Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Rig Asian Endeavour 1 Disorot Media, Proses Pengeboran Offshore PHKT Jadi Perhatian.

Novaldy Yulsa Polii • Senin, 11 Mei 2026 | 07:39 WIB
Suasana kunjungan jurnalis ke Rig Asian Endeavour 1 saat melihat langsung pengeboran migas offshore di Lapangan Yakin.
Suasana kunjungan jurnalis ke Rig Asian Endeavour 1 saat melihat langsung pengeboran migas offshore di Lapangan Yakin.

Topik: Kunjungan Jurnalis ke Rig Asian Endeavour 1 Buka Fakta Lapangan Migas Offshore

Durasi Baca: 5 menit

 

Baca Ringkas 30 Detik: PT Pertamina Hulu Indonesia mengajak insan media melihat langsung aktivitas pengeboran migas lepas pantai di Rig Asian Endeavour 1, Lapangan Yakin. Para jurnalis diperlihatkan proses pengeboran, standar keselamatan kerja, hingga jalur produksi energi menuju fasilitas darat. Kegiatan ini membuka pemahaman baru soal industri migas offshore yang selama ini jarang terlihat publik. Scroll Lanjut Baca Selengkapnya, Ces!...

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Aktivitas pengeboran minyak dan gas bumi di tengah laut ternyata kada sesederhana yang dibayangkan banyak orang. PT Pertamina Hulu Indonesia lewat program BASO IGA edisi “Mendaki Energi Indonesia” mengajak awak media melihat langsung operasional Rig Asian Endeavour 1 di Lapangan Yakin, Kamis 7 Mei 2026. Dari penggunaan alat pelindung diri sampai proses pengeboran ribuan kaki di bawah dasar laut, semuanya diperlihatkan langsung di lapangan.

Banyak orang cuma melihat hasil akhirnya berupa energi yang dipakai sehari-hari. Nah, di balik itu ada proses panjang, disiplin keselamatan ketat, dan teknologi yang terus bekerja tanpa henti. Jadi jangan sampai skip informasi ini pang, sebab pengalaman para jurnalis di offshore migas ini membuka sisi yang jarang tersorot publik, Cess!

Baca Juga: Site Plan Terhambat di Disperkim Balikpapan, Ini Respon Wali Kota.

Kenapa kunjungan ke rig offshore ini jadi perhatian insan media?

Kegiatan BASO IGA kali ini terasa berbeda karena media kada cuma mendengar paparan di ruangan. Para peserta langsung dibawa menuju Rig Asian Endeavour 1 yang beroperasi di Lapangan Yakin milik PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur atau PHKT.

Di lokasi, awak media diperlihatkan bagaimana tahapan pengeboran migas dilakukan di tengah laut. Mulai dari sistem operasional, area kerja pengeboran, sampai prosedur keamanan yang wajib dipatuhi seluruh pekerja di rig. Semua peserta juga menggunakan alat pelindung diri lengkap sebelum berkeliling area operasional.

Pengalaman seperti ini kadada datang tiap hari pang. Banyak jurnalis baru pertama kali melihat langsung suasana kerja industri hulu migas offshore yang selama ini cuma terlihat dari berita atau dokumentasi resmi.

Seberapa dalam pengeboran yang dilakukan di Lapangan Yakin?

Assistant Manager Drilling Operation 2, Bidner Sianturi menjelaskan bahwa Rig Asian Endeavour One sudah bekerja sama dengan PHKT sejak 2019.

Saat ini, pengeboran sumur di lokasi tersebut mencapai kedalaman sekitar 9.112 feet atau kurang lebih tiga kilometer di bawah dasar laut. Angka itu memberi gambaran kalau proses pencarian energi nasional memang memerlukan teknologi, ketelitian, dan pengawasan ketat.

Bidner juga berharap kegiatan ini membuat media memiliki gambaran nyata mengenai aktivitas pengeboran offshore. Harapannya sederhana tapi penting, informasi yang diterima masyarakat jadi makin akurat dan mudah dipahami.

Kalimat itu terasa relevan. Sebab industri migas sering dianggap jauh dari kehidupan sehari-hari, padahal hasil produksinya dipakai hampir di semua aktivitas masyarakat.

Baca Juga: Krisis Air dan Banjir Balikpapan Masuk Fokus World Bank, Ada Langkah Baru yang Disiapkan.

Bagaimana proses produksi migas dari laut sampai ke darat?

Di sela kunjungan, peserta juga mendapat penjelasan soal rantai produksi migas. Prosesnya dimulai dari pengeboran sumur, lalu masuk tahap kompresi sebelum akhirnya disalurkan melalui platform menuju fasilitas pengolahan di darat seperti RU V.

Penjelasan ini membuka pemahaman baru bahwa produksi migas offshore kada berhenti di titik pengeboran saja. Ada sistem panjang yang saling terhubung supaya energi bisa sampai ke fasilitas pengolahan dengan aman.

Buat bubuhan yang penasaran kenapa industri ini selalu identik dengan standar keselamatan tinggi, jawabannya ada di proses kerja tadi. Risiko operasional di laut memang memerlukan pengawasan ekstra dan prosedur yang disiplin.

Beberapa hal penting yang diperlihatkan dalam kunjungan ini:

  1. Penggunaan alat pelindung diri lengkap sebelum masuk area rig
  2. Tahapan pengeboran migas offshore
  3. Sistem keselamatan kerja di lapangan
  4. Jalur distribusi produksi menuju fasilitas darat
  5. Pengenalan teknologi operasional pengeboran

Kenapa keselamatan kerja jadi sorotan utama di industri migas?

Selain bicara produksi energi nasional, kegiatan ini juga menyorot pentingnya keselamatan kerja di lingkungan offshore. Para peserta melihat langsung bagaimana aturan keselamatan diterapkan secara detail di lapangan.

Manager Communication Relation PT Pertamina Hulu Indonesia yang hadir melalui Zoom Meeting menekankan bahwa industri hulu migas kada hanya fokus pada produksi energi. Ada perhatian besar terhadap keselamatan kerja serta pengelolaan dampak lingkungan di sekitar wilayah operasional.

Pesan itu terasa kuat karena industri migas memang identik dengan aktivitas berisiko tinggi. Jadi kada heran kalau setiap prosedur dijalankan secara disiplin, bahkan untuk tamu kunjungan sekalipun.

Nah, dari sini publik jadi bisa melihat bahwa pekerjaan di rig offshore bukan sekadar soal mesin besar dan pengeboran laut dalam. Ada sistem keselamatan yang berjalan terus setiap hari.

Baca Juga: Anak Muda Balikpapan Mulai Cuci Darah, Lonjakan Diabetes Jadi Alarm Serius

Apa tujuan Pertamina Hulu Indonesia mengajak media turun langsung?

Lewat BASO IGA “Mendaki Energi Indonesia”, Pertamina Hulu Indonesia ingin membangun pemahaman publik yang lebih dekat dengan industri migas. Media diposisikan sebagai jembatan informasi agar masyarakat mendapat gambaran nyata tentang aktivitas offshore.

Pendekatan seperti ini terasa menarik karena insan media kada hanya menerima data tertulis, tetapi juga melihat langsung situasi di lapangan. Dampaknya, informasi yang nantinya sampai ke masyarakat bisa terasa lebih hidup dan mudah dipahami.

Sinergi dengan media juga dianggap penting untuk mendukung pemahaman soal ketahanan energi nasional. Apalagi sektor migas masih menjadi bagian penting dalam rantai kebutuhan energi Indonesia saat ini.

Poin Penting:

  1. PT Pertamina Hulu Indonesia menggelar BASO IGA edisi “Mendaki Energi Indonesia”.
  2. Jurnalis diajak langsung ke Rig Asian Endeavour 1 di Lapangan Yakin.
  3. Pengeboran sumur mencapai kedalaman sekitar 9.112 feet.
  4. Media diperlihatkan prosedur keselamatan kerja offshore.
  5. Produksi migas melibatkan proses pengeboran, kompresi, dan penyaluran ke fasilitas darat.
  6. Pertamina Hulu Indonesia menekankan pentingnya informasi publik yang akurat.

Insight: Industri migas offshore selama ini terasa jauh dari masyarakat karena aksesnya memang terbatas. Kegiatan seperti BASO IGA membuka ruang supaya publik kada cuma melihat hasil energi akhirnya saja, tapi juga proses besar di baliknya. Di Balikpapan dan Kalimantan Timur, identitas sebagai daerah energi memang kuat pang. Jadi pendekatan langsung ke media seperti ini bisa membantu masyarakat memahami kerja lapangan secara nyata, kada sekadar angka produksi atau istilah teknis yang terasa asing.

Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham bagaimana aktivitas migas offshore berjalan di Kalimantan Timur, Cess!

Ikuti terus perkembangan energi, industri, dan kabar lapangan terbaru hanya di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ:

  1. Apa itu kegiatan BASO IGA dari Pertamina Hulu Indonesia?
    BASO IGA merupakan singkatan dari “Bincang Asik Soal Migas”, kegiatan bersama media untuk mengenalkan industri hulu migas secara langsung.
  2. Di mana lokasi kunjungan media ini dilakukan?
    Kunjungan dilakukan di Rig Asian Endeavour 1 yang berada di Lapangan Yakin dan dikelola PHKT.
  3. Berapa kedalaman pengeboran sumur di lokasi tersebut?
    Pengeboran telah mencapai sekitar 9.112 feet atau kurang lebih tiga kilometer di bawah dasar laut.
  4. Kenapa jurnalis menggunakan alat pelindung diri saat kunjungan?
    Penggunaan alat pelindung diri merupakan bagian prosedur keselamatan kerja wajib di area rig offshore.
my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
#Rig Asian Endeavour 1 #BASO IGA #Lapangan Yakin