Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Religi Iptek

Dari Hobi Hasilkan Cuan, Kisah Inspirasi Peternak Burung Kicau di Petung Kabupaten Penajam Paser Utara.

Novaldy Yulsa Polii • Senin, 4 Mei 2026 | 18:11 WIB
Aktivitas penangkaran burung kicau di kawasan Petung dengan suasana kandang alami
Aktivitas penangkaran burung kicau di kawasan Petung dengan suasana kandang alami

Topik: Peternak burung kicau Petung di PPU kembangkan hobi jadi usaha sejak 2002
Durasi Baca: 4 menit

 

Baca Ringkas 30 Detik: Aktivitas penangkaran burung kicau di kawasan Petung berkembang konsisten sejak dua dekade terakhir. Seorang peternak membangun usaha dari hobi sederhana, menawarkan berbagai jenis burung dengan harga berbeda sesuai kualitas. Proses perawatan hingga siap lomba memakan waktu panjang, namun membuka peluang ekonomi yang stabil sekaligus menjaga keberlangsungan minat masyarakat terhadap burung kicau. Scroll Kebawah Lanjut Baca Selengkapnya, Ces!...

 

Balikpapan TV - Hai Cess! Dari kawasan Silkar, Kelurahan Petung, cerita usaha burung kicau ini jalan terus tanpa banyak sorotan, tapi hasilnya nyata. Sutrisno, peternak lokal, sudah menjalankan penangkaran sejak 2002 dan sampai hari ini tetap konsisten. Dari hobi yang awalnya santai, sekarang jadi sumber penghasilan yang terus berputar.

Nah, sebelum lanjut, ikuti terus sampai habis ya. Ada cerita menarik soal bagaimana hobi bisa jadi peluang serius kalau dijalani sepenuh hati, pahamlah ikam.

Baca Juga: Tiket Pesawat Balikpapan Makin Susah, Lonjakan Wisatawan Jadi Sorotan.

Kenapa usaha burung kicau di Petung ini tetap bertahan lama?

Usaha ini bertahan karena konsistensi. Sejak awal, Sutrisno kada setengah-setengah menekuni penangkaran burung kicau. Ia menjaga kualitas burung yang ditawarkan, dari murai borneo, murai medan, sampai cucak ijo. Pilihan jenis ini memang yang paling sering dicari masyarakat.

Bukan cuma soal jualan, tapi juga pemeliharaan. Burung dirawat dengan serius sampai mencapai kondisi terbaik. Di sinilah letak kekuatan usaha ini. Ketika kualitas dijaga, minat pembeli juga ikut stabil. Nah, ikam pasti pahamlah, usaha yang dijaga serius biasanya kada mudah goyah.

Apa yang menentukan harga burung kicau di sini?

Harga burung ternyata kada asal pasang. Sutrisno menjelaskan, semuanya tergantung kualitas dan kesiapan burung untuk lomba. Burung yang sudah siap tampil di kompetisi punya nilai tinggi.

“Kalau burung siap lomba bisa sekitar tiga juta rupiah, sedangkan yang masih bakalan sekitar enam ratus ribu rupiah karena perlu perawatan hingga dua tahun,” jelasnya.

Perbedaan harga ini masuk akal. Burung bakalan butuh waktu, tenaga, dan perhatian ekstra sebelum siap tampil. Prosesnya panjang, sekitar dua tahun. Jadi harga itu mencerminkan usaha di baliknya, bukan sekadar angka.

Jenis burung apa saja yang paling diminati masyarakat?

Murai jadi salah satu primadona. Baik murai borneo maupun murai medan, dua-duanya punya penggemar sendiri. Selain itu, cucak ijo juga sering dicari karena karakter suaranya.

Menariknya, ada juga lovebird dan kenari yang didatangkan dari Pulau Jawa. Tapi minatnya sedikit beda. Burung jenis ini cenderung dipelihara sebagai hobi, bukan untuk lomba. Jadi pembelinya biasanya cari kesenangan, bukan kompetisi.

Variasi ini membuat usaha tetap hidup. Kada terpaku satu jenis saja. Ada pilihan untuk penghobi santai, ada juga untuk yang serius ikut lomba.

Seberapa penting proses perawatan burung sampai siap lomba?

Perawatan jadi kunci utama. Burung bakalan tidak langsung siap. Perlu waktu sekitar dua tahun untuk mencapai kondisi ideal. Itu bukan waktu yang singkat, Cess.

Selama masa itu, burung dilatih, dirawat, dan dipantau perkembangannya. Dari suara sampai kondisi fisik. Tanpa perawatan yang tepat, burung kada akan mencapai kualitas lomba.

Di sinilah nilai usaha ini terasa. Bukan sekadar jual beli, tapi ada proses panjang di belakangnya. Nah’ itu sudah, kalau sabar dan telaten, hasilnya juga ikut terasa.

Bagaimana hobi bisa berubah jadi sumber penghasilan stabil?

Cerita Sutrisno menunjukkan satu hal penting. Hobi bisa berkembang jadi peluang ekonomi kalau dijalani konsisten. Dari tahun 2002 sampai sekarang, usaha ini terus berjalan tanpa henti.

Bukan karena instan. Tapi karena ketekunan. Ia membaca minat pasar, menjaga kualitas, dan tetap fokus di bidangnya. Hasilnya, usaha ini tidak hanya menghasilkan, tapi juga ikut menjaga keberadaan burung kicau di tengah masyarakat.

Ini bukan sekadar bisnis. Ada nilai pelestarian juga. Jadi hobi yang dijalani serius bisa punya dampak luas. Pahamlah ikam, setiap usaha pasti ada proses panjang di belakangnya.

Baca Juga: Perubahan Layanan Publik Balikpapan, IKD Jadi Syarat Utama Warga Urus Administrasi

Poin Penting:

  1. Usaha burung kicau di Petung sudah berjalan sejak 2002 secara konsisten
  2. Harga burung ditentukan oleh kualitas dan kesiapan lomba
  3. Burung siap lomba bisa mencapai sekitar tiga juta rupiah
  4. Burung bakalan butuh perawatan hingga dua tahun
  5. Jenis burung bervariasi dari murai hingga lovebird dan kenari

Insight: Usaha seperti ini menunjukkan kekuatan konsistensi lokal yang sering luput dilihat. Di tengah perubahan tren, penangkaran burung tetap hidup karena ada komunitas yang menjaga minatnya. Ini bukan sekadar soal jual beli, tapi soal kesabaran merawat proses. Di Balikpapan dan sekitarnya, model usaha begini bisa jadi contoh realistis. Kada harus besar dulu, yang penting jalan terus pang.

Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham peluang dari hobi sederhana yang dijalani serius.

Update terus info lokal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, jangan sampai ketinggalan cerita inspiratif dari sekitar, cuma di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ:

  1. Sejak kapan usaha burung kicau ini dijalankan?
    Usaha ini sudah berjalan sejak tahun 2002 dan masih aktif hingga sekarang.
  2. Berapa harga burung kicau di tempat ini?
    Harga berkisar dari enam ratus ribu rupiah untuk bakalan hingga sekitar tiga juta rupiah untuk burung siap lomba.
  3. Jenis burung apa saja yang tersedia?
    Tersedia murai borneo, murai medan, cucak ijo, lovebird, dan kenari.
  4. Apakah semua burung ditujukan untuk lomba?
    Tidak, beberapa seperti lovebird dan kenari lebih banyak diminati untuk hobi. 
    my ride-or-die for updates
    my ride-or-die for updates
     
Editor : Arya Kusuma
#peternak burung kicau Petung #murai borneo #harga burung siap lomba