Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Iptek Mimbar Opini

Efisiensi Anggaran Dilakukan, Pemkot Balikpapan Pastikan Program Prioritas Tetap Aman

kholiefatul Jannah • Selasa, 7 Juli 2026 | 19:24 WIB
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo

Durasi Baca: 6 menit

Topik: Prioritas pengelolaan APBD Balikpapan untuk memperkuat pelayanan dasar dan kesejahteraan masyarakat

Ikhtisar: Pemkot Balikpapan menegaskan APBD difokuskan pada pelayanan dasar, efisiensi belanja, serta keberlanjutan program prioritas yang langsung dirasakan masyarakat.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Pemerintah Kota Balikpapan menegaskan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tetap dipusatkan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemenuhan layanan dasar, meski kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Penegasan itu disampaikan Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, usai Rapat Paripurna ke-8 Masa Sidang III Tahun Sidang 2025/2026 DPRD Kota Balikpapan di Hotel Gran Senyiur, Senin (6/7/2026).

Banyak warga menilai penghargaan memang penting, tetapi manfaat nyata dari anggaran jauh terasa dalam kehidupan sehari-hari. Nah, bagaimana arah kebijakan APBD Balikpapan ke depan? Simak sampai tuntas, Ces!

Baca Juga: Turnamen LPM Sepinggan Baru Cup Jadi Ajang Mencetak Bibit Pesepak Bola Muda Balikpapan

Apa yang Menjadi Fokus Utama Pengelolaan APBD Balikpapan?

Bagi Pemerintah Kota Balikpapan, keberhasilan pengelolaan keuangan daerah bukan hanya diukur dari opini WTP yang kembali diraih. Ukuran yang dianggap jauh lebih penting adalah seberapa besar anggaran mampu menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menegaskan setiap rupiah dalam APBD harus memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan dan kemakmuran warga.

"Yang paling penting adalah bagaimana anggaran itu digunakan sebaik-baiknya dan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan serta kemakmuran rakyat," ujarnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa akuntabilitas pengelolaan anggaran tetap berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik. Dengan kata lain, capaian administratif perlu diikuti hasil yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Selain menjaga tata kelola keuangan yang baik, pemerintah juga menyiapkan kembali sejumlah program yang sebelumnya belum sempat direalisasikan agar dapat masuk dalam penganggaran tahun berikutnya.

Program Apa Saja yang Diprioritaskan Tahun Berikutnya?

Salah satu program yang kembali menjadi perhatian adalah pembangunan Rumah Sakit Sayang Ibu. Proyek ini dipandang sebagai bagian penting dalam memperkuat layanan kesehatan di Kota Balikpapan.

Tidak hanya sektor kesehatan, pemerintah juga memastikan kewajiban pengalokasian anggaran atau mandatory spending tetap dipenuhi sesuai ketentuan.

Di bidang pendidikan, anggaran pembangunan sekolah akan terus dialokasikan setiap tahun untuk menyesuaikan kebutuhan pertumbuhan jumlah peserta didik sekaligus meningkatkan kualitas sarana belajar.

Program seragam sekolah gratis juga dipastikan tetap berlanjut. Bantuan tersebut mencakup peserta didik baru mulai jenjang PAUD, SD, SMP hingga SMA sehingga dapat membantu meringankan beban pengeluaran keluarga saat memasuki tahun ajaran baru.

Di sektor kesehatan, pemerintah tetap menjamin pembiayaan BPJS Kesehatan kelas III bagi masyarakat bukan penerima upah sebagai bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan.

"Program-program yang kemarin belum berjalan akan kita jalankan dan kita anggarkan. Sementara yang berkaitan dengan mandatory spending tetap menjadi prioritas," kata Bagus.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Padati Islamic Center, Ini Pesan Hijrah Ustaz Abdul Somad untuk Warga Balikpapan

Mengapa Mandatory Spending Tetap Menjadi Prioritas?

Mandatory spending merupakan alokasi anggaran yang secara regulasi wajib dipenuhi pemerintah daerah pada sektor-sektor tertentu, terutama pendidikan dan pelayanan publik.

Melalui kebijakan tersebut, pemerintah memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap memperoleh perlindungan meskipun terdapat berbagai penyesuaian anggaran.

Dalam praktiknya, prioritas tersebut diterjemahkan melalui beberapa program utama, antara lain:

1. Pembangunan sekolah sesuai kebutuhan masyarakat.

2. Program seragam sekolah gratis bagi peserta didik baru.

3. Pembiayaan BPJS Kesehatan kelas III bagi masyarakat bukan penerima upah.

4. Penguatan layanan kesehatan melalui pembangunan Rumah Sakit Sayang Ibu.

Pendekatan ini juga diharapkan menjaga kesinambungan pelayanan publik sehingga pembangunan daerah tidak terhambat oleh perubahan prioritas belanja yang bersifat jangka pendek.

Meski demikian, Pemerintah Kota Balikpapan mengakui masih terdapat sejumlah program yang memerlukan evaluasi agar pelaksanaannya semakin efektif pada periode berikutnya.

Baca Juga: Rumah Singgah ABK di Balikpapan Ditargetkan Beroperasi 9 Bulan Lagi, DPRD Terus Kawal

Bagaimana Pemkot Melakukan Efisiensi Tanpa Mengurangi Pelayanan?

Efisiensi anggaran tetap menjadi bagian dari strategi pengelolaan APBD Balikpapan. Namun, kebijakan tersebut ditegaskan tidak akan mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Menurut Bagus, langkah efisiensi dilakukan melalui pengurangan anggaran perjalanan dinas atau SPPD serta memaksimalkan penggunaan gedung dan fasilitas milik pemerintah untuk berbagai kegiatan resmi.

"Efisiensi tetap kita lakukan, seperti mengurangi anggaran perjalanan dinas dan memanfaatkan gedung milik pemerintah untuk kegiatan agar penggunaan anggaran lebih efektif," jelasnya.

Pendekatan tersebut diarahkan agar belanja operasional dapat ditekan sehingga ruang fiskal lebih banyak dialihkan untuk program yang memberikan manfaat langsung kepada warga.

Dengan strategi itu, pemerintah berharap penggunaan APBD menjadi semakin tepat sasaran sekaligus menjaga keberlanjutan pembangunan di berbagai sektor.

Apakah Program Prioritas Akan Terdampak Efisiensi?

Pemkot Balikpapan memastikan kebijakan efisiensi tidak akan mengurangi anggaran bagi program yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.

Bagus menegaskan sektor pendidikan, penanganan banjir, pembangunan sekolah, layanan kesehatan, hingga program seragam sekolah gratis tetap menjadi fokus utama dalam penyusunan anggaran.

Selain itu, pemerintah juga berharap pembiayaan untuk pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat tetap dapat dipertahankan agar manfaat pelayanan semakin luas.

"Kami berharap tidak ada penurunan anggaran untuk kewajiban mandatory spending, seperti pendidikan, penanganan banjir, pembangunan sekolah, seragam sekolah gratis, hingga layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat," pungkasnya.

Arah kebijakan tersebut menunjukkan bahwa efisiensi bukan berarti memangkas pelayanan dasar, melainkan menata kembali prioritas belanja agar anggaran daerah menghasilkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Balikpapan.

Baca Juga: Sengketa Berubah Pidana, Sidang Penggelapan Solar Rp20 Miliar Masuk Babak Akhir

Poin Penting:

Insight Redaksi: Pengelolaan APBD selalu menjadi perhatian warga karena dampaknya langsung terasa dalam kehidupan sehari-hari. Arah kebijakan yang menempatkan pendidikan, kesehatan, dan penanganan banjir sebagai prioritas menunjukkan fokus pemerintah pada kebutuhan dasar masyarakat. Tantangan berikutnya pang berada pada konsistensi pelaksanaan program agar manfaatnya benar-benar dirasakan hingga tingkat lingkungan. Kada cukup hanya perencanaan yang baik, realisasi juga harus tepat waktu dan terukur. Itulah yang biasanya paling ditunggu warga Balikpapan, Ces.

Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya semakin banyak warga memahami arah penggunaan APBD Kota Balikpapan dan ikut mengawal pelaksanaannya.

Ikuti terus perkembangan kebijakan dan informasi penting lainnya hanya di Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!

 

FAQ

1. Apa fokus utama APBD Kota Balikpapan?
Fokus utamanya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan pembangunan prioritas.

2. Apakah program seragam sekolah gratis tetap dilanjutkan?
Ya. Program tersebut tetap menjadi salah satu prioritas anggaran pemerintah.

3. Bagaimana bentuk efisiensi anggaran yang dilakukan Pemkot Balikpapan?
Efisiensi dilakukan dengan mengurangi anggaran perjalanan dinas serta memanfaatkan fasilitas milik pemerintah untuk berbagai kegiatan.

4. Apakah pembangunan Rumah Sakit Sayang Ibu tetap direncanakan?
Ya. Program tersebut akan kembali dianggarkan sebagai bagian dari peningkatan layanan kesehatan.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
#kota balikpapan #APBD Balikpapan #Bagus Susetyo