Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Iptek Mimbar Opini

Mengapa Polda Kaltim Rekrut Penyandang Tuli? Langkah Baru Cegah Penyalahgunaan Narkoba

AdminBTV • Rabu, 8 Juli 2026 | 06:59 WIB
Penyandang tuli mengikuti orientasi program Mitra Inklusi Reserse Bhayangkara sebagai agen antinarkoba Polda Kaltim.
Penyandang tuli mengikuti orientasi program Mitra Inklusi Reserse Bhayangkara sebagai agen antinarkoba Polda Kaltim.

Durasi Baca: 7 Menit

Topik: Polda Kalimantan Timur Libatkan Penyandang Tuli Memperkuat Gerakan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba

Ikhtisar: Ditresnarkoba Polda Kaltim menghadirkan pendekatan inklusif dengan melibatkan penyandang tuli sebagai mitra pencegahan narkoba melalui edukasi, pelatihan, dan kolaborasi bersama masyarakat.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Timur membuka langkah baru dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba dengan merekrut dua penyandang disabilitas tuli sebagai bagian dari program Mitra Inklusi Reserse Bhayangkara. Program ini menjadi yang pertama di Indonesia dan menegaskan bahwa upaya melawan narkoba membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.

Gerakan ini menarik perhatian karena menghadirkan cara berbeda membangun kolaborasi. Penasaran seperti apa dampaknya bagi masyarakat? Simak terus sampai akhir, Ces!

Baca Juga: Pelayanan Makin Dekat, Warga Balikpapan Bisa Urus KTP-el Tanpa ke Disdukcapil

Apa yang Membuat Program Ini Menjadi Terobosan Nasional?

Perekrutan penyandang disabilitas tuli sebagai Pegawai Harian Lepas (PHL) di lingkungan Ditresnarkoba Polda Kaltim menjadi langkah baru dalam pendekatan pencegahan narkoba. Dua orang yang bergabung ialah Muhammad Dendy dan Illiyin Nur.

Keduanya akan menjalani masa orientasi selama satu pekan di bagian administrasi dan pembinaan operasional sebelum mendukung berbagai program yang berada di bawah koordinasi Direktur Reserse Narkoba.

Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim, Kombes Pol Romylus Tamtelahitu, menjelaskan bahwa langkah tersebut bukan sekadar membuka kesempatan bekerja, melainkan membangun budaya kerja yang menghargai kesetaraan.

"Hadir dengan semangat merangkul semua, melindungi bersama. Kami ingin memastikan bahwa penyandang disabilitas memiliki ruang yang sama untuk berkontribusi dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba dan menjadi bagian dari kemitraan bersama Polri," jelas Romylus.

Gagasan tersebut memperlihatkan bahwa pemberantasan narkoba kini tidak hanya mengandalkan penegakan hukum, tetapi juga memperkuat edukasi melalui pendekatan sosial yang menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini belum banyak dilibatkan.

Mengapa Penyandang Disabilitas Dilibatkan dalam Pencegahan Narkoba?

Menurut Romylus, keterlibatan penyandang disabilitas bukan hanya memiliki nilai simbolis. Mereka akan menjadi bagian dari strategi pelayanan kepolisian yang semakin inklusif sekaligus mampu menjangkau komunitas yang beragam.

Selama ini, penyandang disabilitas sering menghadapi hambatan memperoleh informasi publik, termasuk edukasi mengenai bahaya narkoba. Kondisi tersebut membuat penyampaian pesan pencegahan belum selalu dapat diterima secara optimal.

Melalui program baru ini, Ditresnarkoba Polda Kaltim ingin memastikan materi pencegahan dapat dipahami seluruh masyarakat tanpa terkecuali.

Langkah tersebut juga selaras dengan semangat pemenuhan hak penyandang disabilitas yang diatur dalam peraturan nasional, termasuk hak memperoleh informasi, kesempatan bekerja, serta berpartisipasi dalam kehidupan sosial.

Romylus menegaskan bahwa kehadiran peserta program merupakan bagian nyata dari pembangunan pelayanan kepolisian yang ramah bagi semua kalangan.

Baca Juga: Mengurus Perizinan Bangunan di Balikpapan, Pahami Tahapannya Sebelum Mengajukan Permohonan

Bagaimana Peran Mitra Inklusi Reserse Bhayangkara Nantinya?

Program ini tidak berhenti pada perekrutan dua orang penyandang tuli. Ditresnarkoba Polda Kaltim juga akan membentuk komunitas Mitra Inklusi Reserse Bhayangkara.

Komunitas tersebut akan melibatkan organisasi penyandang disabilitas dalam berbagai kegiatan, mulai dari edukasi masyarakat, sosialisasi bahaya narkoba hingga kampanye antinarkoba di berbagai wilayah.

Para peserta juga akan memperoleh pelatihan khusus yang mencakup beberapa materi penting, antara lain:

Bekal tersebut diharapkan membuat para peserta mampu menjadi penghubung informasi di lingkungan masing-masing sekaligus memperluas jangkauan kampanye pencegahan narkoba.

Model kolaborasi seperti ini juga membuka peluang lahirnya agen edukasi dari komunitas yang sebelumnya belum banyak terlibat dalam program serupa.

Baca Juga: Tanpa Antre di Samsat, Urus STNK Tahunan Sekarang Kelar dalam 5 Menit Pakai Sistem Baru Ini!

Media Edukasi Ramah Disabilitas Jadi Fokus Berikutnya

Selain membangun komunitas, Ditresnarkoba Polda Kaltim juga menyiapkan materi edukasi yang dapat diakses berbagai kelompok disabilitas.

Media yang akan dikembangkan meliputi bahasa isyarat, huruf Braille, materi audio, hingga konten digital yang ramah penyandang disabilitas.

Pendekatan tersebut dinilai penting karena efektivitas kampanye antinarkoba tidak hanya ditentukan isi pesan, tetapi juga kemudahan masyarakat menerima informasi sesuai kebutuhan masing-masing.

Langkah ini sekaligus memperluas akses komunikasi publik sehingga pesan mengenai bahaya narkoba dapat menjangkau kelompok yang selama ini memiliki keterbatasan akses informasi.

Romylus berharap masyarakat melihat bahwa setiap warga memiliki kesempatan yang sama untuk menjaga lingkungan dari ancaman narkoba.

"Kami ingin membangun kepercayaan publik bahwa setiap warga negara, tanpa memandang kondisi fisiknya, memiliki kesempatan yang sama untuk ikut menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat dari ancaman narkoba," harapnya.

Harapan tersebut menjadi dasar pengembangan budaya kerja yang semakin terbuka terhadap kolaborasi lintas komunitas.

Apa Dampaknya bagi Upaya Pencegahan Narkoba di Kalimantan Timur?

Pelibatan penyandang disabilitas membuka ruang partisipasi masyarakat yang lebih luas dalam gerakan antinarkoba.

Semakin banyak kelompok yang memperoleh akses informasi, semakin besar pula peluang pesan pencegahan diterima oleh masyarakat hingga tingkat komunitas.

Pendekatan inklusif juga dapat memperkuat hubungan antara kepolisian dengan masyarakat karena komunikasi berlangsung melalui berbagai saluran yang mudah dipahami.

Bagi Kalimantan Timur, langkah ini menjadi contoh bahwa inovasi pelayanan publik dapat berjalan berdampingan dengan upaya penegakan hukum.

Program tersebut juga memperlihatkan bahwa pencegahan narkoba bukan hanya menjadi tugas aparat kepolisian, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

Baca Juga: Pelayanan Administrasi Digital di Balikpapan Bikin Urusan Dokumen Makin Cepat, Warga Hemat Waktu

Poin Penting:

Insight Redaksi: Pendekatan yang dipilih Ditresnarkoba Polda Kaltim memperlihatkan bahwa pemberantasan narkoba kada selalu dimulai dari operasi penindakan. Membuka ruang bagi penyandang disabilitas ikut terlibat justru memperluas jangkauan edukasi hingga komunitas yang sebelumnya jarang tersentuh. Langkah seperti ini layak terus dikembangkan daerah lain. Kolaborasi pang sering menghasilkan dampak yang bertahan lama, Ces. Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya semakin banyak yang memahami pentingnya gerakan antinarkoba yang inklusif.

Ikuti terus perkembangan kabar inspiratif dan informasi terbaru lainnya hanya di Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Siapa yang direkrut dalam program Mitra Inklusi Reserse Bhayangkara?
Muhammad Dendy dan Illiyin Nur, dua penyandang disabilitas tuli yang bergabung sebagai Pegawai Harian Lepas Ditresnarkoba Polda Kaltim.

2. Apa tujuan utama program ini?
Memperluas pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui pendekatan inklusif dengan melibatkan penyandang disabilitas sebagai mitra Polri.

3. Pelatihan apa yang diterima peserta?
Pelatihan mengenai bahaya narkoba, mekanisme pelaporan, literasi hukum, dan edukasi kepada masyarakat.

4. Apa inovasi lain yang disiapkan Ditresnarkoba Polda Kaltim?
Pengembangan materi edukasi dalam bahasa isyarat, huruf Braille, audio, dan konten digital ramah penyandang disabilitas.

Sumber Informasi: Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Media Kaltim Post, dengan judul "Pertama di Indonesia! Ditresnarkoba Polda Kaltim Rekrut Penyandang Tuli Jadi Agen Antinarkoba", oleh penulis M Ibrahim. Di-update kembali dengan angle dan style balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
#Kombes Pol Romylus Tamtelahitu #Mitra Inklusi Reserse Bhayangkara #polda kalimantan timur