Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Religi Iptek Mimbar Opini

KidUp ITK Hadirkan AI untuk Anak Tunagrahita, Belajar Kini Makin Adaptif dan Interaktif

AdminBTV • Rabu, 1 Juli 2026 | 17:32 WIB
KidUp menghadirkan media belajar adaptif berbasis AI membantu anak tunagrahita, memudahkan guru memantau perkembangan berkelanjutan.
KidUp menghadirkan media belajar adaptif berbasis AI membantu anak tunagrahita, memudahkan guru memantau perkembangan berkelanjutan.

Durasi Baca: 5 Menit

Topik: Inovasi kecerdasan buatan ITK memperkuat pembelajaran inklusif bagi anak berkebutuhan khusus

Ikhtisar: KidUp menghadirkan media belajar adaptif berbasis AI yang membantu anak tunagrahita, sekaligus memudahkan guru dan orang tua memantau perkembangan belajar secara berkelanjutan.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Institut Teknologi Kalimantan (ITK) menghadirkan KidUp, platform pembelajaran berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang khusus untuk mendukung proses belajar anak tunagrahita. Inovasi hasil Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC) ini ditujukan untuk menjawab tantangan pendidikan inklusif melalui media belajar yang lebih adaptif dan mudah digunakan.

Masih banyak anak berkebutuhan khusus yang memerlukan metode belajar sesuai kemampuan masing-masing. Nah, inovasi ini menarik untuk disimak sampai tuntas. Banyak manfaatnya, Ces!

Baca Juga: DPRD Balikpapan Desak Pemkot Kelola Depo Kontainer Rp175 Miliar, Ini Alasan dan Potensinya

Apa yang Membuat KidUp Berbeda dari Media Belajar Lain?

Pendidikan bagi anak tunagrahita membutuhkan pendekatan yang berbeda dibandingkan pembelajaran konvensional. Setiap anak memiliki kemampuan memahami materi, mempertahankan perhatian, hingga kecepatan belajar yang tidak sama.

Melihat kondisi tersebut, tim mahasiswa ITK mengembangkan KidUp sebagai platform yang mampu menyesuaikan materi belajar dengan perkembangan setiap pengguna. Pendekatan ini diharapkan membantu proses belajar berlangsung secara bertahap tanpa memberikan beban berlebihan kepada anak.

Dosen pembimbing Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta ITK, Happy Aprillia, menjelaskan bahwa KidUp dirancang dengan tampilan sederhana sehingga mudah digunakan baik oleh anak maupun pendampingnya.

Materi di dalam aplikasi disusun secara interaktif dengan visual yang ramah pengguna. Selain itu, sistem pembelajaran dipadukan dengan konsep gamifikasi agar aktivitas belajar terasa menyenangkan dan mampu menjaga motivasi anak selama mengikuti materi.

Happy mengatakan teknologi kecerdasan buatan menjadi salah satu keunggulan utama platform tersebut. "Teknologi AI yang diterapkan memungkinkan materi dan latihan disesuaikan dengan kemampuan serta perkembangan setiap anak," ujarnya.

Pendekatan adaptif tersebut membuat setiap pengguna memperoleh materi sesuai kemampuan masing-masing, sehingga proses belajar tidak bersifat seragam.

Bagaimana AI Membantu Anak Tunagrahita Belajar?

Pemanfaatan artificial intelligence dalam KidUp bukan sekadar menghadirkan teknologi terbaru. Sistem ini bekerja untuk mengenali perkembangan kemampuan belajar pengguna, kemudian menyesuaikan tingkat kesulitan materi dan latihan yang diberikan.

Dengan cara tersebut, anak memperoleh pengalaman belajar yang lebih personal. Ketika kemampuan meningkat, materi yang disajikan juga berkembang secara bertahap.

Sebaliknya, apabila anak masih membutuhkan penguatan pada materi tertentu, sistem dapat memberikan latihan tambahan sesuai kebutuhan. Pendekatan seperti ini membantu proses belajar berlangsung lebih fleksibel.

KidUp juga menghadirkan fitur pengenalan objek menggunakan kamera perangkat. Anak dapat mengenali benda-benda di sekitar melalui proses identifikasi visual yang disajikan secara sederhana dan menarik.

Fitur tersebut diharapkan mampu memperkuat kemampuan mengenali lingkungan sekitar sekaligus melatih interaksi anak dengan objek yang ditemui dalam aktivitas sehari-hari.

Selain aspek pembelajaran, aplikasi ini turut memberikan pengalaman belajar yang lebih aktif melalui kombinasi gambar, latihan interaktif, dan aktivitas yang dirancang sesuai karakteristik anak berkebutuhan khusus.

Baca Juga: Portugal dan Argentina Jadi Jersey Terlaris di Balikpapan, Ini Penyebab Harganya Terus Bergerak

Mengapa Pemantauan Perkembangan Belajar Menjadi Fitur Penting?

Pendampingan anak berkebutuhan khusus tidak hanya bergantung pada proses belajar di kelas. Peran guru dan orang tua juga sangat menentukan perkembangan kemampuan anak dari waktu ke waktu.

Karena itu, KidUp menyediakan sistem pemantauan perkembangan belajar secara real time. Melalui fitur tersebut, hasil belajar dapat dipantau secara berkala sehingga pendamping memperoleh gambaran mengenai capaian maupun bagian yang masih memerlukan perhatian.

Data evaluasi yang tersedia dalam aplikasi membantu guru menyusun strategi pembelajaran sesuai kebutuhan peserta didik.

Orang tua juga memperoleh informasi perkembangan anak secara lebih terstruktur. Dengan demikian, proses pendampingan di rumah dapat berjalan selaras dengan pembelajaran yang diberikan di sekolah.

Bagaimana Hasil Uji Coba KidUp?

Selain mengembangkan fitur pembelajaran, tim pengembang juga menguji kemudahan penggunaan aplikasi sebelum diperkenalkan secara luas.

Menurut dosen pembimbing PKM-KC ITK, Happy Aprillia, hasil uji usability menunjukkan prototipe KidUp memperoleh skor rata-rata 85. Nilai tersebut masuk kategori Best Imaginable dengan Grade Scale A, yang menggambarkan tingkat kemudahan penggunaan dan penerimaan aplikasi sangat baik.

Capaian itu menjadi indikator bahwa antarmuka dan fitur KidUp cukup mudah dipahami oleh pengguna. Hal ini penting karena aplikasi ditujukan tidak hanya untuk anak, tetapi juga guru serta orang tua yang akan mendampingi proses belajar.

Meski masih berupa prototipe, hasil pengujian tersebut memberikan gambaran bahwa teknologi yang dikembangkan memiliki potensi untuk terus disempurnakan dan diterapkan pada lingkungan pendidikan inklusif.

Baca Juga: Geliat Ekonomi Syariah Dorong Kemandirian UMKM Balikpapan Lewat Target Transaksi Miliaran Rupiah.

Mengapa Komunitas Orang Tua Ikut Menjadi Fokus?

KidUp tidak hanya berfungsi sebagai media pembelajaran digital. Platform ini juga menghadirkan layanan konsultasi serta ruang komunitas yang memungkinkan orang tua saling berbagi pengalaman.

Fasilitas tersebut memberi ruang diskusi mengenai tantangan mendampingi anak berkebutuhan khusus, sekaligus menjadi tempat bertukar informasi mengenai metode belajar yang sesuai.

Kehadiran komunitas ini diharapkan memperkuat kolaborasi antara keluarga dan tenaga pendidik. Pendampingan yang selaras sering kali menjadi salah satu faktor penting dalam membantu perkembangan kemampuan anak.

Dengan komunikasi yang lebih baik, proses belajar tidak berhenti di sekolah, tetapi juga berlanjut ketika anak berada di rumah.

Apa Dampaknya bagi Pendidikan Inklusif di Indonesia?

Pendidikan inklusif menempatkan setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh layanan pendidikan sesuai kebutuhannya. Teknologi seperti KidUp menjadi salah satu contoh bagaimana inovasi digital dapat membantu mewujudkan tujuan tersebut.

Pendekatan berbasis AI memungkinkan materi belajar disesuaikan dengan kemampuan individu. Model pembelajaran seperti ini berpotensi mengurangi hambatan yang selama ini dihadapi anak tunagrahita ketika mengikuti proses belajar.

Bagi guru, aplikasi membantu proses evaluasi perkembangan peserta didik secara lebih terukur. Sementara bagi orang tua, informasi perkembangan anak menjadi lebih mudah dipantau sehingga pendampingan dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Happy Aprillia berharap pemanfaatan teknologi yang inklusif dan adaptif mampu mendukung perkembangan kognitif sekaligus meningkatkan kemandirian anak tunagrahita. "Dengan begitu, setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan meraih masa depan yang lebih baik," pungkasnya.

Melalui inovasi tersebut, Institut Teknologi Kalimantan menunjukkan bahwa pengembangan teknologi bukan hanya menghadirkan solusi digital, tetapi juga dapat memberikan manfaat sosial yang nyata bagi dunia pendidikan.

Baca Juga: Mengapa Pembangunan SMP Negeri 29 Balikpapan Utara Dicicil? Ini Alasan Dinas Pendidikan.

Poin Penting:

Insight Redaksi: Pemanfaatan AI dalam pendidikan sering dikaitkan dengan efisiensi, tetapi KidUp memperlihatkan sisi lain yang sama pentingnya, yakni pemerataan akses belajar bagi anak berkebutuhan khusus. Bagi Kalimantan Timur yang terus bertumbuh sebagai kawasan pendidikan dan teknologi, inovasi seperti ini layak mendapat ruang pengembangan. Kada cukup berhenti sebagai karya mahasiswa saja. Kolaborasi bersama sekolah, pemerintah, dan komunitas menjadi langkah berikutnya agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Kaitu pang yang patut terus didorong, Ces.

Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang mengenal inovasi anak daerah yang memberi manfaat nyata bagi pendidikan inklusif.

Update terus informasi inspiratif dan perkembangan teknologi pendidikan hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa itu KidUp?
KidUp adalah platform pembelajaran berbasis AI yang dikembangkan Institut Teknologi Kalimantan untuk membantu proses belajar anak tunagrahita.

2. Siapa yang dapat memanfaatkan KidUp?
Anak tunagrahita, guru, dan orang tua sebagai pendamping selama proses pembelajaran.

3. Apa keunggulan utama KidUp?
Materi belajar adaptif, gamifikasi, pengenalan objek melalui kamera, serta pemantauan perkembangan belajar secara real time.

4. Bagaimana hasil pengujian aplikasi KidUp?
Prototipe KidUp memperoleh skor rata-rata 85 pada uji usability dengan kategori Best Imaginable dan Grade Scale A.

Sumber Informasi: Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Media Kaltim Post, dengan judul "KidUp ITK Jadi Solusi Pembelajaran Inklusif untuk Anak Tunagrahita Berbasis AI", oleh penulis Oktavia Megaria. Di-update kembali dengan angle dan style balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
#People: Happy Aprillia #Places: Institut Teknologi Kalimantan #Things: KidUp berbasis AI