Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Religi Iptek

Imbas Kontraktor Wanprestasi Proyek Bozem Grand City Balikpapan Terbengkalai 25 Persen.

Novaldy Yulsa Polii • Rabu, 10 Juni 2026 | 07:30 WIB
Lokasi pengerjaan infrastruktur penampung air bozem Grand City Balikpapan yang terhenti akibat mitra pelaksana kabur sepihak dari tanggung jawab kontrak.
Lokasi pengerjaan infrastruktur penampung air bozem Grand City Balikpapan yang terhenti akibat mitra pelaksana kabur sepihak dari tanggung jawab kontrak.

Durasi: 3 Menit

Topik: Hambatan pembangunan proyek bozem Grand City Balikpapan akibat mitra kontraktor pelaksana kabur.

Ikhtisar: Pengembang Grand City Balikpapan mengalami keterlambatan penyelesaian infrastruktur bozem akibat kontraktor pelaksana kabur secara sepihak. Masalah administrasi legal yang kaku membuat proses tender ulang memakan waktu, sehingga target penyelesaian proyek bergeser ke April.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Pembangunan infrastruktur penampung air atau bozem di kawasan Grand City Balikpapan resmi mengalami keterlambatan dari target awal. Pihak pengembang mengonfirmasi hambatan besar ini terjadi lantaran kontraktor pelaksana yang ditunjuk tiba-tiba menghentikan pekerjaan di tengah jalan dan melarikan diri dari tanggung jawab hukum.

Pusing gak sih kalau urusan fasilitas publik mendadak macet total gara-gara mitra kerja tidak amanah? Simak sampai habis duduk perkara proyek bozem ini biar ikam paham masalah sebenarnya sampai tuntas Ces!

Mengapa proyek infrastruktur penting ini bisa terhenti mendadak?

Kontraktor pelaksana memutuskan berhenti secara sepihak di tengah jalan. Langkah tidak bertanggung jawab ini diambil oleh mitra kerja pengembang karena mereka merasa sudah tidak mendapatkan keuntungan lagi dari nilai proyek yang berjalan. Alasan utama yang mereka lontarkan adalah lonjakan biaya operasional di lapangan.

Apa alibi yang dipakai kontraktor hingga nekat melakukan wanprestasi?

Kenaikan harga material utama menjadi alasan sepihak yang dipakai kontraktor untuk kabur. Mereka mengeluhkan harga solar, besi, hingga beton yang merangkak naik sehingga memicu pembengkakan biaya. Hal ini membuat pengembang merasa mendapat kemalangan akibat mitra yang tidak komitmen.

Baca Juga: Developer Pailit! 700 Kepala Keluarga di Borneo Paradiso Tunggu Kepastian PSU dan Sertifikat, Minta DPRD Kawal Hak Penghuni

Bagaimana prosedur hukum yang harus dilewati oleh pihak Sinarmas?

Proses pemutusan kontrak kerja di Sinarmas harus melewati jalur administrasi yang sangat kaku. Pengembang tidak bisa langsung memutus hubungan kerja sepihak tanpa kejelasan legalitas hukum. Mereka diwajibkan menyusun berita acara kesepakatan bersama dan menyelesaikan penutupan kontrak resmi.

Proses administrasi legal ini memakan waktu yang sangat panjang karena pihak kontraktor pelaksana dinilai sama sekali tidak kooperatif. "Di proses di Sinarmas ini agak rigid kita ketika ada kontraktor gagal melaksanakan pekerjaannya, melanjutkan pekerjaannya kita harus membuat namanya berita acara," kata Kalimantan dan Sulawesi Division Head Sinarmas, Limjan Tambunan.

Berapa besar sisa progres fisik yang terbengkalai di lapangan?

Pekerjaan fisik penampungan air ini sebenarnya sudah berjalan seperempat dari total target. Berdasarkan data teknis pengembang, progres pembangunan bozem di lapangan telah menyentuh angka 25 persen sebelum ditinggal pergi. Sisa infrastruktur yang sudah terbangun itu sempat terbengkalai beberapa waktu demi menunggu kejelasan hukum.

Baca Juga: Atasi Pengawasan Lemah PMII Desak Sinergi Satgas Pemkot dan Pansus DPRD Balikpapan Terkait Solar Ilegal.

Kapan target baru penyelesaian bozem setelah dilakukan tender ulang?

Target penyelesaian proyek penahan air ini terpaksa diundur hingga bulan April mendatang. Jadwal baru ini ditetapkan setelah pengembang merampungkan seluruh urusan legalitas dan bersiap membuka proses tender ulang. Mundurnya jadwal ini murni akibat waktu yang tersita untuk mengurus administrasi kontraktor wanprestasi.

Rencana awal pengerjaan fasilitas bozem ini sebenarnya ditargetkan bisa rampung total pada Desember 2025. Pengembang berharap proses penunjukan mitra baru bisa berjalan lancar tanpa hambatan legalitas lagi. Dengan begitu, sisa fasilitas fisik penampung air yang sempat mangkrak di lapangan bisa segera dikejar pembangunannya.

Poin Penting:

Insight redaksi: Kasus mangkraknya bozem Grand City ini memperlihatkan betapa lemahnya komitmen kemitraan dalam proyek infrastruktur krusial di Balikpapan. Alasan klasik kenaikan harga material seperti solar dan besi seharusnya bisa dimitigasi sejak awal lewat kontrak yang matang, Kada harus mengorbankan kepentingan publik dengan cara kabur. Regulasi internal pengembang yang rigid memang bagus untuk aspek legal, namun lambatnya eksekusi tender ulang justru merugikan lingkungan sekitar yang butuh penanganan banjir cepat, nah itu sudah.

Rekomendasi terbaiknya, Sinarmas harus memperketat rekam jejak kontraktor saat tender ulang nanti agar kejadian memalukan seperti ini kada terulang lagi di masa depan. Jangan sampai proyek penting penahan air di kota kita dipegang oleh bubuhan pemborong yang cuma mau untung instan tapi minim tanggung jawab fisik.

Bagikan info penting ini ke kawalan ikam biar tahu kendala banjir kota! Pantau terus perkembangan berita infrastruktur daerah agar selalu Update info hanya di Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa penyebab utama proyek bozem Grand City Balikpapan terlambat?

Proyek terlambat karena kontraktor pelaksana kabur sepihak di tengah pengerjaan.

2. Apa alasan kontraktor menghentikan pekerjaan secara sepihak?

Mereka beralasan ada kenaikan harga solar, besi, beton, dan biaya operasional lapangan.

3. Berapa progres fisik proyek bozem sebelum ditinggal kabur?

Progres pengerjaan fisik di lapangan baru mencapai sekitar 25 persen.

4. Mengapa pengembang tidak langsung mengganti kontraktor yang kabur?

Pengembang harus menyelesaikan proses administrasi dan berita acara pemutusan kontrak secara legal.

5. Kapan proyek bozem Grand City ditargetkan selesai setelah tender ulang?

Penyelesaian proyek yang semula Desember 2025 mundur menjadi April.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
#Limjan Tambunan #bozem #Grand City Balikpapan