Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Komunitas Disabilitas Telaga Sari Balikpapan Produktif Lewat Kerajinan Bernilai Ekonomi.

Novaldy Yulsa Polii • Kamis, 30 April 2026 | 09:07 WIB
Aktivitas komunitas disabilitas Telaga Sari Balikpapan membuat kerajinan tangan kreatif
Aktivitas komunitas disabilitas Telaga Sari Balikpapan membuat kerajinan tangan kreatif

Topik: Komunitas disabilitas Telaga Sari Balikpapan produktif lewat kerajinan kreatif
Durasi Baca: 4 menit

 

Baca Ringkas 30 Detik: Komunitas penyandang disabilitas di Telaga Sari Balikpapan rutin berkarya melalui berbagai kerajinan bernilai ekonomi. Aktivitas ini membuka peluang kemandirian sekaligus memperluas akses pasar melalui pameran dan penjualan daring. Semangat anggota menjadi fondasi utama keberlanjutan kegiatan ini, menghadirkan inspirasi nyata bagi masyarakat luas untuk terus berdaya dan produktif. Scroll Kebawah Lanjut Baca Selengkapnya, Ces!...

 

Balikpapan TV - Hai Cess! Di Telaga Sari, Balikpapan, sekelompok penyandang disabilitas membuktikan satu hal penting: keterbatasan fisik kada otomatis membatasi karya. Lewat tangan-tangan telaten, mereka menghasilkan beragam produk kreatif bernilai ekonomi yang kini mulai dikenal di pasar UMKM.

Penasaran bagaimana mereka bisa tetap produktif dan konsisten berkarya tiap hari? Ikuti terus cerita ini sampai habis, pahamlah ikam…

Baca Juga: Tim Biddokkes Polda Kaltim Cek Dapur SPPG Stalkuda Balikpapan, Ini Hasilnya

Bagaimana aktivitas harian komunitas disabilitas di Telaga Sari berjalan?

Rutinitas komunitas ini dimulai sejak pagi, sekitar pukul 09.00 hingga 13.00 siang. Waktu yang mungkin terasa singkat, tapi dimanfaatkan maksimal. Mereka berkumpul, berbagi peran, lalu fokus mengerjakan kerajinan masing-masing. Ada yang merangkai manik-manik, ada yang menggambar motif, ada juga yang mengolah kayu jadi perabot rumah tangga.

Suasananya kada kaku. Santai, tapi tetap serius. Sesekali terdengar canda ringan antar anggota. Nah, di situlah kekuatan mereka—rasa kebersamaan. Kadada yang merasa sendiri dalam proses ini, semua saling dukung, saling bantu. Pahamlah ikam, kerja bareng begini bikin semangat tetap hidup.

Produk apa saja yang dihasilkan dan punya nilai jual?

Hasil karya mereka cukup beragam dan punya daya tarik sendiri. Mulai dari kerajinan manik-manik pasir yang detail, tas handmade, batik eco-print yang unik, hingga lukisan dan ukiran kayu yang dijadikan perabot rumah tangga.

Setiap produk punya karakter. Kadada yang dibuat asal-asalan. Semua melalui proses desain yang butuh ketelitian tinggi. Bahkan beberapa karya terlihat punya sentuhan artistik yang kuat.

Yang menarik, produk-produk ini kada cuma jadi pajangan. Mereka sudah masuk ke pasar UMKM. Artinya, karya ini memang punya nilai jual dan diminati. Nah, itu sudah, bukti kalau kualitas tetap jadi prioritas.

Apa tantangan terbesar dalam proses berkarya?

Keterbatasan fisik tentu jadi tantangan utama. Tapi di sini, tantangan itu kada dijadikan alasan berhenti. Justru jadi motivasi. Setiap proses pengerjaan, terutama desain, membutuhkan fokus dan ketekunan ekstra.

Kadang butuh waktu lebih lama. Kadang perlu bantuan dari anggota lain. Tapi itu sudah jadi bagian dari ritme mereka. Yang penting, hasil tetap maksimal.

Menariknya, tantangan ini justru membentuk karakter kuat dalam setiap karya. Ada nilai perjuangan di dalamnya. Dan itu terasa. Pahamlah ikam, bukan sekadar produk biasa.

Bagaimana strategi pemasaran produk mereka saat ini?

Produk hasil karya komunitas ini sudah mulai dikenal lewat berbagai jalur. Salah satunya pameran UMKM yang rutin diikuti. Di sana, mereka bisa langsung memperkenalkan produk ke masyarakat.

Selain itu, pemasaran juga dilakukan secara daring. Ini membuka peluang lebih luas. Kada hanya bergantung pada penjualan langsung, tapi juga menjangkau pembeli dari luar daerah.

Langkah ini menunjukkan bahwa mereka terus beradaptasi. Kada diam di tempat. Selalu cari cara agar karya tetap bisa dikenal. Nah, itu sudah, strategi yang patut dicontoh.

Apa peran mentor dalam menjaga semangat komunitas?

Peran mentor cukup penting dalam menjaga ritme dan semangat anggota. Salah satunya Untung Slamet yang aktif mendampingi proses berkarya.

“Meski dengan keterbatasan, mereka tetap semangat berkarya. Ini yang menjadi kekuatan utama dalam mengembangkan kreativitas dan kemandirian,” ujar Untung Slamet.

Pendampingan ini kada hanya soal teknis, tapi juga motivasi. Memberi dorongan agar anggota tetap percaya diri dengan karya mereka. Dan hasilnya terlihat. Semangat itu terus hidup dari hari ke hari.

Baca Juga: Kebakaran Bengkel Dini Hari di Balikpapan Picu Kepanikan Warga, Begini Kejadiannya

Poin Penting:

  1. Komunitas disabilitas di Telaga Sari aktif berkarya setiap hari
  2. Produk meliputi manik-manik, tas, batik eco-print, lukisan, dan ukiran kayu
  3. Karya sudah masuk pasar UMKM melalui pameran dan penjualan daring
  4. Semangat dan kebersamaan jadi kekuatan utama komunitas
  5. Peran mentor membantu menjaga motivasi dan keberlanjutan kegiatan

Insight: Komunitas ini menunjukkan bahwa produktivitas kada selalu soal kondisi fisik, tapi soal konsistensi dan dukungan lingkungan. Di Balikpapan, pendekatan berbasis komunitas seperti ini bisa jadi model pemberdayaan yang realistis. Kada perlu program rumit pang, cukup ruang berkarya dan akses pasar. Nah, dari situ kemandirian tumbuh. Ini contoh nyata, bukan teori.

Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham dan terinspirasi dari semangat mereka, nah tolong nah…

Ikuti terus kisah inspiratif dan perkembangan komunitas lokal yang penuh makna hanya di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ:

  1. Apa itu PPDI di Balikpapan?
    PPDI adalah Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia yang mewadahi aktivitas pemberdayaan anggota.
  2. Di mana lokasi kegiatan komunitas ini?
    Kegiatan berlangsung di kawasan Kelurahan Telaga Sari, Balikpapan.
  3. Produk apa yang dihasilkan komunitas ini?
    Kerajinan manik-manik, tas, batik eco-print, lukisan, dan ukiran kayu.
  4. Bagaimana cara mereka memasarkan produk?
    Melalui pameran UMKM dan penjualan secara daring. 
    my ride-or-die for updates
    my ride-or-die for updates
     
Editor : Arya Kusuma
#komunitas disabilitas Balikpapan #telaga sari #kerajinan tangan