Durasi Baca: 5 Menit
Topik: DMI Balikpapan menyalurkan santunan anak yatim melalui pendataan langsung di masyarakat.
Ikhtisar: Artikel ini membahas penyaluran santunan anak yatim oleh DMI Balikpapan, mekanisme pencarian penerima, dukungan pemerintah, serta harapan agar kepedulian sosial terus berkembang.
Balikpapan TV - Hai Ces! DMI Balikpapan menyalurkan santunan kepada 210 anak yatim dalam rangka Milad ke-54 dengan penerima yang didata langsung dari lingkungan masyarakat, bukan melalui panti asuhan maupun yayasan.
Masih ada target yang ingin dikejar. Penasaran kenapa cara ini dipilih? Simak terus sampai akhir, kada rugi waktunya Ces!
Baca Juga: Musim Angin Selatan Datang, Nelayan Kecil di Balikpapan Kehilangan Penghasilan Ratusan Ribu Rupiah.
Mengapa DMI Balikpapan memilih mencari langsung anak yatim di masyarakat?
PD DMI Balikpapan memilih mendata langsung calon penerima santunan agar bantuan benar-benar menjangkau anak-anak yang membutuhkan di lingkungan tempat tinggal mereka.
Ketua PD DMI Balikpapan, M Dumairi, menjelaskan penerima santunan bukan berasal dari panti asuhan atau yayasan. Alasannya, lembaga tersebut umumnya telah memiliki jaringan donatur sendiri. "Kami murni mencari di masyarakat, bukan dari panti asuhan atau yayasan yang memang biasanya sudah memiliki donatur."
Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, tim diterjunkan ke enam kecamatan di Balikpapan. Pendataan dilakukan langsung kepada calon penerima sesuai kriteria yang telah ditentukan.
Siapa saja yang menerima santunan pada Milad ke-54 DMI?
Santunan diberikan kepada anak yatim atau yatim piatu berusia 6 hingga 12 tahun.
M Dumairi mengungkapkan waktu pendataan hanya sekitar 15 hari. Dalam waktu tersebut, DMI berhasil menghimpun data dan menyalurkan bantuan kepada 210 anak.
Jumlah itu masih berada di bawah target 300 penerima. Karena itu, proses pencarian calon penerima santunan masih akan terus dilanjutkan.
DMI berharap kuota penerima dapat terpenuhi sehingga semakin banyak anak yang memperoleh manfaat dari program tersebut.
Bagaimana suasana penyerahan santunan di Balikpapan Islamic Center?
Penyerahan bantuan secara simbolis berlangsung di Masjid Madinatul Iman, Balikpapan Islamic Center (BIC), Minggu (28/6).
Kegiatan tersebut dibuka oleh Asisten II Sekretaris Kota Balikpapan, Andi Yusri Ramli, yang hadir mewakili Pemerintah Kota Balikpapan.
Menurut Andi Yusri Ramli, Milad DMI bukan sekadar memperingati perjalanan organisasi dalam memakmurkan masjid.
"Khususnya kepada anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian, kasih sayang, dan dukungan kita bersama," ungkapnya.
Ia menilai kegiatan sosial seperti ini dapat menjadi bekal semangat, harapan, dan motivasi bagi anak-anak untuk tumbuh menjadi generasi berakhlak baik, berpendidikan, dan memiliki cita-cita yang kuat.
Baca Juga: Aksi Nyata Hari Bhayangkara ke-80: Sinergi Polda Kaltim Hijaukan Pantai Lamaru dengan 5.000 Bakau.
Mengapa program santunan ini terus dilanjutkan setiap tahun?
Program santunan anak yatim telah berjalan selama dua tahun terakhir, terutama ketika Milad DMI bertepatan dengan bulan Muharram.
DMI Balikpapan berharap kegiatan tersebut memberi manfaat nyata bagi para penerima sekaligus membuka ruang kepedulian yang semakin luas di tengah masyarakat.
Selain menyalurkan bantuan, DMI juga mengajak masyarakat menyisihkan sebagian rezeki untuk membantu anak-anak yatim piatu maupun meringankan beban orang tua atau wali mereka.
Andi Yusri Ramli berharap kegiatan serupa dapat menginspirasi berbagai pihak agar menghadirkan lebih banyak aksi sosial di Balikpapan.
Baca Juga: Ternyata Debu di Balikpapan Berasal dari Zeolit, Ini Penjelasan Dinkes
Poin Penting:
- DMI Balikpapan menyalurkan santunan dalam rangka Milad ke-54.
- Bantuan telah diberikan kepada 210 anak dari target 300 penerima.
- Penerima merupakan anak yatim atau yatim piatu usia 6–12 tahun.
- Pendataan dilakukan langsung di enam kecamatan Balikpapan.
- DMI memilih tidak mengambil data dari panti asuhan maupun yayasan.
- Pemerintah Kota Balikpapan mendukung program santunan tersebut.
Insight redaksi: Program ini menunjukkan pendekatan yang berbeda dalam penyaluran bantuan sosial. Dengan mendata langsung ke lingkungan masyarakat, peluang bantuan menjangkau penerima yang belum tersentuh donatur menjadi lebih besar. Di Balikpapan, langkah seperti ini memperlihatkan bahwa ketepatan sasaran sama pentingnya dengan jumlah bantuan. Ikhtiar seperti ini layak terus dijaga. Nah, kalau ada kegiatan sosial serupa di sekitar lingkungan, ikut berpartisipasi sesuai kemampuan juga bisa memberi dampak nyata. Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang memahami semangat berbagi, Ces.
Tetap ikuti perkembangan informasi yang dekat dengan kehidupan masyarakat hanya di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Siapa penyelenggara kegiatan santunan ini?
PD Dewan Masjid Indonesia (DMI) Balikpapan.
2. Berapa jumlah anak yang sudah menerima santunan?
Sebanyak 210 anak dari target 300 penerima.
3. Siapa yang menjadi sasaran penerima bantuan?
Anak yatim atau yatim piatu berusia 6–12 tahun.
4. Mengapa penerima tidak berasal dari panti asuhan?
Karena DMI memprioritaskan anak di masyarakat yang belum tentu memiliki akses donatur tetap.
Sumber Informasi: Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Media Kaltim Post, dengan judul "Bukan dari Panti Asuhan, DMI Balikpapan Cari Langsung Anak Yatim ke Lapangan untuk Diberi Santunan", oleh penulis Dina Angelina. Di-update kembali dengan angle dan style balikpapantv.id.