Durasi Baca: 5 Menit
Topik: Penemuan proyektil bom militer saat pembangunan rumah di Balikpapan Tengah.
Ikhtisar: Penemuan proyektil bom aktif saat penggalian fondasi rumah memicu evakuasi tim penjinak bom serta menjadi pengingat adanya sisa amunisi Perang Dunia II di Balikpapan.
Balikpapan TV - Hai Ces! Sebuah proyektil bom militer seberat sekitar 50 kilogram ditemukan saat proses penggalian fondasi rumah di Jalan Ahmad Yani RT 58, Gunung Sari Ilir, Balikpapan Tengah, Minggu (12/7/2026). Temuan ini langsung ditangani Tim Penjinak Bom Satbrimob Polda Kalimantan Timur karena benda tersebut masih memiliki fuse aktif dan berpotensi membahayakan keselamatan warga.
Peristiwa ini mengingatkan bahwa sejarah panjang Balikpapan sebagai salah satu medan pertempuran pada Perang Dunia II masih meninggalkan jejak yang dapat ditemukan hingga sekarang. Ikuti terus penjelasannya, siapa tahu informasi ini suatu saat bisa menyelamatkan banyak orang, Ces!
Baca Juga: Atasi Banjir DAS Ampal, Kolam Retensi Ujung Tanah Balikpapan Bakal Dilengkapi Spot Memancing Warga
Bagaimana proyektil bom itu ditemukan?
Penemuan bermula ketika dua pekerja bangunan bernama Anto dan Subakir sedang menggali tanah untuk pekerjaan fondasi rumah sekitar pukul 16.00 Wita.
Di tengah aktivitas tersebut, keduanya menemukan benda logam berukuran besar yang bentuknya menyerupai amunisi militer. Mereka memilih menghentikan pekerjaan dan tidak mencoba mengangkat ataupun memindahkan benda tersebut.
Keputusan itu menjadi langkah penting. Alih-alih mengambil risiko, keduanya segera melaporkan temuan tersebut kepada aparat kepolisian agar dapat ditangani sesuai prosedur.
Tindakan cepat para pekerja dinilai membantu mencegah potensi bahaya yang mungkin terjadi apabila proyektil mengalami benturan keras saat dipindahkan secara sembarangan.
Mengapa proyektil itu dianggap sangat berbahaya?
Merespons laporan masyarakat, Tim Subden Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Satbrimob Polda Kalimantan Timur yang dipimpin Ipda Harmoko segera mendatangi lokasi penemuan.
Setelah dilakukan pemeriksaan awal, tim memastikan benda tersebut merupakan proyektil bom militer dengan panjang sekitar 59 sentimeter, diameter sekitar 16 sentimeter, serta berat kurang lebih 50 kilogram.
Yang membuat situasi semakin serius, proyektil tersebut masih memiliki fuse aktif. Kondisi itu menunjukkan bahwa meski telah terkubur selama puluhan tahun, benda tersebut masih berpotensi meledak apabila mengalami kondisi tertentu.
Untuk menghindari risiko terhadap masyarakat sekitar, area penemuan lebih dahulu disterilkan sebelum proses evakuasi dilakukan sesuai standar operasional penanganan bahan peledak.
Proyektil kemudian dipindahkan menggunakan bomb blanket menuju Markas Komando Satbrimob Polda Kalimantan Timur untuk diamankan di tempat penyimpanan khusus.
Baca Juga: SMA Taruna Nusantara IKN Resmi Dihuni Angkatan Pertama, Ini Harapan Besarnya
Apa kata Brimob Polda Kaltim?
Komandan Satuan Brimob Polda Kalimantan Timur, Kombes Pol Ronny Suseno, menegaskan proyektil yang ditemukan memiliki tingkat bahaya tinggi sehingga proses penanganannya harus dilakukan secara profesional. "Proyektil ini memiliki daya ledak tinggi dan berpotensi menimbulkan korban jiwa apabila mengalami benturan keras atau terpapar kondisi tertentu," terang Kombes Pol Ronny Suseno.
Menurut Ronny, keberadaan bahan peledak yang telah lama terkubur tidak berarti kehilangan daya bahayanya.
Karena itu, setiap laporan masyarakat mengenai dugaan amunisi atau bahan peledak harus segera ditindaklanjuti agar risiko terhadap keselamatan warga dapat diminimalkan.
Ia juga menilai kecepatan respons Tim Jibom menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan lingkungan sekitar lokasi penemuan.
Mengapa penemuan seperti ini masih mungkin terjadi di Balikpapan?
Balikpapan memiliki nilai sejarah yang sangat penting dalam Perang Dunia II. Kota ini pernah menjadi salah satu kawasan strategis karena keberadaan fasilitas minyak yang menjadi sasaran perebutan kekuatan militer saat itu.
Sejumlah catatan sejarah menunjukkan wilayah Balikpapan mengalami berbagai operasi militer yang meninggalkan sisa perlengkapan perang, termasuk amunisi yang belum sempat diledakkan atau diamankan.
Meski sebagian besar telah berhasil dibersihkan selama puluhan tahun terakhir, kemungkinan ditemukannya sisa amunisi masih tetap ada, terutama ketika dilakukan penggalian tanah untuk pembangunan rumah, jalan, maupun proyek konstruksi lainnya.
Karena itulah masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan apabila menemukan benda logam dengan bentuk menyerupai proyektil, granat, atau amunisi militer.
Ronny kembali mengingatkan agar masyarakat tidak mengambil tindakan sendiri. "Karena itu, kemungkinan ditemukannya sisa-sisa amunisi masih ada. Jika masyarakat menemukan benda mencurigakan, segera laporkan kepada Bhabinkamtibmas atau kepolisian terdekat dan jangan mencoba memindahkannya sendiri," pintanya.
Baca Juga: Di Tengah Tren Kopi Kekinian, Nam Min Balikpapan Bertahan dengan Cara Tradisional
Apa yang harus dilakukan jika menemukan benda serupa?
Petugas menegaskan keselamatan harus menjadi prioritas utama. Apabila menemukan benda yang diduga merupakan amunisi atau bahan peledak, masyarakat sebaiknya segera menjauh dari lokasi dan mencegah orang lain mendekat.
Selain itu, hindari menyentuh, membersihkan, memukul, atau mencoba memindahkan benda tersebut karena kondisi internalnya tidak dapat diketahui secara kasat mata.
Langkah paling aman adalah segera menghubungi kepolisian atau Bhabinkamtibmas setempat agar Tim Jibom dapat melakukan identifikasi dan penanganan sesuai prosedur.
Dengan cara tersebut, risiko terhadap warga maupun pekerja proyek dapat ditekan semaksimal mungkin, terutama di wilayah yang memiliki sejarah pertempuran seperti Balikpapan.
Baca Juga: 79 MoU Sudah Terjalin, Kini Mabes Polri Perkuat Kolaborasi dengan Universitas Balikpapan
Poin Penting:
-
Proyektil bom militer ditemukan saat penggalian fondasi rumah di Jalan Ahmad Yani RT 58, Gunung Sari Ilir, Balikpapan Tengah, Minggu (12/7/2026).
-
Benda tersebut memiliki panjang sekitar 59 sentimeter, diameter 16 sentimeter, dengan berat sekitar 50 kilogram.
-
Tim Subden Jibom Detasemen Gegana Satbrimob Polda Kalimantan Timur memastikan proyektil masih memiliki fuse aktif sehingga berpotensi meledak.
-
Area penemuan langsung disterilkan sebelum proyektil dievakuasi menggunakan bomb blanket menuju tempat penyimpanan khusus di Mako Satbrimob Polda Kaltim.
-
Brimob mengimbau masyarakat segera melapor kepada kepolisian apabila menemukan benda yang diduga amunisi perang dan tidak mencoba memindahkannya sendiri.
-
Balikpapan merupakan salah satu wilayah yang memiliki jejak pertempuran pada Perang Dunia II sehingga kemungkinan ditemukannya sisa amunisi masih tetap ada.
Insight Redaksi: Penemuan proyektil ini bukan sekadar kabar unik, tetapi pengingat bahwa sejarah Balikpapan masih meninggalkan jejak nyata di bawah permukaan tanah. Aktivitas pembangunan rumah maupun proyek infrastruktur berpotensi menemukan benda berbahaya yang selama puluhan tahun terkubur. Respons cepat pekerja yang memilih melapor menjadi contoh yang patut diikuti. Kada semua benda logam lama aman disentuh. Keselamatan pang harus didahulukan, Ces.
Rekomendasi Balikpapan TV, bila sedang melakukan penggalian dan menemukan benda logam dengan bentuk menyerupai amunisi, hentikan pekerjaan, beri tanda di sekitar lokasi, lalu segera hubungi kepolisian. Langkah sederhana ini bisa mencegah risiko yang jauh lebih besar.
Bagikan jua informasi ini ke bubuhan ikam agar semakin banyak warga yang memahami cara bertindak ketika menemukan benda mencurigakan. Pengetahuan sederhana bisa menjadi penyelamat banyak orang.
Tetap ikuti perkembangan informasi terbaru hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Di mana proyektil bom ditemukan?
Proyektil ditemukan di Jalan Ahmad Yani RT 58, Gunung Sari Ilir, Balikpapan Tengah saat penggalian fondasi rumah.
2. Berapa ukuran proyektil yang ditemukan?
Panjang proyektil sekitar 59 sentimeter, diameter 16 sentimeter, dengan berat sekitar 50 kilogram.
3. Mengapa proyektil tersebut dianggap berbahaya?
Karena masih memiliki fuse aktif sehingga berpotensi meledak apabila mengalami benturan keras atau terpapar kondisi tertentu.
4. Siapa yang menangani proses evakuasi?
Tim Subden Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Satbrimob Polda Kalimantan Timur yang dipimpin Ipda Harmoko.
5. Apa yang harus dilakukan jika menemukan benda serupa?
Jangan menyentuh atau memindahkannya. Segera laporkan kepada Bhabinkamtibmas atau kantor kepolisian terdekat agar ditangani Tim Jibom.
Sumber Informasi: Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Media Kaltim Post, dengan judul "Gali Fondasi Rumah, Pekerja di Balikpapan Temukan Bom Perang Dunia II Seberat 50 Kg", oleh penulis M Ibrahim. Di-update kembali dengan angle dan style Balikpapantv.id.