Durasi Baca: 4 Menit
Topik: Studi Komparatif Penataan Jalur Pedestrian untuk Mendukung Kota Ramah Pejalan Kaki
Ikhtisar: DPRD Balikpapan mempelajari konsep pedestrian Pontianak sebagai referensi pengembangan jalur pejalan kaki yang lebih terhubung, nyaman, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Balikpapan TV - Hai Ces! DPRD Balikpapan menilai fasilitas jalur pedestrian di Kota Balikpapan masih tertinggal dibandingkan Pontianak, sehingga melakukan kunjungan kerja untuk mempelajari konsep penataan kawasan ramah pejalan kaki.
Penasaran apa yang membuat pedestrian Pontianak jadi perhatian khusus? Simak sampai habis supaya gambaran pengembangan kota makin jelas dan kada setengah-setengah, Ces!
Mengapa DPRD Balikpapan Belajar ke Pontianak?
Komisi III DPRD Balikpapan datang langsung ke Kota Pontianak pada Rabu (10/6) untuk mempelajari penataan pedestrian, ruang terbuka hijau, dan pengembangan ruang publik.
Kunjungan ini dilakukan karena Balikpapan sedang mempersiapkan diri sebagai beranda Ibu Kota Nusantara (IKN). Kota yang nyaman untuk berjalan kaki menjadi salah satu aspek penting dalam pembangunan perkotaan modern.
Rombongan diterima langsung oleh Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono di Pontianak Interactive (Pontive) Center.
Apa Keunggulan Jalur Pedestrian di Pontianak?
Menurut Ketua Komisi III DPRD Balikpapan Yusri, keunggulan utama pedestrian Pontianak terletak pada panjang jalur dan keterhubungannya antarkawasan.
Jalur pejalan kaki tidak berdiri sendiri di beberapa titik saja. Infrastruktur tersebut dirancang saling terhubung sehingga masyarakat dapat berpindah kawasan dengan lebih nyaman.
“Sementara di Balikpapan, fasilitas pedestrian masih belum sepanjang dan komprehensif seperti yang ada di sini,” ucap Yusri.
Pernyataan itu menjadi gambaran bahwa tantangan Balikpapan bukan hanya membangun trotoar, tetapi juga menciptakan jaringan pedestrian yang terintegrasi.
Seperti Apa Harapan untuk Pedestrian Balikpapan?
Komisi III DPRD berharap konsep serupa dapat diterapkan di Balikpapan pada masa mendatang.
Yusri menilai pembangunan pedestrian tidak cukup dilakukan pada titik tertentu saja. Jalur pejalan kaki harus memiliki konektivitas yang luas agar benar-benar digunakan masyarakat.
“Pembangunan pedestrian tidak hanya dilakukan pada titik-titik tertentu, tetapi dapat terhubung secara lebih luas. Sehingga benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat," tuturnya.
Dengan konsep tersebut, fasilitas pedestrian tidak hanya menjadi pelengkap kota, tetapi bagian dari kebutuhan mobilitas warga sehari-hari.
Baca Juga: Uang Perusahaan Rp17 Juta untuk Judol, Karyawan AZKO Dituntut 1,5 Tahun Penjara
Bagaimana Hubungannya dengan Kehadiran IKN?
Kehadiran Ibu Kota Nusantara membuka peluang kolaborasi antardaerah di Kalimantan, termasuk dalam berbagi pengalaman pembangunan perkotaan.
Wali Kota Pontianak Edi Kamtono menegaskan pentingnya memperkuat hubungan antarwilayah melalui kerja sama dan pertukaran pengetahuan.
Menurutnya, setiap daerah memiliki tantangan berbeda. Karena itu, pengalaman yang berhasil diterapkan di satu kota dapat menjadi bahan pembelajaran bagi daerah lain.
Kunjungan DPRD Balikpapan dinilai menjadi salah satu bentuk kolaborasi yang dapat mendorong kualitas pembangunan kawasan Kalimantan secara bersama-sama.
Apa Pesan yang Disampaikan Pemkot Pontianak?
Edi Kamtono menilai pertemuan tersebut bukan sekadar kunjungan kerja biasa, melainkan ajang silaturahmi dan pertukaran pengalaman pembangunan daerah.
"Dalam mengelola kota, tentu masing-masing daerah memiliki tantangan dan kekurangan. Kita saling bertukar informasi dan pengalaman agar pembangunan daerah dapat berjalan lebih baik,” tutupnya.
Pesan itu menunjukkan bahwa pembangunan kota tidak selalu dimulai dari nol. Banyak praktik baik yang dapat dipelajari dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah.
Poin Penting:
- DPRD Balikpapan melakukan kunjungan kerja ke Pontianak pada 10 Juni.
- Fokus pembahasan meliputi pedestrian, ruang terbuka hijau, dan ruang publik.
- Pedestrian Pontianak dinilai unggul dari sisi panjang jalur dan keterhubungan kawasan.
- Balikpapan masih membutuhkan pengembangan jalur pedestrian yang lebih komprehensif.
- Hasil kunjungan akan menjadi masukan bagi Pemkot Balikpapan.
- Kehadiran IKN mendorong kolaborasi pembangunan antardaerah di Kalimantan.
Baca Juga: Polisi Ungkap Penyebab Awal Kecelakaan Siswi SMA di Grand City Balikpapan Utara
Insight redaksi: Bagi Balikpapan, pembahasan pedestrian bukan sekadar urusan trotoar. Tantangan utamanya justru membangun konektivitas antarkawasan agar jalur pejalan kaki benar-benar berfungsi. Pontianak memberi contoh bahwa panjang jalur saja kadada artinya jika tidak saling terhubung. Di tengah posisi Balikpapan sebagai beranda IKN, kebutuhan ruang kota yang nyaman semakin mendesak. Warga tidak hanya memerlukan akses kendaraan, tetapi juga ruang berjalan yang aman dan manusiawi. Ini momentum penting nah. Bagikan jua informasi ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang memahami arah pembangunan kota.
Mau tahu perkembangan infrastruktur, tata kota, dan isu perkotaan yang berdampak langsung bagi warga? Ikuti terus informasi terbarunya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Mengapa DPRD Balikpapan berkunjung ke Pontianak?
Untuk mempelajari penataan pedestrian, ruang terbuka hijau, dan ruang publik.
2. Apa keunggulan pedestrian di Pontianak?
Memiliki jalur yang panjang dan terhubung antarkawasan.
3. Apa yang menjadi perhatian DPRD Balikpapan?
Fasilitas pedestrian Balikpapan dinilai belum sepanjang dan sekomprehensif Pontianak.
4. Bagaimana hasil kunjungan akan dimanfaatkan?
Sebagai bahan masukan untuk pengembangan pedestrian di Balikpapan.
5. Apa kaitan kunjungan ini dengan IKN?
IKN membuka peluang kolaborasi pembangunan antardaerah di Kalimantan.
Editor : Arya Kusuma