Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Religi Iptek

Buah Naga Km 21 Karang Joang Lagi Panen, Hasilnya Puluhan Ton, Ini Strategi Poktan Sappo Jaya Mandiri Rawat Buah Naga Manis dan Produktif

Arya Kusuma • Kamis, 26 Februari 2026 | 11:53 WIB

Panen buah naga di Km 21 Karang Joang oleh Poktan Sappo Jaya Mandiri dengan hamparan kebun produktif.
Panen buah naga di Km 21 Karang Joang oleh Poktan Sappo Jaya Mandiri dengan hamparan kebun produktif.

Ikhtisar: Panen buah naga di Km 21 Karang Joang makin menggeliat. Poktan Sappo Jaya Mandiri rutin panen, kelola puluhan hektar lahan, utamakan pasar Balikpapan sebelum kirim ke luar daerah.

Balikpapan TV - Hai Cess! Buah naga di Km 21 Kelurahan Karang Joang lagi ramai dipanen. Kelompok Tani Sappo Jaya Mandiri tancap gas, lahan puluhan hektar mereka produktif dan hasilnya tembus puluhan ton. Fokusnya jelas, penuhi kebutuhan warga Balikpapan dulu baru kirim ke luar daerah.

Jangan langsung scroll dulu nah. Cerita dari kebun ini kada cuma soal panen, tapi soal konsistensi, koordinasi, dan cara rawat yang detail sampai buahnya manis maksimal. Baca sampai tuntas Cess!

Kenapa Buah Naga Km 21 Karang Joang Jadi Pusat Terbesar di Wilayahnya?

Buah naga di Kilometer 21 kini dikenal sebagai pusat terbesar di Karang Joang. Pernyataan itu datang langsung dari Ketua TP-PKK Kelurahan Karang Joang, Kasmiyah, saat mendampingi pengurus Poktan di sela panen.

"Jadi ini kebun Sappo Jaya Mandiri, kita lagi panen buah naga. Nah, untuk buah naga yang ada di Kilometer 21 ini jadi pusat buah naga dan terbesar yang ada di Karang Joang," ujarnya.

Lokasinya memang strategis dan lahannya luas. Total puluhan hektar digarap oleh 30 anggota kelompok tani. Mayoritas ditanami buah naga. Satu hamparan, satu komoditas unggulan. Fokus. Kada setengah-setengah.

Baca Juga: Ini Penjelasan Hukum Membatalkan Puasa Ramadhan untuk Ibu Rumah Tangga Karena Kelelahan Saat Memasak Untuk Keluarga Berbuka Puasa

Bagaimana Cara Perawatan Buah Naga Supaya Tumbuh Maksimal?

Kunci panen melimpah itu ada di perawatan. Mereka kada asal tanam lalu tunggu hasil.

Pemupukan kompos rutin dilakukan. Penyemprotan dijadwalkan saat tanaman bertunas atau sedang berbuah. Tujuannya jelas, menghindari hama.

"Perawatannya ada pemupukan kompos. Untuk penyemprotan, dilakukan saat buah naga sedang bertunas atau sedang berbuah. Tujuannya untuk menghindari hama selalu kita rawat dan disemprot," jelasnya.

Untuk rasa manis, ada pupuk khusus. Detailnya diperhatikan. Bahkan proses penyerbukan dilakukan malam hari, antara pukul 21.00 sampai 22.00. Kenapa malam? Supaya pertumbuhan buah maksimal. Disiplin waktu. Disiplin perawatan. Nah, itu sudah.

Seperti Apa Sistem Panen Berkelanjutan yang Diterapkan Poktan?

Menariknya, panen buah naga di sini kada hitungan per bulan. Sistemnya berkelanjutan.

"Nah, buah naga ini, bukan dibilang berapa kali sebulan, tapi ada terus. Ada yang panen, ada yang baru kembang, ada yang masih kecil, jadi panen terus rutin," sebutnya.

Artinya, siklus tanaman diatur bergantian. Ada yang matang, ada yang berbunga, ada yang masih kecil. Rantai produksi tetap jalan. Jadi suplai kada putus.

Bagi petani, pola ini bikin pendapatan stabil. Bagi pasar, stok terjaga. Sederhana tapi efektif, pahamlah ikam.

Bagaimana Koordinasi Panen dan Distribusi Buah Naga Dilakukan?

Panen banyak tanpa koordinasi bisa bikin ribet. Di sini, komunikasi jadi kunci.

Petani dan pengepul rutin berkoordinasi. Siapa panen hari ini. Berapa jumlahnya. Siapa kirim. Semua jelas. Informasi ini penting supaya distribusi lancar dan kada ada kebingungan di lapangan.

Tanpa koordinasi, bisa tumpuk di satu titik. Dengan komunikasi rapi, hasil puluhan ton bisa tersalurkan dengan baik. Nah, hal kecil ini pang sering dilupakan orang.

Tips singkat biar distribusi hasil panen tetap lancar:

  1. Data panen harian dicatat rapi.

  2. Komunikasi rutin dengan pengepul.

  3. Jadwal panen disepakati bersama.

Sederhana. Tapi dampaknya besar.

Ke Mana Saja Hasil Panen Buah Naga Karang Joang Dipasarkan?

Prioritas utama tetap warga Balikpapan. Itu komitmennya.

"Iya, nanti kalau sudah cukup terpenuhi di wilayah sendiri, kita kirim ke luar seperti Berau. Karena kita usahakan untuk wilayah sendiri dulu," pungkasnya.

Jadi hasil puluhan ton itu kada langsung keluar kota. Kebutuhan lokal didahulukan. Setelah aman, baru kirim ke daerah lain seperti Berau.

Langkah ini bikin pasokan buah naga di Balikpapan stabil. Warga kada kesulitan cari. Petani tetap jalan. Ekonomi lokal berputar di kampung sendiri dulu. Strategi yang membumi.

Insight: Buah naga di Karang Joang menunjukkan satu hal penting, kekuatan ada di konsistensi. Mereka kada mengejar sensasi panen besar sesaat, tapi menjaga siklus berkelanjutan. Fokus pasar lokal dulu itu langkah realistis. Ketahanan pangan kota ikut terjaga. Ini bukan cuma soal tonase, tapi soal kontrol produksi dan distribusi. Balikpapan punya potensi kuat di sektor hortikultura, asal pola seperti ini dijaga terus. Pahamlah ikam, ekonomi daerah tumbuh dari kebun sendiri, nah itu sudah.

Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang tahu potensi buah naga Karang Joang Cess!

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!”

FAQ

1. Berapa jumlah anggota Poktan Sappo Jaya Mandiri?
Kelompok tani ini beranggotakan 30 orang yang mengelola lahan masing-masing dengan total puluhan hektar.

2. Kapan proses penyerbukan buah naga dilakukan?
Penyerbukan dilakukan pada malam hari antara pukul 21.00 hingga 22.00 untuk memastikan pertumbuhan buah maksimal.

3. Ke mana saja hasil panen dipasarkan?
Prioritas untuk warga Balikpapan. Jika kebutuhan lokal terpenuhi, baru dikirim ke luar daerah seperti Berau.

DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

Koneksi Informasi Terkini
Koneksi Informasi Terkini

Editor : Arya Kusuma
#Kelurahan Karang Joang #Km 21 Balikpapan #Poktan Sappo Jaya Mandiri #Buah naga Karang Joang