Ikhtisar: DPRD Balikpapan dorong penataan kabel utilitas dan reklame agar kota rapi, aman, modern. Sistem bawah tanah dan videotron jadi fokus pembahasan lintas komisi.
Balikpapan TV - Hai Cess! Kabel utilitas yang menjuntai di banyak ruas jalan Balikpapan kembali disorot. Komisi II DPRD Kota Balikpapan mendorong penataan konkret, dari kabel udara menuju sistem bawah tanah, sekaligus merapikan papan reklame agar kota tampak tertib dan modern.
Penasaran kenapa isu kabel semrawut dan reklame besar ini mendadak hangat lagi? Simak sampai habis, pahamlah ikam, karena ini bukan cuma soal tampilan kota, tapi juga urusan aman dan tertib, Cess!
Kenapa Kabel Utilitas Semrawut Jadi Sorotan DPRD Balikpapan?
Masalahnya jelas, kabel yang menjuntai dan saling bertumpuk dinilai mengganggu estetika sekaligus berisiko bagi warga. Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Fauzi Adi, menegaskan persoalan ini sudah masuk agenda pembahasan lintas komisi.
“Saat ini arahnya ke pergantian dari kabel udara menggunakan tiang menjadi sistem kabel bawah tanah,” ujarnya saat ditemui di Gedung DPRD Balikpapan, Senin (2/3/2026).
Artinya, bukan lagi sekadar wacana. DPRD sudah berkoordinasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika atau Diskominfo untuk merumuskan langkah penertiban. Kabel liar yang menggantung di atas kepala warga memang jadi pemandangan biasa. Tapi biasa bukan berarti aman, nah itu sudah.
Apa Risiko Kabel Udara Bagi Warga dan Kota?
Penataan jaringan utilitas menyangkut dua hal utama, keamanan dan keindahan kota. Fauzi Adi menekankan kabel yang terpasang tidak teratur berpotensi putus saat cuaca ekstrem. Risiko korsleting hingga kebakaran pun jadi ancaman nyata.
Kondisi ini disebut hampir merata di seluruh kecamatan di Balikpapan. Jadi bukan cuma satu dua titik. Kabel yang bergelantungan juga rawan disentuh atau dinaiki hewan seperti monyet. Gangguan teknis pada jaringan listrik dan telekomunikasi bisa terjadi sewaktu-waktu.
“Kita ingin Balikpapan bersih dari kabel liar dan instalasi yang tidak tertata. Ini bagian dari pembenahan wajah kota,” tegasnya.
Masalahnya sederhana tapi dampaknya luas. Kalau kabel rapi, kota enak dipandang. Kalau aman, warga juga tenang. Pahamlah ikam.
Bagaimana Skema Penataan Kabel Bawah Tanah Akan Dijalankan?
Arah kebijakannya sudah jelas, sistem kabel bawah tanah jadi target. Pembahasan teknis akan dilanjutkan bersama Diskominfo dan Komisi III DPRD Balikpapan untuk merumuskan skema pelaksanaan yang matang.
Penataan dilakukan bertahap. Jadi kada langsung semua dibongkar. Ada tahapan penerapan yang akan disusun agar transisi berjalan terukur.
Fauzi memastikan komitmen penataan sudah bulat. Ke depan, pemasangan kabel udara tanpa pengaturan ketat tidak lagi diperbolehkan. Seluruh jaringan utilitas akan diarahkan mengikuti sistem yang lebih tertib dan aman.
Langkah ini juga disebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait konsep Indonesia yang lebih asri melalui tata kota rapi dan tertib. Kota bersih, instalasi tertata, itu targetnya.
Kenapa Reklame Konvensional Ikut Dievaluasi?
Bukan cuma kabel. Wajah kota juga disentuh dari sisi reklame. Komisi II DPRD Kota Balikpapan mendorong penataan ulang papan reklame di ruas jalan utama agar tampil rapi dan selaras dengan konsep estetika kota.
Sekretaris Komisi II, Taufiq Qul Rahman, menyebut regulasi reklame sebenarnya sudah diatur dalam Peraturan Wali Kota. Namun aturan tersebut akan dievaluasi mengikuti perkembangan tata ruang dan kebutuhan kota saat ini.
“Ke depan akan kita ubah dan tata ulang supaya lebih rapi dan tidak terkesan semrawut,” ujarnya.
Papan reklame berukuran besar di tepi jalan dinilai kerap mengganggu estetika. Pola pemasangannya pun belum seragam. Hasilnya? Tampilan kota terlihat padat visual.
Apakah Videotron Jadi Solusi Reklame Modern di Balikpapan?
DPRD mendorong reklame konvensional diarahkan beralih ke videotron secara bertahap. Taufiq menjelaskan, “Videotron tetap termasuk reklame, hanya bentuknya digital. Dari sisi tampilan lebih modern dan bisa menunjang pencahayaan kota.”
Artinya, perubahan bukan untuk mematikan usaha periklanan. Justru DPRD ingin pelaku usaha beradaptasi dengan konsep tata kota yang tertib dan berkelanjutan.
“Silakan tetap berusaha, tetapi harus mengikuti aturan yang berlaku. Kita ingin kota lebih tertata tanpa mematikan usaha,” tegasnya.
Saat ini aspek teknis masih dikaji, termasuk skema pajak videotron. DPRD membandingkan penerapan di sejumlah daerah lain sebelum merumuskan revisi Perda maupun Perwali. Jika regulasi baru disahkan, penataan reklame diproyeksikan mendukung estetika kota sekaligus potensi pendapatan daerah dari pajak reklame digital.
Poin Penting yang Perlu Dicatat:
1. DPRD Balikpapan dorong kabel udara diganti sistem bawah tanah secara bertahap.
2. Penataan kabel dinilai penting untuk keamanan dan estetika kota.
3. Reklame konvensional akan dievaluasi agar lebih rapi dan modern.
4. Videotron didorong sebagai bentuk reklame digital yang lebih tertata.
5. Kajian teknis dan skema pajak masih dalam pembahasan lintas komisi.
Insight: Penataan kabel utilitas dan reklame bukan sekadar urusan visual. Ini soal arah wajah kota. Balikpapan selama ini dikenal tertib, jadi pembenahan ini terasa logis. Tantangannya ada di teknis dan transisi usaha. Kalau skema matang, kota bisa rapi tanpa mengorbankan pelaku usaha. Tapi kalau pengawasan longgar, kabel liar dan reklame semrawut bisa muncul lagi. Nah, di situ kuncinya. Konsisten pang.
Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham arah pembenahan kota ini, nah.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, "Bukan Sekadar Info Biasa!"
FAQ
1. Apa tujuan utama penataan kabel utilitas di Balikpapan?
Untuk meningkatkan keamanan warga dan memperbaiki estetika kota melalui sistem kabel bawah tanah yang lebih tertib.
2. Apakah reklame konvensional akan dilarang?
Kada langsung dilarang, tetapi akan diarahkan bertahap ke videotron dengan regulasi yang disesuaikan.
3. Kapan penataan mulai diterapkan?
Saat ini masih dalam tahap pembahasan teknis bersama Diskominfo dan Komisi III DPRD Balikpapan.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.