Durasi Baca: 4 Menit
Topik: Dukungan Anggaran Rehabilitasi Sawah Teritip untuk Memperkuat Ketahanan Pangan Balikpapan
Ikhtisar: DPRD Balikpapan mendorong penguatan anggaran rehabilitasi sawah Teritip, sekaligus menata prioritas program pertanian dan perikanan yang dinilai berdampak langsung bagi masyarakat.
Balikpapan TV - Hai Ces! DPRD Balikpapan mendorong peningkatan anggaran rehabilitasi sawah di kawasan Gunung Binjai, Teritip, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dalam pembahasan APBD Tahun 2027.
Program ini menarik perhatian karena menyangkut kebutuhan pangan jangka panjang warga. Simak perkembangan pembahasannya, siapa tahu ada dampaknya langsung untuk lingkungan sekitar ikam, Ces!
Mengapa rehabilitasi sawah Teritip menjadi perhatian DPRD Balikpapan?
Rehabilitasi sawah dinilai sebagai program yang memiliki dampak langsung terhadap ketahanan pangan daerah. Karena itu, Komisi II DPRD Balikpapan menempatkannya sebagai salah satu fokus dalam pembahasan APBD 2027.
Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah, menyebut pihaknya telah berkoordinasi terkait rencana pembukaan lahan tambahan sekitar 10 hektare dengan kebutuhan anggaran kurang lebih Rp300 juta.
Langkah tersebut menjadi bagian awal dari target rehabilitasi lahan yang lebih luas di kawasan Gunung Binjai, Teritip.
Berapa kebutuhan anggaran untuk rehabilitasi sawah yang direncanakan?
Kebutuhan anggaran yang dibahas tidak hanya untuk lahan tambahan 10 hektare. DPRD mencatat total kebutuhan rehabilitasi sawah mencapai sekitar Rp1,5 miliar.
Dana tersebut ditujukan untuk mendukung rehabilitasi maupun pembukaan lahan sawah hingga sekitar 56 hektare.
Namun, ruang fiskal yang tersedia membuat seluruh kebutuhan tersebut belum bisa langsung dipenuhi. Pagu indikatif dari Pemerintah Kota Balikpapan disebut tidak memungkinkan adanya penambahan anggaran secara langsung.
Karena itu, pembahasan berfokus pada penataan ulang prioritas program yang sudah ada.
Bagaimana strategi agar program tetap berjalan meski anggaran terbatas?
Solusi yang dibahas adalah melakukan pergeseran anggaran di tingkat organisasi perangkat daerah (OPD).
Menurut Fauzi Adi Firmansyah, OPD perlu menentukan program mana yang masih bisa ditunda sementara dan mana yang harus menjadi prioritas utama.
Pendekatan ini dipilih agar rehabilitasi sawah tetap memperoleh dukungan tanpa harus menambah beban anggaran di luar pagu yang tersedia.
Komisi II menilai langkah tersebut realistis. Fokusnya sederhana: program yang paling bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat mendapat perhatian lebih dahulu.
Baca Juga: 300 Santri BK Paksi Balikpapan Lulus Wisuda: Siap Lanjut Tahsin dan Tahfiz.
Selain rehabilitasi sawah, program apa saja yang ikut menjadi fokus?
Pembahasan APBD tidak hanya menyentuh rehabilitasi lahan pertanian. Komisi II juga membedah sejumlah program pendukung yang berkaitan langsung dengan produktivitas sektor pangan.
Beberapa kebutuhan yang menjadi perhatian meliputi:
- Pengadaan bibit pertanian.
- Program biopori.
- Penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan).
- Dukungan kegiatan kelompok nelayan.
Program-program tersebut dianggap memiliki manfaat langsung bagi masyarakat yang bergerak di sektor pertanian maupun perikanan.
Karena itu, pembahasannya dilakukan bersamaan untuk memastikan kebutuhan dasar sektor pangan mendapat dukungan yang memadai.
Apa dampaknya bagi ketahanan pangan Balikpapan?
DPRD melihat rehabilitasi sawah sebagai investasi jangka panjang bagi ketersediaan pangan daerah.
Saat lahan pertanian dapat dimanfaatkan kembali secara optimal, potensi produksi pangan lokal juga ikut terdorong. Inilah alasan program tersebut ditempatkan sebagai salah satu prioritas dalam pembahasan anggaran.
Sebelum APBD disahkan, seluruh usulan dari mitra Komisi II masih akan dibahas lebih lanjut dalam forum internal komisi. Tujuannya agar alokasi anggaran benar-benar diarahkan pada kebutuhan yang dianggap paling mendesak.
Baca Juga: Ternyata Ini Alasan Kapolresta Balikpapan Hentikan Sementara Aktivitas PSHT
Poin Penting:
- DPRD Balikpapan membahas rehabilitasi sawah Teritip dalam APBD 2027.
- Pembukaan lahan tambahan sekitar 10 hektare membutuhkan anggaran sekitar Rp300 juta.
- Total kebutuhan rehabilitasi sawah mencapai sekitar Rp1,5 miliar untuk 56 hektare.
- Penambahan anggaran sulit dilakukan karena keterbatasan pagu indikatif.
- Solusi yang dibahas adalah pergeseran anggaran prioritas di tingkat OPD.
- Bibit, biopori, alsintan, dan kelompok nelayan juga menjadi fokus pembahasan.
Insight redaksi: Ketahanan pangan sering dibicarakan dari sisi hasil panen, padahal fondasinya dimulai dari keberanian menentukan prioritas anggaran. Pembahasan rehabilitasi sawah Teritip menunjukkan bahwa ruang fiskal daerah memiliki batas yang nyata. Di Balikpapan, tantangannya bukan hanya mencari dana, tetapi memilih program yang memberi manfaat langsung bagi warga. Ini titik pentingnya. Saat lahan produktif mendapat perhatian, dampaknya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Pahamlah, Ces, ketahanan pangan bukan sekadar urusan petani, melainkan kepentingan seluruh kota.
Bagi masyarakat yang mengikuti perkembangan pembangunan daerah, menarik untuk mencermati pembahasan APBD hingga tahap pengesahan. Dari sana terlihat program mana yang benar-benar diprioritaskan untuk kebutuhan warga.
Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam agar semakin banyak yang memahami arah pembahasan anggaran sektor pangan di Balikpapan.
Masih banyak perkembangan kebijakan daerah yang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari. Ikuti terus informasi terbaru dan pembahasannya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Di mana lokasi rehabilitasi sawah yang dibahas DPRD Balikpapan?
Di kawasan Gunung Binjai, Teritip, Balikpapan.
2. Berapa kebutuhan anggaran rehabilitasi sawah yang disebut DPRD?
Sekitar Rp1,5 miliar untuk rehabilitasi dan pembukaan lahan hingga 56 hektare.
3. Berapa luas lahan tambahan yang direncanakan dibuka?
Sekitar 10 hektare dengan kebutuhan anggaran kurang lebih Rp300 juta.
4. Mengapa anggaran tidak langsung ditambah?
Karena pagu indikatif APBD yang tersedia tidak memungkinkan penambahan anggaran baru.
5. Program apa lagi yang menjadi perhatian Komisi II?
Bibit pertanian, biopori, alsintan, dan dukungan kegiatan kelompok nelayan.
Sumber Informasi: Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Media Kaltim Post, dengan judul "DPRD Balikpapan Dorong Anggaran Rehabilitasi Sawah Teritip demi Ketahanan Pangan", oleh penulis Dina Angelina. Di-update kembali dengan angle dan style balikpapantv.id.