Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Tim DPRD Sidak Rumah Jabatan Wakil Wali Kota Balikpapan, Pastikan Pembangunan Rp14 Miliar Segera Jalan

Rizkiyan Akbar • Rabu, 29 April 2026 | 20:26 WIB
Kondisi rumah jabatan Wakil Wali Kota Balikpapan yang terlihat mengalami kerusakan di berbagai bagian.
Kondisi rumah jabatan Wakil Wali Kota Balikpapan yang terlihat mengalami kerusakan di berbagai bagian.

Topik: Pembangunan ulang rumah jabatan wakil wali kota Balikpapan segera dimulai usai sidak DPRD
Durasi Baca: 4 menit

 

Baca Ringkas 30 Detik: Kondisi rumah jabatan wakil wali kota Balikpapan dinilai tidak layak setelah inspeksi mendadak. Bangunan yang sudah berusia puluhan tahun itu direncanakan dibongkar dan dibangun ulang dengan anggaran miliaran rupiah. Proses tender telah rampung dan proyek segera dimulai dalam waktu dekat. Scroll Kebawah Lanjut Baca Selengkapnya, Cess!...

 

Balikpapan TV - Hai Cess! Proyek pembangunan ulang Rumah Jabatan Wakil Wali Kota Balikpapan dipastikan segera berjalan. Hasil inspeksi mendadak menunjukkan bangunan lama sudah tidak layak huni, dengan banyak kerusakan di berbagai bagian. Anggaran sebesar Rp14 miliar telah disiapkan, dan proses tender bahkan sudah rampung.

Nah, biar kada setengah-setengah paham, baca terus sampai habis. Di balik keputusan ini, ada pertimbangan kondisi bangunan, fungsi jabatan, sampai harapan soal identitas budaya daerah!

Baca Juga: Mulai Juni! SPMB Balikpapan 2026 Dibuka, Orang Tua Wajib Cek Jalur Domisili dan Aturan Usia Masuk SD

Kenapa rumjab lama dinilai sudah tidak layak huni?

Kondisi fisik bangunan jadi alasan utama. Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, Yusri, menyebut rumah jabatan yang berada di Jalan ARS Muhammad itu sudah berusia lebih dari 40 tahun. Umur segitu jelas bukan angka kecil untuk sebuah bangunan yang terus digunakan.

Saat sidak dilakukan bersama anggota Komisi III dan Dinas Pekerjaan Umum, berbagai kerusakan terlihat langsung di lapangan. Dari bagian struktur hingga sudut-sudut bangunan, banyak yang sudah tidak mendukung fungsi hunian resmi pejabat daerah. Yusri pun tegas menyampaikan, “Tidak layak untuk ditinggali bagi seorang pejabat pemerintah kota.”

Kalau sudah seperti itu, pilihan realistisnya tinggal dua: renovasi besar atau bangun ulang total. Dan keputusan akhirnya jatuh ke opsi kedua.

Apa saja rencana dalam pembangunan ulang rumjab ini?

Rencana pembangunan ulang bukan sekadar memperbaiki. Semua bangunan lama akan dibongkar total, lalu dibangun dari awal dengan konsep baru. Anggaran yang disiapkan mencapai Rp14 miliar.

Bukan cuma soal bangunan yang lebih kokoh, desain juga jadi perhatian. Yusri mengingatkan pentingnya menghadirkan nuansa yang mencerminkan kultur khas Kalimantan. Artinya, rumah jabatan ini nanti diharapkan bukan hanya fungsional, tapi juga punya identitas lokal yang kuat.

Ini bukan soal gaya semata. Tapi bagaimana sebuah rumah jabatan bisa jadi representasi daerah. Pahamlah ikam, bukan sekadar tempat tinggal, tapi juga simbol.

Baca Juga: Patroli Malam Bongkar Sabu 1,12 Gram dari 2 Pria di Pinggir Jalan Balikpapan

Sudah sejauh mana proses proyek ini berjalan?

Kabar baiknya, proses tender sudah selesai. Bahkan pemenang proyek juga sudah ada. Artinya, tahapan administratif yang biasanya makan waktu sudah terlewati.

Yusri menyampaikan bahwa pembangunan bisa dimulai dalam waktu dekat. Tinggal menunggu pelaksanaan di lapangan. Ia berharap proyek ini bisa berjalan sesuai jadwal tanpa hambatan berarti.

Harapan itu bukan tanpa alasan. Dengan kondisi bangunan lama yang sudah tidak layak, percepatan pembangunan jadi penting supaya fungsi rumah jabatan bisa kembali optimal.

Bagaimana proses penganggaran proyek ini dilakukan?

Soal anggaran, Yusri menegaskan semuanya sudah melalui mekanisme yang benar. Proyek ini bukan keputusan mendadak, tapi sudah direncanakan sejak awal.

Ada koordinasi antara OPD, TAPD, dan DPRD Balikpapan dalam menyusun anggaran tersebut. Jadi, kebutuhan pembangunan ini memang sudah dibahas dan disepakati bersama.

“Ini kolaborasi antara DPRD Balikpapan dengan OPD yang mewakili Pemkot Balikpapan,” jelasnya. Artinya, proyek ini lahir dari proses bersama, bukan keputusan sepihak.

Apa harapan DPRD terhadap hasil pembangunan rumjab ini?

Harapan utamanya sederhana tapi penting: rumah jabatan bisa berfungsi dengan baik. Tidak hanya layak huni, tapi juga mendukung aktivitas pejabat daerah secara maksimal.

Yusri menekankan bahwa bangunan baru nanti harus benar-benar bisa digunakan sebagaimana mestinya. Tidak ada lagi cerita kerusakan di sana-sini.

Selain itu, desain yang mencerminkan budaya Kalimantan juga diharapkan bisa memberi nilai tambah. Jadi bukan hanya bangunan fisik, tapi juga identitas yang ikut terbangun.

Nah, dari sini sudah jelas. Proyek ini bukan sekadar bangun rumah baru, tapi juga memperbaiki fungsi dan citra. Nah itu sudah, pahamlah ikam.

Poin Penting

1. Rumjab Wakil Wali Kota Balikpapan dinilai tidak layak setelah sidak DPRD.

2. Bangunan sudah berusia lebih dari 40 tahun dan mengalami banyak kerusakan.

3. Akan dibongkar total dan dibangun ulang dengan anggaran Rp14 miliar.

4. Proses tender sudah selesai dan pemenang proyek sudah ada.

5. Desain baru diharapkan mencerminkan budaya khas Kalimantan.

Insight: Proyek ini menunjukkan arah kebijakan yang fokus pada fungsi dan identitas sekaligus. Kada cuma bangun fisik, tapi juga membawa simbol daerah ke ruang resmi pemerintahan. Ini penting pang, karena fasilitas pejabat bukan sekadar tempat tinggal, tapi bagian dari wajah kota. Kalau dirancang tepat, dampaknya bisa terasa ke citra daerah juga.

Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham perkembangan kota sendiri, nah tolong nah jangan disimpan sorangan Cess!

Ikuti terus perkembangan kota dengan cara yang santai tapi penuh makna, hanya di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Kenapa rumjab Wakil Wali Kota harus dibangun ulang?

Karena kondisi bangunan lama sudah tidak layak huni dan mengalami banyak kerusakan.

2. Berapa anggaran untuk proyek ini?

Anggaran yang disiapkan sebesar Rp14 miliar untuk pembangunan ulang total.

3. Apakah proyek ini sudah mulai dikerjakan?

Belum, tetapi proses tender sudah selesai dan proyek akan segera dimulai.

4. Apa yang berbeda dari rumjab baru nanti?

Desainnya diharapkan mencerminkan budaya khas Kalimantan dan lebih fungsional.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
#dprd balikpapan #balikpapan #rumah jabatan Wakil Wali Kota Balikpapan