Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Iptek Mimbar Opini

Atasi Banjir DAS Ampal, Kolam Retensi Ujung Tanah Balikpapan Bakal Dilengkapi Spot Memancing Warga

AdminBTV • Senin, 13 Juli 2026 | 10:13 WIB
Pembangunan kolam retensi Ujung Tanah diproyeksikan menjadi solusi pengendalian banjir sekaligus meningkatkan kapasitas drainase Balikpapan. (BTV/AI)
Pembangunan kolam retensi Ujung Tanah diproyeksikan menjadi solusi pengendalian banjir sekaligus meningkatkan kapasitas drainase Balikpapan. (BTV/AI)

Durasi Baca: 5 Menit

Topik: Pembangunan infrastruktur kolam retensi Ujung Tanah sebagai solusi banjir Balikpapan.

Ikhtisar: Proyek infrastruktur kolam retensi Ujung Tanah seluas empat hektar di Balikpapan ditargetkan rampung Desember, berfungsi ganda sebagai pengendali banjir sekaligus destinasi wisata publik.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Kota Minyak sedang bersiap menyambut wajah baru infrastruktur penahan luapan air di kawasan Daerah Aliran Sungai Ampal. Pemerintah Kota Balikpapan kini tengah memacu penyelesaian megaproyek kolam retensi Ujung Tanah yang ditargetkan membawa perubahan besar pada akhir Desember tahun ini demi membebaskan warga dari ancaman banjir musiman. Penasaran bagaimana proyek raksasa ini bakal mengubah kawasan tersebut menjadi tempat nongkrong yang ciamik? Simak detailnya sampai habis Ces!

Bagaimana Wajah Baru Pengendalian Banjir di Ujung Tanah?

Kawasan Daerah Aliran Sungai atau DAS Ampal selama ini kerap menjadi perhatian utama saat curah hujan tinggi melanda Kota Beriman. Kehadiran infrastruktur ini dirancang khusus untuk memotong puncak banjir dengan cara menampung volume air hujan sementara waktu sebelum dialirkan secara perlahan ke hilir sungai.

Langkah taktis melalui pembangunan waduk buatan berkapasitas besar ini menjadi tumpuan utama pemerintah daerah. Upaya tersebut dinilai menjadi jalan keluar paling konkret guna mereduksi genangan air yang selama ini kerap melumpuhkan aktivitas ekonomi serta mobilitas warga di sekitar jalur utama kota.

Penyelesaian mega proyek infrastruktur ini dipastikan terus berjalan tepat waktu sesuai dengan kalender kerja yang telah disepakati bersama pihak kontraktor. Pengawasan ketat di lapangan terus dilakukan agar kualitas fisik bangunan mampu bertahan dalam jangka waktu yang sangat lama.

Baca Juga: SMA Taruna Nusantara IKN Resmi Dihuni Angkatan Pertama, Ini Harapan Besarnya

Mengapa Waduk Buatan Ini Disebut Punya Fungsi Ganda?

Pemerintah daerah tidak ingin fasilitas publik ini hanya berwujud bentangan beton yang gersang dan kaku. Lahan yang cukup luas tersebut dikonsep secara matang agar bisa membawa manfaat berlipat bagi kesejahteraan dan kesenangan warga sekitar.

Fasilitas penunjang seperti area hijau yang asri, pusat rekreasi keluarga, hingga spot pemancingan representatif bakal dibangun di sekeliling waduk. Penataan dinding penahan tanah atau turap serta pintu air otomatis juga didesain rapi agar sedap dipandang mata dan aman bagi pengunjung.

"Pembangunan kolam retensi tidak hanya berfungsi menampung air hujan namun juga akan dikembangkan sebagai ruang terbuka hijau dan kawasan rekreasi bagi masyarakat," ujar Wakil Walikota Balikpapan Bagus Susetio saat menjelaskan konsep integrasi lingkungan tersebut.

Bagaimana Siasat Pemerintah Hadapi Sengketa Lahan?

Proses pengerjaan fisik di lapangan saat ini dihadapkan pada dinamika sosial berupa adanya klaim kepemilikan tanah oleh warga di sebagian area. Kendala legalitas tanah ini sempat memicu kekhawatiran akan terjadinya keterlambatan penyelesaian proyek.

Mengatasi persoalan sensitif tersebut, jajaran eksekutif bergerak cepat melangsungkan koordinasi lintas sektor guna mengevaluasi opsi penyelesaian terbaik. Prinsip musyawarah mufakat diutamakan demi melindungi hak masyarakat tanpa harus mengorbankan kepentingan publik yang lebih besar.

Aktivitas konstruksi dipastikan tetap berjalan normal tanpa interupsi pada titik-titik koordinat yang status tanahnya sudah bersih dan klir. Siasat membagi zonasi pekerja ini terbukti ampuh menjaga ritme kerja para buruh bangunan agar tetap produktif mengejar target.

Pengerjaan kolam retensi Ujung Tanah tetap berlangsung pada lahan yang telah bebas kendala administrasi dan kepemilikan. (BTV/AI)
Pengerjaan kolam retensi Ujung Tanah tetap berlangsung pada lahan yang telah bebas kendala administrasi dan kepemilikan. (BTV/AI)

Apa Konsekuensi Hukum Jika Proyek Ini Terlambat?

Ketegasan mengenai batasan waktu penyelesaian proyek menjadi poin krusial yang terus ditekankan kepada pihak penyedia jasa konstruksi. Pemerintah daerah mengingatkan ada aturan mengikat yang wajib dipatuhi oleh pemenang tender.

Ketika momentum tanya jawab bersama jurnalis media, muncul pertanyaan mengenai kepastian target akhir tahun serta dampak dari adanya hambatan sengketa di lapangan. Respons tegas pun disampaikan terkait kepatuhan terhadap dokumen kerja yang berlaku.

"Desember. Kalau enggak selesai, pinalti ya... itu anulah, kontrak lah yang menjawab," tegas Bagus Susetio saat menanggapi pertanyaan wartawan mengenai komitmen waktu pengerjaan. Beliau menambahkan bahwa area kerja yang terkendala hanya berada di bagian ujung saja, sedangkan area utama lainnya terus dikebut oleh para pekerja di lapangan.

Baca Juga: 20 Ribu Warga Ramaikan HUT Ke-68 Kodam VI/Mulawarman, Pangdam Paparkan Program untuk Masyarakat

Poin Penting:

Insight Redaksi: Pembangunan infrastruktur penanganan banjir di DAS Ampal ini memang sudah lama dinantikan warga Kota Minyak. Kendala lahan di ujung proyek jangan sampai membuat pengerjaan menjadi kendor. Pemerintah daerah kudu tegas mengawal komitmen kontraktor agar akhir tahun bisa kelar tanpa drama. Ikam jua harus ikut mendukung proyek ini demi kebaikan bersama. Rencana matang kalau kada dieksekusi dengan disiplin tinggi pang bisa bikin rugi masyarakat, pahamlah ikam Ces! Bagikan jua informasi penting ini ke kawalan ikam supaya badah kita bebas banjir! Ingin selalu tahu perkembangan kota terkini? Pastikan ikam selalu update info hanya di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Di mana lokasi persis pembangunan kolam retensi baru ini? Pembangunannya terletak di kawasan Ujung Tanah yang masuk dalam area Daerah Aliran Sungai (DAS) Ampal, Kota Balikpapan.

2. Kapan target proyek infrastruktur ini harus diselesaikan? Pemerintah Kota Balikpapan menargetkan seluruh proses pengerjaan rampung pada akhir Desember tahun ini.

3. Apa saja fasilitas publik yang akan dibangun di sekeliling waduk? Area tersebut akan dilengkapi dengan Ruang Terbuka Hijau (RTH), tempat wisata keluarga, spot memancing, pintu air otomatis, serta penataan turap yang rapi.

4. Bagaimana nasib proyek ini dengan adanya sengketa klaim lahan? Proyek tetap berjalan terus karena para pekerja dialihkan untuk melakukan pembangunan di titik-titik lahan yang tidak bersengketa agar target tidak terganggu.

Sumber Informasi: Informasi ini sudah tayang sebelumnya di Media Youtube Balikpapantv_Official, dengan judul "KOLAM RETENSI UJUNG TANAH RAMPUNG AKHIR DESEMBER". Di-publikasikan kembali berupa artikel dengan angle dan style balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
#Bagus Susetio #Kolam retensi Ujung Tanah #balikpapan