Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Iptek Mimbar Opini

Seragam Sekolah Gratis Bantu Siswa, Pedagang Pasar Klandasan Justru Kehilangan Separuh Omzet Penjualan

AdminBTV • Kamis, 9 Juli 2026 | 07:27 WIB
Pedagang seragam sekolah di Pasar Klandasan Balikpapan.
Pedagang seragam sekolah di Pasar Klandasan Balikpapan.

Durasi Baca: 7 Menit

Topik: Program seragam sekolah gratis mengubah pola belanja masyarakat menjelang tahun ajaran baru

Ikhtisar: Program seragam gratis membantu keluarga siswa, namun berdampak pada penurunan penjualan pedagang pasar tradisional yang mengandalkan musim masuk sekolah sebagai sumber pendapatan utama.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Program seragam sekolah gratis yang dijalankan pemerintah di Balikpapan dan Kalimantan Timur membawa manfaat bagi ribuan pelajar, tetapi pada saat yang sama membuat pedagang seragam di Pasar Klandasan menghadapi penurunan omzet hingga 50 persen menjelang tahun ajaran baru 2026/2027. Masih adakah ruang agar keluarga terbantu sekaligus usaha kecil tetap bertahan? Nah, kisahnya menarik disimak sampai akhir, Ces!

Baca Juga: Target Akhir Juli! DPRD Balikpapan Tagih Kepastian PLN Hentikan Pemadaman Bergilir

Apa yang Terjadi di Pasar Klandasan Menjelang Tahun Ajaran Baru?

Suasana yang biasanya ramai menjelang masuk sekolah kini terasa berbeda di kawasan penjual seragam Pasar Klandasan, Balikpapan. Padahal, hari pertama sekolah tahun ajaran 2026/2027 dijadwalkan berlangsung pada 13 Juli 2026.

Kurang dari sepekan sebelum kegiatan belajar dimulai, sejumlah toko masih menunggu pembeli datang. Aktivitas transaksi belum menunjukkan lonjakan seperti yang biasa terjadi beberapa tahun lalu.

Salah satu pedagang, Helmi dari Toko Saudara 2, mengaku perubahan itu mulai terasa sejak pemerintah menjalankan program pembagian seragam sekolah gratis.

Menurut Helmi, tiga tahun terakhir menjadi masa yang cukup berat bagi pedagang seragam. Program bantuan seragam untuk siswa SD dan SMP dari Pemerintah Kota Balikpapan, kemudian disusul bantuan seragam SMA dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, membuat pola belanja masyarakat berubah.

"Biasanya mendekati masuk sekolah penjualan mengalami peningkatan yang signifikan, tapi sekarang ada penurunan sekitar 50 persen," ujarnya pada Rabu (8/7).

Helmi memperkirakan kondisi tahun ini bahkan cenderung lebih sepi dibanding musim penerimaan siswa baru sebelumnya.

Mengapa Program Seragam Gratis Berpengaruh pada Pedagang?

Program seragam gratis membuat banyak orang tua memilih menunggu pembagian dari pemerintah. Akibatnya, pembelian seragam baru menjadi jauh berkurang.

Jika sebelumnya satu keluarga dapat membeli beberapa stel seragam sekaligus, kini sebagian besar hanya membeli satu stel sebagai kebutuhan sementara.

Langkah tersebut dianggap cukup praktis sambil menunggu paket bantuan diterima sekolah masing-masing.

Di Pasar Klandasan, harga seragam masih relatif bervariasi. Sepasang seragam SD dijual sekitar Rp150 ribu, seragam SMP Rp180 ribu, sedangkan seragam SMA mencapai Rp200 ribu.

Bagi pedagang, musim masuk sekolah selama bertahun-tahun merupakan periode paling penting dalam satu tahun usaha. Ketika permintaan turun drastis, pendapatan mereka ikut tergerus.

Meski demikian, Helmi mengaku memahami tujuan pemerintah membantu masyarakat melalui program prioritas tersebut. Hanya saja, ia berharap perhatian juga diberikan kepada pelaku usaha kecil yang terkena dampaknya.

Harapan itu muncul agar terdapat kebijakan pendamping yang mampu menjaga keberlangsungan usaha pedagang tradisional sehingga tidak kehilangan sumber penghasilan utama.

Baca Juga: Mengapa Polda Kaltim Rekrut Penyandang Tuli? Langkah Baru Cegah Penyalahgunaan Narkoba

Mengapa Orang Tua Tetap Membeli Seragam Baru?

Di tengah program bantuan pemerintah, masih ada sebagian orang tua yang memilih membeli seragam sendiri.

Salah satunya Dini, warga Balikpapan yang sedang mempersiapkan anaknya memasuki jenjang sekolah dasar.

Menurut Dini, pembelian itu dilakukan sebagai solusi sementara agar anaknya dapat langsung mengenakan seragam sejak hari pertama masuk sekolah.

"Ini stok sementara saja sebelum seragam gratis dibagikan. Kasihan nanti kalau masuk sekolah tidak pakai seragam," ujarnya.

Pilihan tersebut juga menunjukkan bahwa waktu distribusi seragam memiliki pengaruh terhadap keputusan masyarakat berbelanja.

Bila pembagian dilakukan setelah kegiatan belajar dimulai, sebagian keluarga tetap memilih membeli seragam agar anak dapat mengikuti aturan sekolah sejak hari pertama.

Baca Juga: Gasali Kumpulkan 100 Ketua RT Manggar, Infrastruktur Masih Jadi Aspirasi Utama

Bagaimana Besarnya Program Seragam Gratis Tahun 2026?

Program bantuan seragam sekolah pada tahun ajaran 2026/2027 mencakup ribuan siswa di berbagai jenjang pendidikan.

Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp20 miliar.

Anggaran tersebut digunakan untuk pengadaan sekitar 150 ribu pasang seragam gratis bagi peserta didik PAUD, SD, dan SMP.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur juga menjalankan program serupa untuk siswa SMA.

Pemprov Kaltim menyiapkan anggaran sekitar Rp65 miliar guna menyediakan 64.000 paket seragam sekolah gratis bagi pelajar SMA.

Kebijakan tersebut bertujuan membantu meringankan beban biaya pendidikan keluarga pada awal tahun ajaran baru.

Secara nasional, bantuan perlengkapan sekolah termasuk seragam menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah daerah untuk meningkatkan akses pendidikan sekaligus mengurangi pengeluaran rumah tangga pada masa penerimaan peserta didik baru.

Namun, pelaksanaan program juga memunculkan tantangan baru terhadap sektor usaha mikro yang selama ini menggantungkan pendapatan pada musim penjualan perlengkapan sekolah.

Apa Dampaknya bagi Ekonomi Lokal Balikpapan?

Fenomena yang terjadi di Pasar Klandasan memperlihatkan bagaimana sebuah kebijakan publik dapat menghasilkan dua dampak sekaligus.

Di satu sisi, ribuan keluarga memperoleh keringanan biaya pendidikan yang cukup berarti, terutama pada awal tahun ajaran ketika kebutuhan rumah tangga meningkat.

Di sisi lain, pedagang tradisional mengalami penurunan transaksi karena perubahan pola konsumsi masyarakat.

Kondisi seperti ini menjadi gambaran bahwa keberhasilan sebuah program sosial juga perlu diikuti perhatian terhadap kelompok usaha yang terdampak secara langsung.

Bagi pelaku usaha kecil, musim penerimaan siswa baru bukan sekadar momen tahunan, melainkan sumber utama pendapatan yang menopang usaha sepanjang tahun.

Baca Juga: Mengurus Perizinan Bangunan di Balikpapan, Pahami Tahapannya Sebelum Mengajukan Permohonan

Poin Penting:

Insight Redaksi: Program seragam gratis memang memberi manfaat nyata bagi banyak keluarga. Namun, kisah pedagang Pasar Klandasan menunjukkan bahwa dampak ekonomi lokal juga patut diperhitungkan. Solusi yang seimbang bisa menjadi langkah berikutnya, misalnya mempercepat distribusi atau melibatkan pelaku UMKM lokal dalam pengadaan seragam. Kada harus memilih salah satu yang untung. Bila dirancang matang, masyarakat dan usaha kecil bisa sama-sama bergerak maju, Ces. Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang memahami sisi lain kebijakan publik.

Selalu ikuti perkembangan informasi yang dekat dengan kehidupan masyarakat hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Mengapa penjualan seragam di Pasar Klandasan menurun?
Karena banyak orang tua menunggu pembagian seragam gratis dari pemerintah sehingga pembelian seragam baru berkurang.

2. Berapa penurunan penjualan yang dirasakan pedagang?
Sejumlah pedagang mengaku omzet turun sekitar 50 persen dibanding musim masuk sekolah sebelumnya.

3. Berapa anggaran seragam gratis dari Pemkot Balikpapan?
Pemerintah Kota Balikpapan mengalokasikan sekitar Rp20 miliar untuk sekitar 150 ribu pasang seragam PAUD, SD, dan SMP.

4. Mengapa masih ada orang tua membeli seragam?
Sebagian membeli satu stel sebagai persiapan agar anak dapat memakai seragam sejak hari pertama sekolah sebelum bantuan dibagikan.

Sumber Informasi: Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Media Kaltim Post, dengan judul "Program Pengadaan Seragam Sekolah Gratis bagi Siswa Berdampak pada Pedagang Pasar Klandasan Balikpapan, Penjualan Turun hingga 50 Persen", oleh penulis Dina Angelina. Di-update kembali dengan angle dan style balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
#Helmi #Pasar Klandasan Balikpapan #Seragam sekolah gratis