Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Iptek Mimbar Opini

Target 70 Persen Pendataan Dikejar, Ketua RT Balikpapan Utara Perkuat Layanan Digital

AdminBTV • Jumat, 10 Juli 2026 | 07:27 WIB
Ratusan Ketua RT mengikuti Bimtek digitalisasi data sosial dan IKD di Kecamatan Balikpapan Utara.
Ratusan Ketua RT mengikuti Bimtek digitalisasi data sosial dan IKD di Kecamatan Balikpapan Utara.

Durasi Baca: 7 Menit

Topik: Penguatan kapasitas ketua RT mendukung digitalisasi layanan sosial dan administrasi kependudukan

Ikhtisar: Ratusan Ketua RT di Balikpapan Utara mengikuti bimbingan teknis untuk memperkuat pendataan sosial, mempercepat aktivasi identitas digital, serta meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat berbasis data yang akurat.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Ratusan Ketua Rukun Tetangga (RT) dari seluruh wilayah Kecamatan Balikpapan Utara mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) di Aula Kantor Kecamatan Balikpapan Utara, Kamis (9/7). Kegiatan ini difokuskan untuk memperkuat kemampuan RT dalam mendukung digitalisasi layanan sosial dan administrasi kependudukan yang semakin dibutuhkan masyarakat.

Perubahan layanan publik kini bergerak cepat. Nah, RT menjadi garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan warga setiap hari. Penasaran kenapa pelatihan ini penting? Simak sampai akhir, Ces!

Baca Juga: Masih Bingung Membuat Kartu Pencari Kerja? Simak Panduan Lengkap Pengurusannya di Balikpapan

Mengapa Peran Ketua RT Kini Semakin Penting?

Pertumbuhan penduduk di Balikpapan membuat kebutuhan terhadap data kependudukan yang akurat semakin tinggi. Kondisi itu menjadikan Ketua RT bukan hanya sebagai penghubung warga dengan pemerintah, tetapi juga penjaga validitas informasi di lingkungan masing-masing.

Bimbingan teknis dibuka oleh Sekretaris Kecamatan Balikpapan Utara Slamet Riyadi yang didampingi Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Yogi Nur Chandra. Kegiatan menghadirkan Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Balikpapan Bahrian serta Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Balikpapan Kasma Ervina Haida sebagai narasumber.

Dalam sambutannya, Slamet Riyadi mengingatkan bahwa RT memiliki posisi strategis sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat. Karena itu, pemahaman terhadap kondisi kependudukan di wilayah masing-masing menjadi bekal penting dalam memberikan pelayanan yang cepat dan tepat. "Kami berharap para Ketua RT tetap semangat, tetap kompak, terjaga kesehatannya, dan apa yang sudah diamanahkan semoga bisa dijalankan dengan baik," ujar Slamet.

Pesan tersebut menggambarkan bahwa keberhasilan berbagai program pemerintah sangat bergantung pada kualitas pendataan dan komunikasi yang dilakukan di tingkat lingkungan.

Bagaimana Digitalisasi Data Sosial Membantu Warga?

Salah satu materi utama disampaikan oleh Bahrian yang menjelaskan sistem digitalisasi perlindungan sosial. Sistem ini memungkinkan pembaruan kondisi sosial ekonomi masyarakat dilakukan secara lebih cepat sehingga data penerima bantuan dapat terus disesuaikan.

Pendekatan tersebut juga mendukung kebijakan pemerintah dalam penggunaan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis penyaluran berbagai program bantuan agar lebih tepat sasaran.

Melalui sistem digital tersebut, masyarakat dapat mengakses berbagai program perlindungan sosial dengan proses pendataan yang semakin terintegrasi.

Program yang masuk dalam sistem meliputi:

Semakin akurat data yang dimiliki pemerintah, semakin kecil kemungkinan bantuan diterima oleh pihak yang tidak memenuhi syarat. Sebaliknya, warga yang benar-benar membutuhkan memiliki peluang lebih besar memperoleh haknya.

Bahrian juga memaparkan perkembangan implementasi digitalisasi perlindungan sosial di Balikpapan. Hingga 8 Juli 2026, sebanyak 19.634 kepala keluarga atau sekitar 7,32 persen dari total 268.064 kepala keluarga telah masuk dalam sistem.

Capaian tersebut menempatkan Balikpapan pada posisi peringkat ketujuh dari 43 kabupaten dan kota yang menjadi lokasi proyek percontohan digitalisasi perlindungan sosial.

Pemerintah menargetkan jumlah tersebut meningkat signifikan menjadi sekitar 187.645 kepala keluarga atau sekitar 70 persen pada 25 Juli 2026. Target itu menunjukkan percepatan pendataan menjadi prioritas dalam waktu dekat.

Baca Juga: Proyek DAS Ampal Bukan Sekadar Atasi Banjir, Ini Manfaat Besarnya bagi Warga Balikpapan

Mengapa Aktivasi IKD Juga Menjadi Fokus Pelatihan?

Selain data sosial, peserta juga mendapatkan materi mengenai Identitas Kependudukan Digital (IKD) dari Kepala Bidang PIAK Disdukcapil Balikpapan Kasma Ervina Haida.

IKD merupakan bentuk digital dari dokumen kependudukan yang dapat diakses melalui perangkat telepon pintar. Kehadirannya menjadi bagian dari transformasi layanan administrasi kependudukan agar semakin praktis, aman, dan efisien.

Dengan aktivasi IKD, masyarakat tidak selalu bergantung pada dokumen fisik ketika membutuhkan layanan administrasi tertentu. Proses verifikasi identitas juga dapat berlangsung lebih cepat sesuai ketentuan yang berlaku.

Kasma mendorong masyarakat yang belum melakukan aktivasi agar segera mendaftarkan diri melalui mekanisme yang disediakan Disdukcapil. Dukungan Ketua RT di lingkungan menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat penyebaran informasi tersebut.

Kementerian Dalam Negeri sebelumnya juga terus mendorong pemanfaatan IKD sebagai bagian dari modernisasi pelayanan administrasi kependudukan secara nasional sehingga layanan publik menjadi semakin terintegrasi.

Apa Dampak Bimtek Ini Bagi Pelayanan Publik Balikpapan?

Pelaksanaan Bimtek berlangsung interaktif. Para Ketua RT memanfaatkan sesi tanya jawab untuk menyampaikan berbagai persoalan yang ditemui di lapangan, mulai dari pembaruan data warga hingga proses aktivasi identitas digital.

Diskusi tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus menyamakan pemahaman antara pemerintah dengan para Ketua RT yang setiap hari berhadapan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Melalui peningkatan kapasitas aparatur lingkungan, pemerintah berharap proses validasi data sosial dapat berlangsung lebih cepat dan akurat. Dampaknya bukan hanya mempercepat penyaluran bantuan, tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan di Kota Balikpapan.

Bagi masyarakat, manfaatnya terasa langsung ketika data keluarga selalu diperbarui, layanan administrasi menjadi lebih mudah diakses, serta peluang memperoleh bantuan sosial sesuai ketentuan semakin terbuka.

Baca Juga: Penanganan Banjir Sungai Ampal Masuk Tahap Penting, Ini Strategi Balikpapan Menuntaskan Proyek Rp2,1 Triliun

Poin Penting:

Insight Redaksi: Digitalisasi pelayanan publik kada cukup hanya mengandalkan teknologi. Kuncinya justru berada pada kualitas data yang dikumpulkan dari tingkat lingkungan. Ketua RT menjadi mata dan telinga pemerintah karena paling memahami kondisi warganya. Kalau pendataan rapi, bantuan sosial makin tepat sasaran dan pelayanan administrasi makin cepat. Balikpapan punya peluang menjadi contoh daerah dengan layanan berbasis data yang kuat. Jangan sampai semangat digitalisasi tertahan karena data lapangan kurang lengkap, Ces.

Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak warga memahami pentingnya memperbarui data kependudukan dan mengaktifkan IKD.

Selalu ikuti perkembangan informasi pelayanan publik dan pembangunan Kota Balikpapan hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Mengapa Ketua RT mengikuti Bimtek ini?
Untuk meningkatkan kemampuan dalam mendukung digitalisasi layanan sosial serta administrasi kependudukan.

2. Program bantuan apa saja yang terintegrasi dalam sistem digitalisasi?
BPNT, PKH, PIP, bantuan BPJS Kesehatan, subsidi listrik, LPG, dan BBM.

3. Berapa capaian pendataan digitalisasi di Balikpapan hingga 8 Juli 2026?
Sebanyak 19.634 kepala keluarga atau sekitar 7,32 persen dari total 268.064 kepala keluarga.

4. Apa target pemerintah pada 25 Juli 2026?
Meningkatkan cakupan pendataan menjadi sekitar 187.645 kepala keluarga atau 70 persen.

5. Apa manfaat Identitas Kependudukan Digital (IKD)?
IKD memudahkan akses layanan administrasi kependudukan melalui identitas digital yang praktis dan aman.

Sumber Informasi: Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Media Kaltim Post, dengan judul "Ratusan Ketua RT Balikpapan Utara Ikuti Bimtek Digitalisasi Data Sosial dan IKD", oleh penulis Supriyono Lupus. Di-update kembali dengan angle dan style Balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
#Identitas Kependudukan Digital (IKD) #slamet riyadi #Kecamatan Balikpapan Utara