Durasi Baca: 6 Menit
Topik: Pembangunan saluran drainase baru untuk meningkatkan kapasitas aliran air kawasan Inhutani
Ikhtisar: Pembangunan saluran sekunder Inhutani mulai memasuki tahap konstruksi dengan target meningkatkan kapasitas drainase, mempercepat aliran air, serta mengurangi potensi genangan di koridor MT Haryono.
Balikpapan TV - Hai Ces! Pembangunan Saluran Sekunder Inhutani di Jalan MT Haryono, Kota Balikpapan, mulai memasuki tahap konstruksi dengan nilai proyek sekitar Rp20 miliar. Pemerintah Kota Balikpapan menargetkan pekerjaan selesai pada akhir Desember 2026 untuk meningkatkan kapasitas drainase dan menekan potensi genangan di kawasan tersebut.
Musim hujan selalu menjadi perhatian di sejumlah titik Balikpapan. Nah, proyek ini menjadi salah satu langkah yang layak dipantau sampai selesai. Ikuti terus informasinya, Ces!
Apa yang sedang dikerjakan di kawasan Inhutani MT Haryono?
Pembangunan yang kini berlangsung merupakan proyek saluran sekunder sepanjang sekitar 500 meter di kawasan Jalan MT Haryono. Infrastruktur ini dirancang sebagai bagian dari penguatan sistem drainase perkotaan.
Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo turun langsung meninjau lokasi bersama Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Balikpapan. Peninjauan dilakukan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana sejak tahap awal.
Berdasarkan hasil peninjauan, progres pembangunan saat ini baru mencapai sekitar 3 persen. Tahapan tersebut masih berfokus pada pekerjaan awal sebelum pemasangan struktur utama saluran.
Meski kontrak pekerjaan berlangsung hingga 31 Desember 2026, pemerintah berharap pelaksanaan proyek dapat selesai lebih cepat apabila seluruh pekerjaan berjalan sesuai jadwal.
Bagus Susetyo mengatakan, "Kalau bisa jangan sampai selesai mepet akhir tahun. Syukur-syukur sekitar 20 Desember sudah rampung."
Mengapa saluran lama diganti dengan box culvert?
Salah satu perubahan utama dalam proyek ini adalah penggunaan box culvert pracetak. Material tersebut diproduksi di pabrik sehingga proses pemasangannya dapat berlangsung lebih efisien dibanding metode pengecoran langsung di lapangan.
Selain mempercepat pekerjaan, box culvert juga menghasilkan konstruksi yang lebih permanen dan memiliki kualitas yang lebih seragam karena diproduksi menggunakan standar pabrikan.
Bagus menjelaskan, "Saluran ini menggunakan box culvert yang difabrikasi sehingga konstruksinya menjadi lebih permanen."
Penggunaan teknologi pracetak memang telah banyak diterapkan pada proyek drainase perkotaan karena mampu mempercepat waktu konstruksi sekaligus mengurangi gangguan pekerjaan di lapangan.
Baca Juga: Target Akhir Juli! DPRD Balikpapan Tagih Kepastian PLN Hentikan Pemadaman Bergilir
Bagaimana tahapan pembangunan saluran drainase tersebut?
Pekerjaan dimulai dengan membongkar saluran lama yang sebelumnya digunakan sebagai jalur aliran air di kawasan tersebut.
Setelah pembongkaran selesai, kontraktor melakukan penggalian untuk menyesuaikan elevasi saluran. Tahapan ini penting agar posisi box culvert sesuai dengan kemiringan dan arah aliran air yang telah direncanakan.
Berikutnya, box culvert dipasang secara bertahap hingga membentuk saluran baru yang memiliki kapasitas lebih besar dibandingkan sebelumnya.
Pada beberapa titik juga dibangun manhole. Komponen ini berfungsi sebagai akses pemeriksaan dan pemeliharaan sehingga kondisi saluran dapat dipantau secara berkala ketika sudah beroperasi.
Dalam sistem drainase modern, keberadaan manhole menjadi bagian penting karena mempermudah petugas melakukan inspeksi maupun pembersihan apabila terjadi endapan atau hambatan aliran.
Apa manfaat proyek drainase Rp20 miliar bagi Balikpapan?
Pemerintah Kota Balikpapan menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar mengganti saluran lama. Fokus utamanya adalah memperbesar kapasitas drainase agar debit air hujan dapat mengalir lebih optimal.
Bagus mengatakan, "Ini pelebaran saluran sekaligus menambah kapasitas aliran air."
Koridor MT Haryono merupakan salah satu jalur penting yang dilalui aktivitas masyarakat setiap hari. Karena itu, peningkatan fungsi drainase di kawasan tersebut diharapkan memberikan dampak langsung terhadap kelancaran aktivitas ketika curah hujan meningkat.
Secara umum, sistem drainase yang memiliki kapasitas memadai berfungsi mempercepat pengaliran air menuju saluran utama sehingga risiko genangan dapat ditekan. Infrastruktur seperti ini juga mendukung keberlanjutan pembangunan kawasan perkotaan yang terus berkembang.
Pemerintah berharap setelah proyek selesai, fungsi drainase di sepanjang koridor MT Haryono meningkat sehingga kawasan tersebut memiliki sistem pengendalian air yang lebih baik dibanding sebelumnya.
Tips mengenali manfaat pembangunan drainase perkotaan
1. Perhatikan kapasitas saluran baru. Saluran yang diperlebar mampu mengalirkan debit air lebih besar dibandingkan saluran lama.
2. Cermati keberadaan manhole. Fasilitas ini memudahkan pemeriksaan dan pemeliharaan jaringan drainase.
3. Lihat material yang digunakan. Box culvert pracetak umumnya dipilih karena pemasangannya cepat dan konstruksinya permanen.
4. Pantau dampaknya setelah musim hujan. Efektivitas proyek dapat terlihat dari berkurangnya potensi genangan di kawasan yang sebelumnya sering terdampak.
Baca Juga: Aspirasi Warga Sepinggan Mengalir Saat Reses DPRD, Infrastruktur hingga SPMB Jadi Sorotan
Poin Penting:
- Proyek Saluran Sekunder Inhutani berada di Jalan MT Haryono, Balikpapan.
- Nilai pembangunan mencapai sekitar Rp20 miliar.
- Panjang saluran sekitar 500 meter.
- Progres pekerjaan saat ini sekitar 3 persen.
- Drainase baru menggunakan box culvert pracetak.
- Pemerintah menargetkan proyek selesai pada akhir Desember 2026 dengan harapan dapat rampung lebih awal.
Insight Redaksi: Pembangunan drainase sering dipandang kalah menarik dibanding proyek jalan atau gedung. Padahal, dampaknya langsung terasa ketika hujan turun. Proyek di MT Haryono menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas saluran menjadi investasi penting bagi kawasan yang aktivitasnya terus tumbuh. Kada cukup hanya membangun, pemeliharaan rutin setelah proyek selesai juga menentukan hasil akhirnya. Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang memahami pentingnya infrastruktur dasar, Ces. Terus ikuti perkembangan proyek dan informasi pembangunan Balikpapan hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Berapa nilai proyek Saluran Sekunder Inhutani?
Sekitar Rp20 miliar.
2. Di mana lokasi pembangunan saluran ini?
Di Jalan MT Haryono, kawasan Inhutani, Kota Balikpapan.
3. Berapa panjang saluran yang dibangun?
Sekitar 500 meter.
4. Material utama apa yang digunakan?
Box culvert pracetak yang diproduksi di pabrik.
5. Apa tujuan utama pembangunan proyek ini?
Meningkatkan kapasitas drainase dan mengurangi potensi genangan saat musim hujan.
Sumber Informasi: Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Media Balpos.com, dengan judul "Wawali Bersama DPU Tinjau Pembangunan Saluran Sekunder Inhutani, Target Rampung Akhir 2026", oleh penulis Mella Intan Thiarani. Di-update kembali dengan angle dan style balikpapantv.id.