Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Iptek Mimbar Opini

Dana Transfer Pusat Turun, Balikpapan Siapkan Target PAD Rp1,68 Triliun

AdminBTV • Kamis, 16 Juli 2026 | 06:46 WIB
Ketua DPRD Balikpapan Alwi Al Qadri memimpin pembahasan KUA-PPAS 2027 saat dana transfer pusat diproyeksikan turun.
Ketua DPRD Balikpapan Alwi Al Qadri memimpin pembahasan KUA-PPAS 2027 saat dana transfer pusat diproyeksikan turun.

Durasi Baca: 5 menit

Topik: Proyeksi Dana Transfer Pusat Turun, PAD Balikpapan Didorong Naik

Ikhtisar: Penurunan dana transfer pusat membuat Balikpapan menyiapkan strategi penguatan PAD dan efisiensi APBD 2027.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Proyeksi dana transfer pemerintah pusat untuk Balikpapan pada 2027 turun menjadi sekitar Rp800 miliar, mendorong DPRD dan Pemkot memperkuat PAD sebagai penopang pembiayaan daerah. Targetnya naik Rp100 miliar. Simak kenapa angka ini penting, Ces!

Baca Juga: Kuota LPDP Tahap I Baru 72 Persen, Peluang Tahap II Masih Terbuka

Mengapa dana transfer pusat Balikpapan diproyeksikan turun menjadi Rp800 miliar?

Pemerintah Kota Balikpapan diperkirakan hanya menerima dana transfer dari pemerintah pusat sekitar Rp800 miliar pada 2027.

Proyeksi itu dibahas DPRD Kota Balikpapan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dalam pembahasan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027, Rabu (15/7/2026).

Ketua DPRD Kota Balikpapan Alwi Al Qadri menyebut penurunan dana transfer telah terlihat dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2025, dana transfer yang diterima Balikpapan masih berada di atas Rp2 triliun. Angkanya kemudian turun menjadi sekitar Rp1 triliun pada 2026.

Kini, proyeksi untuk 2027 kembali menyusut menjadi sekitar Rp800 miliar.

“Kalau melihat proyeksi, transfer dari pemerintah pusat pada 2027 diperkirakan hanya sekitar Rp800 miliar. Angka itu jauh berkurang dibanding beberapa tahun sebelumnya,” ujar Alwi.

Penurunan tersebut menjadi perhatian karena transfer pusat merupakan salah satu komponen penting dalam kapasitas keuangan daerah.

Apa dampaknya bagi penyusunan APBD Balikpapan 2027?

DPRD menilai kondisi fiskal yang lebih ketat membuat penyusunan APBD 2027 harus dilakukan secara selektif dan efisien.

Alwi mengatakan berkurangnya transfer pusat akan memengaruhi kemampuan keuangan daerah dalam membiayai berbagai kebutuhan pembangunan.

“Artinya memang ada pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat. Tentu kondisi ini berdampak terhadap kemampuan keuangan daerah,” katanya.

Karena itu, pembahasan KUA-PPAS tidak hanya berfokus pada besaran belanja, tetapi juga kemampuan pemerintah daerah memperkuat sumber pendapatan dari dalam daerah.

Bagi pembaca, dampaknya akan terlihat dari bagaimana pemerintah menentukan prioritas. Ketika ruang fiskal menyempit, setiap target pendapatan dan belanja harus diuji dengan kemampuan nyata.

Baca Juga: 10 Stan Kuliner Ramai Diserbu Pengunjung Job Market Fair Balikpapan 2026, Ini Penyebabnya

PAD Balikpapan ditargetkan naik Rp100 miliar, dari mana sumbernya?

DPRD dan Pemkot Balikpapan memproyeksikan PAD meningkat dari Rp1,58 triliun menjadi Rp1,68 triliun pada 2027.

Artinya, terdapat target kenaikan sekitar Rp100 miliar yang harus direalisasikan melalui langkah konkret.

“Kami masih fokus membahas pendapatan daerah. Target PAD naik sekitar Rp100 miliar dan itu harus dibarengi langkah konkret agar dapat direalisasikan,” jelas Alwi.

DPRD menilai masih terdapat potensi pendapatan yang dapat dioptimalkan. Namun, target tersebut tidak cukup hanya dicantumkan dalam dokumen perencanaan.

Kemampuan setiap organisasi perangkat daerah (OPD) dalam mencapai target pendapatan akan menjadi perhatian dalam pembahasan berikutnya.

Di titik ini, angka Rp100 miliar menjadi tantangan yang cukup jelas: bukan sekadar target administratif, melainkan penerimaan yang harus benar-benar masuk ke kas daerah.

Mengapa target PAD harus dibuktikan dengan kinerja OPD?

DPRD ingin melihat kemampuan setiap OPD dalam memenuhi target pendapatan sesuai potensi yang dimiliki.

Pengawasan itu penting karena target PAD yang terlalu tinggi tanpa perhitungan kemampuan penerimaan dapat menyulitkan pelaksanaan APBD.

Sebaliknya, potensi yang belum tergarap juga bisa membuat daerah kehilangan ruang untuk membiayai kebutuhan publik.

Pembahasan bersama TAPD dan seluruh perangkat daerah masih akan berlanjut. Hasilnya menjadi dasar penyusunan Rancangan APBD Kota Balikpapan Tahun Anggaran 2027.

Dengan demikian, perhatian tidak berhenti pada penurunan dana transfer pusat. Tantangan berikutnya adalah memastikan peningkatan PAD memiliki dasar yang kuat dan bisa diwujudkan.

Baca Juga: Pajak Balikpapan Disorot DPRD, Tapping Box hingga Tunggakan Jadi Perhatian

Apa yang perlu dicermati warga dari perubahan komposisi pendapatan daerah?

Perubahan dari dana transfer di atas Rp2 triliun pada 2025 menjadi proyeksi sekitar Rp800 miliar pada 2027 menunjukkan ruang fiskal Balikpapan sedang menghadapi tekanan.

Di sisi lain, target PAD naik Rp100 miliar menunjukkan pemerintah daerah sedang mencari ruang pendapatan dari sumber lokal.

Kombinasi kedua kondisi itu membuat pembahasan APBD 2027 menjadi penting bagi masyarakat.

Pilihan anggaran akan menentukan sektor mana yang mendapat prioritas ketika sumber pendapatan berubah.

Bagi warga Balikpapan, isu ini bukan sekadar angka dalam dokumen anggaran. Setiap perubahan pendapatan dapat memengaruhi kemampuan pemerintah menjalankan program pembangunan dan pelayanan publik.

Poin Penting:

Insight Redaksi: Bagi Balikpapan, penurunan transfer pusat bukan sekadar urusan angka APBD. Tekanan ini memaksa pemerintah menunjukkan mana potensi PAD yang benar-benar bisa dipanen dan mana yang hanya bagus di atas kertas. Target Rp100 miliar harus diuji dengan kinerja, bukan optimisme. Di sinilah pengawasan DPRD penting. Kalau targetnya jelas, hasilnya jua harus jelas, Ces. Kada cukup sekadar menaikkan angka.

Mau terus mengikuti kabar anggaran dan pembangunan kota tanpa ketinggalan? Bagikan ke kawalan ikam dan selalu Update info hanya di Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Berapa dana transfer pusat yang diproyeksikan diterima Balikpapan pada 2027?
Sekitar Rp800 miliar.

2. Berapa dana transfer yang diterima Balikpapan pada 2025?
Lebih dari Rp2 triliun.

3. Berapa target PAD Balikpapan pada 2027?
PAD diproyeksikan naik dari Rp1,58 triliun menjadi Rp1,68 triliun.

4. Berapa kenaikan PAD yang ditargetkan?
Sekitar Rp100 miliar.

5. Apa dasar penyusunan APBD Balikpapan 2027?
Hasil pembahasan KUA-PPAS bersama TAPD dan seluruh perangkat daerah.

Sumber Informasi: Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Media Balpos.com, dengan judul “Transfer Dana Pusat ke Balikpapan Diprediksi Anjlok Jadi Rp800 Miliar pada 2027, DPRD Andalkan PAD Naik Rp100 Miliar”, oleh penulis Mella Intan Thiarani. Di-update kembali dengan angle dan style balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Alwi Al Qadri balikpapan Dana Transfer Pusat