Topik: Percepatan proyek PSEL Balikpapan ubah sampah jadi listrik dan energi hijau
Durasi Baca: 5 menit
Ikhtisar: Balikpapan masuk kota prioritas proyek PSEL, target beroperasi 2027, ubah sampah jadi energi listrik dan dorong ekonomi sirkular berbasis energi hijau.
Baca Ringkas 30 Detik: Pemerintah mempercepat proyek pengolahan sampah jadi listrik lewat Perpres 109 Tahun 2025. Balikpapan masuk 33 kota prioritas. Targetnya operasional penuh Oktober 2027. DLH sudah siapkan rencana hingga 2029 untuk kurangi beban TPA Manggar dan dorong ekonomi sirkular. Program ini juga punya nilai ekonomi karena listrik bisa dijual ke PLN. Fokusnya bukan sekadar sampah, tapi energi alternatif berkelanjutan. Lanjutkan Baca Selengkapnya...
Balikpapan TV - Hai Cess! Proyek pengolahan sampah jadi listrik atau PSEL resmi dipercepat pemerintah lewat Perpres Nomor 109 Tahun 2025. Balikpapan masuk daftar 33 kota prioritas. Targetnya jelas, operasional penuh paling lambat Oktober 2027.
Penasaran kenapa program ini penting dan bakal berdampak ke kota? Simak sampai habis, karena ini bukan sekadar soal sampah, tapi masa depan energi Balikpapan, pahamlah ikam Cess.
Apa Itu Proyek PSEL dan Kenapa Balikpapan Dipilih?
PSEL adalah langkah baru pemerintah mengubah sampah menjadi energi listrik. Kebijakan ini hadir melalui Perpres Nomor 109 Tahun 2025 yang menetapkan 33 kota prioritas, termasuk Balikpapan.
Artinya, kota ini kada lagi hanya mengandalkan tempat pemrosesan akhir sebagai lokasi penumpukan. Sekarang, TPA diarahkan jadi pusat produksi energi. Perubahan ini cukup besar. Bukan cuma soal bersih-bersih kota, tapi juga memanfaatkan limbah jadi sesuatu yang bernilai.
Balikpapan dipilih karena kesiapan dan kebutuhan pengelolaan sampah yang makin kompleks. Nah, di titik ini, pemerintah mulai dorong solusi yang lebih modern dan berkelanjutan. Bukan sekadar angkut buang selesai, tapi diolah jadi energi, nah itu sudah.
Bagaimana Target Operasional PSEL di Balikpapan?
Pemerintah sudah menetapkan batas waktu yang cukup tegas. Proyek PSEL di kota prioritas harus beroperasi penuh paling lambat Oktober 2027.
Target ini bukan sekadar angka. Ada dorongan kuat agar kota-kota, termasuk Balikpapan, segera berbenah dari sisi infrastruktur dan sistem pengelolaan sampah.
Dinas Lingkungan Hidup Balikpapan juga kada tinggal diam. Mereka sudah menyiapkan rencana jangka menengah hingga 2029. Artinya, prosesnya bertahap, tapi terarah.
Kalau semua berjalan sesuai rencana, bukan cuma pengelolaan sampah yang berubah. Sistem energi daerah juga ikut terdorong. Jadi, bukan sekadar cepat, tapi juga tepat sasaran.
Apa Dampaknya untuk TPA Manggar dan Lingkungan Kota?
Salah satu fokus utama proyek ini adalah mengurangi beban di TPA Manggar. Selama ini, TPA identik dengan penumpukan. Tapi dengan PSEL, fungsinya berubah.
Kepala DLH Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, menyampaikan,
“Melalui program ini, kami menargetkan pengurangan beban di TPA Manggar sekaligus mendorong terciptanya ekonomi sirkular berbasis energi hijau,” ujarnya.
Pernyataan ini jadi penegas arah kebijakan. Sampah kada lagi dilihat sebagai masalah semata, tapi juga peluang.
Lingkungan kota pun diharapkan ikut terdampak positif. Volume sampah berkurang, pengelolaan jadi lebih modern, dan hasil akhirnya bisa dimanfaatkan. Pahamlah ikam, ini bukan sekadar bersih, tapi juga produktif.
Kenapa Proyek Ini Dinilai Punya Nilai Ekonomi?
Selain soal lingkungan, proyek PSEL juga punya sisi ekonomi yang cukup menarik. Pemerintah sudah menetapkan skema harga jual listrik ke PLN.
Ini penting. Karena artinya, energi yang dihasilkan dari sampah bisa langsung masuk sistem dan punya nilai jual.
Bagi pemerintah daerah maupun investor, ini jadi peluang baru. Kada cuma mengeluarkan biaya untuk pengelolaan sampah, tapi juga ada potensi pemasukan dari energi listrik.
Model seperti ini dikenal sebagai ekonomi sirkular. Limbah diproses, jadi energi, lalu kembali ke sistem sebagai nilai ekonomi. Siklusnya jalan terus. Nah, di situ letak kekuatannya.
Seberapa Penting PSEL untuk Ketahanan Energi Daerah?
Program ini juga punya peran besar dalam memperkuat ketahanan energi daerah. Dengan memanfaatkan sampah sebagai sumber energi alternatif, ketergantungan pada sumber konvensional bisa ditekan.
Artinya, Balikpapan tidak hanya mengelola limbah, tapi juga menciptakan sumber energi baru. Ini jadi langkah strategis.
Apalagi dengan kondisi kota yang terus berkembang. Kebutuhan energi pasti naik. Jadi, solusi seperti ini jadi relevan.
Pemerintah berharap, lewat percepatan PSEL, dua masalah bisa diselesaikan sekaligus. Sampah teratasi, energi bertambah. Efisien. Terarah. Dan berkelanjutan.
Poin Penting:
- Balikpapan masuk 33 kota prioritas proyek PSEL nasional
- Target operasional penuh ditetapkan Oktober 2027
- TPA Manggar diarahkan jadi pusat produksi energi
- DLH siapkan rencana strategis hingga tahun 2029
- Energi listrik dari sampah punya nilai jual ke PLN
Insight: Proyek ini bukan sekadar teknologi baru, tapi perubahan cara pandang. Sampah yang selama ini dianggap beban, kini jadi aset energi. Tantangannya ada di konsistensi pelaksanaan dan kesiapan infrastruktur. Kalau serius dijalankan, dampaknya terasa panjang. Balikpapan bisa jadi contoh kota yang mengelola limbah sambil memperkuat energi. Nah, ini peluang yang sayang dilewatkan, pahamlah ikam.
Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham arah baru pengelolaan sampah di kota ini.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'
FAQ:
1. Apa itu proyek PSEL di Balikpapan?
Proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik yang ditetapkan pemerintah sebagai program prioritas nasional.
2. Kapan target operasional proyek ini?
Paling lambat Oktober 2027 sudah harus beroperasi penuh.
3. Apa dampaknya bagi TPA Manggar?
Beban sampah berkurang dan fungsinya berubah menjadi pusat produksi energi.
4. Kenapa proyek ini menarik secara ekonomi?
Karena listrik dari sampah bisa dijual ke PLN dengan skema harga yang sudah ditetapkan.
Editor : Arya Kusuma
Sumber : Balikpapan TV