Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Iptek Mimbar Opini

MPLS SD Patra Dharma 1 Balikpapan Tanamkan Karakter Sejak Hari Pertama, Siswa Diajak Berani Bermimpi Besar

AdminBTV • Rabu, 15 Juli 2026 | 08:01 WIB
Suasana peserta didik baru mengikuti kegiatan MPLS di SD Patra Dharma 1 Balikpapan.
Suasana peserta didik baru mengikuti kegiatan MPLS di SD Patra Dharma 1 Balikpapan.

Durasi Baca: 6 Menit

Topik: Pendidikan karakter melalui MPLS membangun semangat baru dan cita-cita peserta didik

Ikhtisar: MPLS di SD Patra Dharma 1 Balikpapan dimanfaatkan sebagai langkah awal membentuk karakter, menumbuhkan semangat belajar, serta memperkuat kolaborasi sekolah dan keluarga.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! MPLS Tahun Ajaran 2026/2027 di SD Patra Dharma 1 Balikpapan dimanfaatkan sebagai awal membangun karakter peserta didik. Kepala sekolah menegaskan, masa pengenalan sekolah bukan sekadar mengenalkan lingkungan belajar, tetapi juga menanamkan semangat, sikap positif, dan keberanian memiliki cita-cita besar sejak hari pertama.

Tahun ajaran baru selalu membawa cerita baru. Nah, momen inilah yang dimanfaatkan sekolah untuk membentuk fondasi yang kuat sejak awal. Simak sampai akhir, Ces!

Baca Juga: Target 12 Ribu Sambungan Air Bersih, Pemkot Balikpapan Percepat Penanganan Banjir DAS Ampal

Apa yang Ingin Ditanamkan Melalui MPLS di SD Patra Dharma 1 Balikpapan?

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Patra Dharma 1 Balikpapan berlangsung dengan pendekatan yang menempatkan pendidikan karakter sebagai fokus utama. Peserta didik baru diajak mengenal lingkungan sekolah sekaligus memahami nilai-nilai yang akan mendampingi proses belajar mereka.

Pesan tersebut disampaikan Kepala SD Patra Dharma 1 Balikpapan, Hariyanto, saat membuka MPLS Tahun Ajaran 2026/2027 pada Senin (13/7) di hadapan ratusan siswa beserta orang tua.

Hariyanto mengingatkan bahwa memasuki tahun ajaran baru bukan hanya identik dengan perlengkapan sekolah yang baru. Menurutnya, perubahan paling penting justru berasal dari dalam diri setiap peserta didik.

"Yang terpenting bukan hanya perlengkapan sekolah yang baru, tetapi semangat harus baru, sikap juga harus lebih baik, dan mimpi harus lebih besar dari tahun sebelumnya," ujar Hariyanto.

Pesan tersebut menjadi penekanan bahwa pendidikan dasar bukan hanya mengejar kemampuan akademik, tetapi juga membangun cara berpikir positif sejak usia dini.

Mengapa Pendidikan Karakter Menjadi Prioritas Sejak Hari Pertama?

Hariyanto menjelaskan MPLS merupakan pintu awal bagi peserta didik untuk memahami budaya sekolah sekaligus mengenal berbagai nilai yang akan diterapkan selama menjalani pendidikan.

Bagi siswa kelas I, fase ini menjadi awal perjalanan mengenal dunia sekolah. Mereka mulai belajar membaca, menulis, berhitung, bermain bersama teman, berkomunikasi, hingga melatih kemandirian dalam berbagai aktivitas sederhana.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga menempatkan MPLS sebagai kegiatan yang bertujuan membantu peserta didik beradaptasi dengan lingkungan belajar secara aman, menyenangkan, inklusif, dan ramah anak.

Karena itu, kegiatan selama MPLS tidak hanya berisi pengenalan ruang kelas atau tata tertib sekolah. Peserta didik juga diperkenalkan pada kebiasaan positif yang diharapkan menjadi budaya sehari-hari.

Menurut Hariyanto, sekolah memiliki tanggung jawab membentuk pribadi yang memiliki karakter baik, mulai dari sikap disiplin, kejujuran, kemandirian, hingga kemampuan menghargai sesama.

Nilai-nilai tersebut dinilai menjadi bekal penting yang akan dibawa peserta didik hingga dewasa.

Baca Juga: Swiss-Belhotel Balikpapan Buka Pengalaman Kuliner Baru, Simak Keunikan Pop Up Kitchen

Bagaimana Sekolah Membantu Siswa Baru Beradaptasi?

Memasuki lingkungan baru sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi peserta didik, khususnya siswa kelas I yang baru pertama kali menjalani aktivitas sekolah dasar.

Rasa canggung maupun belum mengenal teman merupakan hal yang wajar. Karena itu, sekolah menyiapkan pendampingan selama lima hari pelaksanaan MPLS.

Seluruh guru dilibatkan untuk membantu peserta didik mengenal lingkungan sekolah sekaligus membangun rasa percaya diri.

"Kalau ada yang belum mengenal teman atau merasa kesulitan, jangan takut. Bapak dan Ibu Guru akan mendampingi dengan penuh kasih sayang," kata Hariyanto.

Pendekatan tersebut sejalan dengan pelaksanaan MPLS ramah anak yang mengedepankan pendampingan tanpa kekerasan maupun tindakan yang merendahkan peserta didik.

Lingkungan belajar yang nyaman dinilai menjadi salah satu faktor penting agar anak dapat beradaptasi dengan cepat dan menikmati proses belajar sejak awal.

Mengapa Peran Orang Tua Sangat Menentukan?

Selain menyampaikan pesan kepada peserta didik, Hariyanto juga mengajak para orang tua membangun komunikasi dan kerja sama yang erat dengan sekolah.

Menurutnya, pendidikan tidak dapat berjalan maksimal apabila hanya bertumpu pada proses pembelajaran di sekolah.

Kebiasaan baik yang diajarkan guru membutuhkan dukungan keluarga agar dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari anak.

Kolaborasi tersebut mencakup pembiasaan disiplin, tanggung jawab, sopan santun, kepedulian terhadap sesama, hingga semangat belajar yang konsisten.

Hariyanto menilai pendidikan karakter memiliki posisi yang sama pentingnya dengan pencapaian akademik.

Keberhasilan seseorang pada masa depan, menurutnya, tidak hanya ditentukan oleh nilai pelajaran. Sikap, tanggung jawab, kejujuran, dan kebiasaan positif juga memiliki pengaruh besar dalam kehidupan.

Selama enam tahun menempuh pendidikan dasar, sekolah berharap peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang berkarakter kuat, berakhlak baik, dan siap menghadapi tantangan pada masa mendatang.

Tips Singkat agar Anak Nyaman Mengikuti MPLS

  1. Bangun rutinitas tidur dan bangun pagi beberapa hari sebelum sekolah dimulai.
  2. Berikan semangat tanpa memberi tekanan berlebihan kepada anak.
  3. Ajak anak bercerita setiap selesai mengikuti kegiatan MPLS.
  4. Jalin komunikasi dengan guru apabila anak mengalami kesulitan beradaptasi.
  5. Berikan apresiasi atas setiap perkembangan kecil yang ditunjukkan anak.

Baca Juga: Penemuan Jenazah di Kamar Kos Balikpapan, Dugaan Penyebab Kematian Masih Didalami

Poin Penting:

Insight Redaksi: Pendidikan dasar menjadi masa penting membangun kebiasaan yang akan terbawa hingga dewasa. Pesan SD Patra Dharma 1 Balikpapan menunjukkan keberhasilan belajar kada hanya diukur dari nilai rapor, tetapi juga dari karakter yang tumbuh setiap hari. Sinergi sekolah dan keluarga pang menjadi kunci. Semakin kuat komunikasi keduanya, semakin besar peluang lahir generasi yang siap menghadapi perubahan. Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam agar makin banyak yang memahami pentingnya pendidikan karakter sejak dini, Ces. Selalu update info hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa fokus utama MPLS di SD Patra Dharma 1 Balikpapan?
MPLS difokuskan untuk mengenalkan lingkungan sekolah sekaligus membentuk karakter peserta didik sejak awal tahun ajaran.

2. Apa pesan Kepala SD Patra Dharma 1 Balikpapan kepada siswa baru?
Hariyanto mengajak siswa memiliki semangat baru, sikap yang semakin baik, dan cita-cita yang lebih besar dibanding tahun sebelumnya.

3. Berapa lama kegiatan MPLS berlangsung?
Peserta didik akan mengikuti pendampingan selama lima hari bersama para guru.

4. Mengapa orang tua diajak terlibat dalam pendidikan karakter?
Karena pembiasaan karakter akan berjalan efektif apabila sekolah dan keluarga menerapkan nilai yang selaras.

Sumber Informasi: Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Media Kaltim Post, dengan judul "MPLS Jadi Awal Tanamkan Karakter, Kepala SD Patra Dharma 1 Balikpapan Ajak Siswa Berani Bermimpi Besar", oleh penulis Romdani. Di-update kembali dengan angle dan style balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Hariyanto MPLS Tahun Ajaran 2026/2027 SD Patra Dharma 1 Balikpapan