan Air Hujan.

Bagaimana aturan pemanenan air hujan diterapkan di Balikpapan?

Komitmen tersebut diperkuat melalui Peraturan Daerah Kota Balikpapan Nomor 23 Tahun 2023 tentang Pemanenan Air Hujan. Regulasi ini menjadi dasar pemerintah dalam mendorong penerapan sistem penampungan air hujan pada berbagai jenis bangunan.

Menurut Irmayanti, kebijakan tersebut bukan sekadar imbauan. Untuk kegiatan usaha maupun perusahaan, penerapan pemanenan air hujan telah menjadi bagian dari kewajiban sesuai ketentuan yang berlaku.

DLH juga mulai memasukkan aspek pemanenan air hujan ketika proses persetujuan lingkungan dilakukan. Dengan demikian, pengelolaan air hujan sudah menjadi bagian dari perencanaan pembangunan, bukan dilakukan setelah bangunan selesai berdiri.

Pendekatan itu diharapkan mampu membentuk kebiasaan baru dalam memanfaatkan sumber daya air yang selama ini sering terbuang begitu saja ketika hujan turun.

Secara umum, pemanenan air hujan merupakan proses menangkap air yang jatuh dari atap atau permukaan bangunan, kemudian menampungnya di dalam tangki maupun reservoir agar dapat dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan tertentu.

Air tersebut umumnya digunakan untuk aktivitas non-konsumsi seperti menyiram tanaman, mencuci kendaraan, membersihkan halaman, hingga kebutuhan sanitasi setelah melalui proses penyaringan sederhana sesuai ketentuan.

Baca Juga: Seragam Gratis Dibagikan, Pemkot Balikpapan Siapkan 150 Ribu Pasang untuk Murid Baru, Beban Masuk Sekolah Jadi Lebih Ringan

Benarkah air hujan aman dimanfaatkan masyarakat?

Masih ada sebagian masyarakat yang mempertanyakan keamanan penggunaan air hujan, terutama karena air ditampung melalui atap rumah yang dianggap berpotensi membawa kotoran.

Menanggapi hal tersebut, Irmayanti menjelaskan bahwa mekanisme pengelolaannya telah diatur dalam perda. Air hujan tidak langsung digunakan begitu saja, tetapi terlebih dahulu melalui proses penyaringan sederhana.

Media penyaring dapat berupa ijuk maupun batu-batuan yang berfungsi mengurangi kotoran sebelum air masuk ke dalam tempat penampungan. Setelah itu, air dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan yang memang tidak ditujukan untuk diminum.

Menurutnya, pemanfaatan air hujan bukan hanya soal menghemat penggunaan air bersih dari jaringan distribusi, tetapi juga bagian dari upaya menjaga keseimbangan lingkungan.

Apabila kapasitas penampungan telah penuh, sisa air hujan dianjurkan dialirkan menuju sumur resapan atau kolam retensi agar kembali menjadi cadangan air tanah sehingga siklus hidrologi tetap terjaga.

Prinsip sederhana inilah yang ingin terus dikenalkan kepada masyarakat Balikpapan. Air hujan dipandang sebagai sumber daya yang masih memiliki nilai manfaat apabila dikelola dengan baik, bukan sekadar air yang mengalir menuju saluran drainase.

Melalui berbagai sosialisasi, DLH juga berupaya mengubah cara pandang masyarakat terhadap air hujan. Air yang selama ini langsung mengalir ke saluran pembuangan dinilai masih dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari sehingga penggunaan air bersih dari waduk menjadi lebih efisien.

Irmayanti menilai perubahan kebiasaan itu perlu dimulai dari lingkungan rumah tangga. Semakin banyak warga yang menampung air hujan, semakin besar pula kontribusinya dalam menjaga cadangan air baku Kota Balikpapan pada masa mendatang.

Baca Juga: Kilang Pertamina Balikpapan Resmi Beroperasi, RI Hemat Impor BBM Rp60 Triliun

Di mana saja program pemanenan air hujan sudah diterapkan?

Pemerintah Kota Balikpapan tidak hanya menyusun regulasi, tetapi juga menyiapkan sejumlah lokasi percontohan agar masyarakat dapat melihat langsung penerapan sistem tersebut.

Menurut Irmayanti, beberapa wilayah yang telah menjadi pilot project antara lain Kelurahan Sungai Nangka, Graha Indah, serta Kampung Bungas di Gunung Sari.

Selain kawasan permukiman, penerapan juga dilakukan pada sektor pendidikan. Salah satu contohnya adalah SMP Negeri 22 Balikpapan yang telah memanfaatkan sistem pemanenan air hujan bahkan sebelum program tersebut digalakkan secara luas oleh DLH.

Pengalaman sekolah tersebut menunjukkan bahwa air hujan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sanitasi seperti kamar mandi maupun kegiatan operasional lainnya sehingga penggunaan air bersih dapat ditekan.

DLH berharap langkah serupa dapat diikuti kantor pemerintahan, kawasan industri, hotel, sekolah, hingga berbagai fasilitas umum lainnya agar pemanfaatan air hujan menjadi kebiasaan baru di Balikpapan.

Mengapa kolaborasi lintas instansi menjadi kunci keberhasilan program ini?

Penerapan pemanenan air hujan tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup. Program ini melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah agar pelaksanaannya berjalan sejak tahap perencanaan pembangunan.

Irmayanti menjelaskan bahwa penyusunan site plan bangunan dilakukan bersama perangkat daerah terkait, sementara persyaratan teknis bangunan juga melibatkan Dinas Pekerjaan Umum melalui proses Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

Keberadaan sarana pemanenan air hujan menjadi salah satu unsur yang diperhatikan sebelum penerbitan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) bagi bangunan usaha sesuai ketentuan yang berlaku.

Untuk bangunan yang sudah berdiri sebelumnya, evaluasi tetap dilakukan melalui mekanisme pemeriksaan sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 23 Tahun 2023.

Kolaborasi lintas instansi tersebut diharapkan membuat kebijakan tidak berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar diterapkan pada pembangunan baru maupun bangunan yang telah beroperasi.

Apa manfaat langsung bagi masyarakat jika mulai menampung air hujan?

Selain membantu menjaga cadangan air baku kota, masyarakat juga dapat merasakan manfaat ekonomi dalam penggunaan sehari-hari.

Irmayanti mengatakan, ketika tampungan waduk berkurang, distribusi air bersih dapat dilakukan secara bergiliran. Dalam kondisi seperti itu, air hujan yang telah ditampung dapat menjadi cadangan untuk kebutuhan non-konsumsi di rumah.

Menurutnya, biaya yang dikeluarkan masyarakat hanya pada penyediaan tempat penampungan di awal. Setelah sistem tersedia, air hujan dapat dimanfaatkan berulang kali untuk mencuci, menyiram tanaman, hingga kebutuhan lainnya.

DLH juga membuka ruang bagi masyarakat yang ingin memperoleh sosialisasi mengenai tata cara penerapan sistem pemanenan air hujan sesuai ketentuan yang berlaku.

Di akhir dialog, Irmayanti menyampaikan harapan agar pengelolaan air hujan tidak hanya dipandang sebagai kewajiban memenuhi aturan.

"Pengelolaan air hujan ini bukan sekadar memenuhi aturan, tapi merupakan investasi untuk masa depan."

Pesan tersebut kemudian ditegaskan kembali oleh pembawa acara Wiji Winarko, S.H., M.H. Menurutnya, menjaga ketersediaan air berarti menjaga masa depan Kota Balikpapan. Menampung air hujan menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan bersama sebelum diolah sesuai kebutuhan.

Poin Penting:

Insight Redaksi: Ketahanan air Balikpapan makin penting seiring pertumbuhan kota dan perannya sebagai penyangga IKN. Fakta bahwa sumber air baku masih bergantung pada waduk membuat upaya memanen air hujan layak dipandang sebagai langkah strategis, bukan sekadar memenuhi aturan. Tantangannya kini bukan lagi menyusun regulasi, melainkan membangun kebiasaan bersama. Kada cukup hanya pemerintah yang bergerak. Partisipasi warga menjadi penentu keberhasilan. Itu poin pentingnya, Ces.

Mulailah dari rumah dengan sistem penampungan sederhana yang sesuai kebutuhan. Langkah kecil hari ini bisa memberi manfaat panjang bagi keluarga, Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya semakin banyak warga memahami pentingnya menjaga cadangan air baku Balikpapan, Ces.

Penasaran dengan berbagai inovasi lingkungan dan kebijakan yang berdampak langsung bagi kehidupan warga? Ikuti terus informasi terbaru hanya di Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Mengapa Balikpapan mendorong pemanenan air hujan?
Karena kebutuhan air terus meningkat sementara sumber air baku kota masih banyak bergantung pada Waduk Manggar yang merupakan waduk tadah hujan.

2. Apakah air hujan dapat langsung diminum?
Tidak. Dalam pembahasan DLH, air hujan dimanfaatkan untuk kebutuhan non-konsumsi setelah melalui penyaringan sederhana sesuai ketentuan.

3. Wilayah mana yang menjadi percontohan program ini?
Kelurahan Sungai Nangka, Graha Indah, Kampung Bungas di Gunung Sari, serta SMP Negeri 22 Balikpapan sebagai contoh penerapan.

4. Apa manfaat yang dirasakan masyarakat?
Pemanenan air hujan membantu menghemat penggunaan air bersih, menjadi cadangan saat distribusi terbatas, serta mendukung pelestarian lingkungan.

Sumber Informasi: Informasi ini sudah tayang sebelumnya di Media Youtube @Balikpapantv_Official, dengan judul "LIVE NGOPI || PENERAPAN PENGELOLAAN AIR HUJAN". Di-publikasikan kembali dengan angle dan style artikel Balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
Irmayanti Pemanenan Air Hujan kota balikpapan