Topik: Seleksi Taruna Akpol 2026 Polda Kaltim pakai CAT transparan di Balikpapan
Durasi Baca: 5 menit
Ikhtisar: Seleksi Taruna Akpol 2026 Polda Kaltim gunakan CAT psikologi, 48 peserta ikut, 41 lolos, proses diawasi ketat dan transparan.
Baca Ringkas 30 Detik: Proses seleksi Taruna Akpol 2026 di Balikpapan berjalan dengan sistem CAT psikologi yang transparan dan terukur. Sebanyak 48 peserta ikut, dengan 41 dinyatakan memenuhi syarat. Pengawasan ketat dilakukan dari internal dan eksternal. Peserta juga mendapat konseling setelah tes. Prinsip BETAH jadi dasar pelaksanaan seleksi ini untuk memastikan keadilan dan objektivitas. Scroll Kebawah Lanjutkan Terus Baca Selengkapnya...
Balikpapan TV - Hai Cess! Seleksi calon Taruna Akademi Kepolisian Tahun Anggaran 2026 di wilayah Polda Kaltim mulai masuk tahap penting. Tes psikologi berbasis Computer Assisted Test digelar di SMKN 4 Balikpapan, Sabtu (25 April 2026).
Dalam pelaksanaan ini, sebanyak 48 peserta ikut ambil bagian. Komposisinya 43 pria dan 5 wanita. Mereka diuji dari sisi kepribadian, kecerdasan, sampai kesiapan mental. Singkatnya, ini bukan sekadar tes biasa, tapi fondasi awal buat jadi perwira Polri.
Lanjut terus bacanya, karena di sini ikam bakal paham gimana proses seleksi ini dijaga tetap terbuka dan adil sampai selesai, Cess!
Baca Juga: Kesiapan Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan Layani Haji 2026, 17 Kloter Siap Berangkat Bertahap
Kenapa tes psikologi CAT jadi penentu awal seleksi Taruna Akpol?
Tes psikologi berbasis CAT jadi bagian krusial karena mengukur kesiapan mental peserta secara objektif. Sistem ini bekerja secara digital, jadi hasilnya langsung terekam tanpa campur tangan manual.
Peserta menghadapi berbagai soal untuk menguji stabilitas emosi, kecerdasan, hingga karakter. Nah, dari sini kelihatan siapa yang siap lanjut, siapa yang masih perlu evaluasi. Kada bisa ditebak-tebak hasilnya, karena semua berbasis sistem.
Dengan metode ini, proses jadi lebih transparan. Setiap peserta punya peluang yang sama. Kada ada cerita titipan atau jalur belakang, pahamlah ikam.
Bagaimana pengawasan seleksi dijalankan biar tetap transparan?
Pengawasan dilakukan secara ketat, baik dari internal maupun eksternal. Karo SDM Polda Kaltim Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra turun langsung memantau jalannya seleksi sebagai ketua pelaksana.
Ia didampingi Kabidkum Kombes Pol Rino Eko Cahyaning Bawono Subagyo Putro sebagai ketua tim psikologi. Selain itu, panitia dari Bagdalpers dan Bagpsi juga terlibat aktif.
Kehadiran pengawas eksternal jadi bukti bahwa proses ini kada main-main. Semua berjalan sesuai prosedur. Jadi, kepercayaan publik tetap terjaga, nah itu sudah.
Baca Juga: Kunjungan Dubes Australia ke Balikpapan Dorong Akses Kerja dan Usaha Difabel Makin Terbuka
Berapa peserta yang lolos dan apa indikator kelulusannya?
Hasil seleksi menunjukkan 41 peserta dinyatakan memenuhi syarat. Rinciannya 36 pria dan 5 wanita. Mereka berhasil melampaui nilai ambang batas yang ditetapkan.
Sementara itu, tujuh peserta lainnya belum memenuhi kriteria kelulusan karena nilainya di bawah standar. Ini jadi bukti bahwa seleksi benar-benar ketat dan berbasis nilai.
Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Yuliyanto menyampaikan, “Tujuh peserta lainnya memperoleh nilai di bawah 60.”
Jadi jelas, standar kelulusan bukan formalitas. Semua ditentukan dari hasil yang terukur.
Apa peran konseling setelah tes bagi peserta?
Setelah tes selesai, panitia memberikan layanan konseling dan motivasi kepada peserta. Ini bukan sekadar formalitas, tapi bentuk dukungan nyata.
Peserta yang belum lolos tetap diberi arahan agar bisa berkembang. Sementara yang lolos juga mendapat penguatan mental untuk tahap berikutnya.
Langkah ini penting karena seleksi belum selesai. Masih ada tahapan lanjutan yang harus dihadapi. Dukungan moral jadi kunci biar tetap fokus.
Baca Juga: Pergerakan Penumpang Kapal Laut Balikpapan Naik Tajam, Harga Tiket Jadi Pilihan Warga Antar Pulau
Seberapa penting prinsip BETAH dalam seleksi ini?
Prinsip BETAH menjadi dasar utama pelaksanaan seleksi. BETAH merupakan singkatan dari Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis.
Kabid Humas Kombes Pol Yuliyanto menegaskan, “Kami memastikan tidak ada praktik kecurangan, serta memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh peserta untuk bersaing secara sehat dan objektif.”
Penggunaan sistem CAT juga jadi bukti komitmen Polri menghadirkan seleksi modern. Semua proses bisa dipertanggungjawabkan. Kadada ruang buat manipulasi.
Poin Penting
1. Seleksi Taruna Akpol 2026 gunakan CAT psikologi berbasis digital.
2. Total 48 peserta ikut, terdiri dari 43 pria dan 5 wanita.
3. Sebanyak 41 peserta lolos dengan nilai di atas ambang batas.
4. Pengawasan dilakukan internal dan eksternal secara ketat.
5. Prinsip BETAH jadi dasar utama seleksi.
Insight: Proses seleksi model begini memberi standar baru. Transparansi bukan sekadar slogan, tapi langsung terasa di lapangan. Peserta jadi fokus ke kemampuan sendiri. Nah, ini yang bikin persaingan sehat makin nyata. Di sisi lain, sistem CAT meminimalisir bias manusia. Tapi tetap, kesiapan mental peserta jadi faktor penentu utama. Jadi kalau mau ikut, persiapan itu wajib dari awal, kada bisa instan, pahamlah ikam. Bagikan info ini ke bubuhan ikam biar makin paham, Cess!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'
FAQ
1. Apa itu tes CAT dalam seleksi Akpol?
Tes CAT adalah metode berbasis komputer untuk mengukur kemampuan peserta secara objektif dan transparan.
2. Berapa jumlah peserta seleksi Akpol 2026 di Polda Kaltim?
Sebanyak 48 peserta mengikuti seleksi, terdiri dari 43 pria dan 5 wanita.
3. Berapa peserta yang dinyatakan lolos tes psikologi?
Sebanyak 41 peserta dinyatakan memenuhi syarat dengan nilai di atas ambang batas.
4. Apa arti prinsip BETAH dalam seleksi Polri?
BETAH berarti Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis sebagai pedoman utama seleksi.