Durasi Baca: 4 Menit
Topik: Transparansi pengelolaan APBD Balikpapan 2025 dan arah pembangunan kota
Ikhtisar: Pemerintah Kota Balikpapan memaparkan pertanggungjawaban APBD 2025 yang memperoleh opini WTP dari BPK serta mencatat SiLPA Rp479 miliar yang akan dimanfaatkan kembali pada tahun berikutnya.
Balikpapan TV - Hai Ces! Pemerintah Kota Balikpapan kembali mencatat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan APBD 2025, sekaligus melaporkan SiLPA sebesar Rp479,23 miliar dalam Rapat Paripurna DPRD Balikpapan.
Angka-angka ini menarik dicermati karena berkaitan langsung dengan pembangunan kota dan pelayanan publik. Simak sampai habis, supaya makin paham ke mana arah anggaran daerah berjalan, Ces!
Baca Juga: Mengapa Sawah Teritip Jadi Prioritas? DPRD Balikpapan Siapkan Strategi Anggaran 2027
Mengapa laporan APBD 2025 menjadi sorotan DPRD Balikpapan?
Pertanggungjawaban APBD merupakan bagian penting untuk memastikan penggunaan anggaran daerah berjalan sesuai aturan. Karena itu, laporan ini menjadi agenda utama dalam Rapat Paripurna DPRD Balikpapan yang digelar di Hotel Grand Senyiur.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo menyampaikan nota penjelasan atas pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 yang telah selesai diaudit.
Audit tersebut dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Kalimantan Timur sebagai lembaga yang berwenang memeriksa pengelolaan keuangan pemerintah daerah.
Apa arti opini WTP yang diraih Balikpapan?
Balikpapan kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian atau WTP dari BPK. Predikat ini menunjukkan laporan keuangan pemerintah daerah dinilai telah disusun sesuai standar dan ketentuan yang berlaku.
Menurut Bagus Susetyo, capaian tersebut menjadi bukti bahwa proses penganggaran hingga pertanggungjawaban APBD dilakukan sesuai regulasi keuangan daerah.
Namun ia menegaskan, capaian administratif bukan satu-satunya tujuan. Anggaran yang tersedia harus benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Fokusnya jelas. Program yang masih menjadi pekerjaan rumah perlu terus dituntaskan.
Baca Juga: PTMB Selesaikan Perbaikan Pipa Induk, Apa Dampaknya bagi Pelanggan BDS?
Program apa saja yang menjadi perhatian penggunaan anggaran?
Bagus menyebut sejumlah kebutuhan masyarakat yang masih membutuhkan perhatian melalui APBD. Di antaranya penanganan banjir, pembangunan sekolah, hingga pelayanan air bersih.
Menurutnya, penggunaan anggaran selama ini telah mengikuti ketentuan mandatori spending yang berlaku.
Ia juga mengajak masyarakat ikut mengawasi jalannya APBD setiap tahun. Keterlibatan publik dinilai penting agar penggunaan anggaran tetap sesuai kebutuhan warga.
Pengawasan tidak hanya datang dari lembaga resmi. Partisipasi masyarakat juga memiliki peran besar.
Mengapa masih ada SiLPA Rp479,23 miliar?
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam laporan APBD 2025 adalah adanya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran atau SiLPA sebesar Rp479,23 miliar.
Bagus menjelaskan, angka tersebut muncul karena adanya sisa hasil tender serta pekerjaan yang penyelesaiannya berada di akhir periode anggaran.
Ia menegaskan kondisi itu bukan berarti pemerintah terlambat menggunakan anggaran.
Dana yang belum terserap tersebut akan langsung diluncurkan atau dijadwalkan kembali dalam APBD tahun berikutnya.
Dengan kata lain, SiLPA menjadi bagian dari kesinambungan program yang masih berjalan dan belum selesai pada tahun anggaran sebelumnya.
Bagaimana posisi Balikpapan dalam pembangunan kota nasional?
Di tengah pembahasan APBD, Bagus juga menyinggung capaian terbaru Balikpapan yang masuk dalam lima nominasi pembangunan kota terbaik.
Balikpapan berada dalam daftar bersama Surabaya, Pekalongan, Manado, dan Surakarta.
Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus melakukan pembenahan.
Target akhirnya adalah mewujudkan Balikpapan sebagai kota yang nyaman, kondusif, dan memberikan rasa keadilan bagi seluruh masyarakat.
Keberhasilan pengelolaan anggaran dan kualitas pembangunan memang saling berkaitan. Keduanya menjadi fondasi penting bagi perkembangan kota dalam jangka panjang.
Poin Penting:
- Pemkot Balikpapan memaparkan pertanggungjawaban APBD 2025 di Rapat Paripurna DPRD.
- Laporan keuangan 2025 memperoleh opini WTP dari BPK RI Perwakilan Kaltim.
- SiLPA APBD 2025 tercatat sebesar Rp479,23 miliar.
- SiLPA berasal dari sisa tender dan pekerjaan yang berakhir di penghujung periode anggaran.
- Dana SiLPA akan diluncurkan kembali dalam APBD 2026.
- Balikpapan masuk lima nominasi pembangunan kota terbaik bersama empat kota lainnya.
Insight Redaksi: Penghargaan WTP memang menjadi indikator penting tata kelola keuangan daerah. Namun bagi warga Balikpapan, ukuran keberhasilan sesungguhnya terlihat dari dampak nyata di lapangan. Penanganan banjir, pembangunan sekolah, dan pelayanan air bersih masih menjadi perhatian yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Di sinilah tantangannya. Anggaran yang tertib secara administrasi harus sejalan dengan percepatan manfaat yang dirasakan masyarakat. Pencapaian nominasi kota terbaik menjadi sinyal positif, tetapi pekerjaan rumah kota ini masih perlu terus dikawal bersama. Pahamlah, Ces, angka besar di laporan akan terasa berarti ketika manfaatnya benar-benar hadir di lingkungan warga.
Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang memahami bagaimana anggaran daerah dikelola dan digunakan untuk pembangunan kota.
Masih banyak perkembangan menarik soal pembangunan dan kebijakan daerah yang layak dicermati. Ikuti terus kabar terbarunya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Apa itu opini WTP dari BPK?
Opini WTP adalah penilaian bahwa laporan keuangan telah disajikan secara wajar sesuai standar akuntansi pemerintahan.
2. Berapa nilai SiLPA APBD Balikpapan 2025?
SiLPA APBD 2025 tercatat sebesar Rp479,23 miliar.
3. Mengapa masih ada SiLPA dalam APBD 2025?
Karena terdapat sisa hasil tender dan pekerjaan yang selesai pada akhir periode anggaran.
4. Apakah SiLPA berarti anggaran tidak digunakan?
Tidak. Dana tersebut dapat diluncurkan kembali dan digunakan pada APBD tahun berikutnya.
5. Program apa yang menjadi perhatian pemerintah daerah?
Penanganan banjir, pembangunan sekolah, dan pelayanan air bersih.
Sumber Informasi: Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Media Kaltim Post, dengan judul "Wakil Wali Kota Balikpapan Paparkan Pertanggungjawaban APBD 2025, Raih Opini WTP dan SiLPA Rp 479 Miliar", oleh penulis Dina Angelina. Di-update kembali dengan angle dan style balikpapantv.id.