Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Audit Sosial KPPI, Tantangan Lingkungan Pesisir Air Mahal, Limbah, dan Sampah, Potret Layanan Air dan Sanitasi Pesisir Manggar Baru

Arya Kusuma • Jumat, 6 Februari 2026 | 14:42 WIB

KPPI Balikpapan Merekam Kondisi Riil Air dan Sampah di Manggar Baru
KPPI Balikpapan Merekam Kondisi Riil Air dan Sampah di Manggar Baru

Ikhtisar: Potret audit sosial KPPI di Manggar Baru menyorot mahalnya air, sanitasi rapuh, dan persoalan sampah yang berdampak langsung ke lingkungan pesisir.

Balikpapan TV - Hai Cess! Potret layanan air minum, sanitasi, dan pengelolaan sampah di Kelurahan Manggar Baru, Balikpapan Timur, kembali disorot. Kesatuan Perempuan Pesisir Indonesia (KPPI) Balikpapan membeberkan hasil audit sosial di kawasan pesisir tersebut. Temuannya jelas, masih ada beban biaya air PDAM yang tinggi, pengelolaan limbah belum memadai, dan persoalan sampah yang berujung pada pencemaran lingkungan.

Audit sosial ini dilakukan pada 103 rumah tangga di empat zonasi Manggar Baru. Data dikumpulkan apa adanya, menggambarkan kondisi lapangan yang dihadapi masyarakat pesisir setiap hari. Dari air bersih, toilet, hingga sampah, semua saling terkait. Kalau satu bermasalah, dampaknya ke mana-mana, pahamlah ikam di sini Cess!.

Lanjutkan baca sampai akhir karena tiap temuan menyimpan gambaran penting tentang kehidupan pesisir Manggar Baru. Bukan sekadar angka, tapi cerita tentang rumah tangga, lingkungan, dan tantangan nyata yang masih perlu perhatian bersama, baca pelan tapi tuntas Cess!.

Bagaimana kondisi akses air bersih warga pesisir Manggar Baru?

Sebagian besar masyarakat pesisir Manggar Baru masih mengandalkan air ledeng. Perwakilan KPPI Balikpapan, Mutmainnah, menyebut sekitar 60 persen warga menggunakan sumber air dari PDAM. Namun, akses ini belum sepenuhnya menenangkan. Lebih dari separuh responden merasa biaya air masih memberatkan kehidupan rumah tangga.

Hasil audit menunjukkan 51 persen responden menilai harga air PDAM tergolong mahal. Pengeluaran untuk air bersih bahkan melampaui Rp 100.000 per bulan. Angka ini menjadi beban tersendiri, terutama bagi keluarga pesisir yang pendapatannya tidak selalu stabil, nah’ itu sudah realita di lapangan Cess!.

Selain PDAM, sebagian warga memanfaatkan sumur gali atau sumur bor. Sayangnya, banyak sumur tidak memiliki penutup sehingga rentan tercemar. Air yang seharusnya menjadi penopang kehidupan justru menyimpan risiko kesehatan bila pengelolaannya kurang terlindungi.

Seperti apa kondisi sanitasi dan pengelolaan limbah rumah tangga?

Dari sisi sanitasi, situasinya terlihat lebih baik dibandingkan air bersih. Sekitar 86 persen rumah tangga sudah memiliki toilet, dan sebagian besar berada di dalam bangunan utama. Ini menjadi modal penting bagi kesehatan lingkungan pesisir Manggar Baru.

Namun persoalan muncul pada pengelolaan limbah. Memang sudah ada IPAL komunal, tetapi minim pemeliharaan. Fasilitas ini kerap rusak akibat ombak laut dan patahan kayu. Dampaknya, sistem pengolahan limbah tidak berjalan optimal.

“Pengelolaan limbah belum terkelola baik di septic tank individu, komunal, maupun, IPAL,” kata Mutmainnah. Limbah rumah tangga masih ada yang langsung dibuang ke badan air, tanah, atau saluran drainase. Kondisi ini jelas berisiko bagi kesehatan lingkungan dan masyarakat sekitar.

Mengapa persoalan sampah jadi sorotan utama di kawasan pesisir?

Audit sosial KPPI juga mencatat persoalan serius pada pengelolaan sampah. Fasilitas persampahan yang tersedia masih sangat terbatas. Akibatnya, sampah sering berakhir di sungai, laut, atau rawa yang ada di sekitar permukiman pesisir.

Sebagian warga membakar sampah, menguburnya di dekat rumah, atau membuangnya di pinggir jalan. Praktik ini terjadi karena minimnya pilihan pengelolaan yang layak. Lama-kelamaan, sampah menumpuk dan mencemari lingkungan sekitar.

Zona TPI dan sebagian Zona Tanjung Selor disebut sebagai wilayah paling rentan. Kedekatannya dengan garis pantai dan aktivitas kenelayanan membuat sampah dan limbah mudah masuk ke perairan, ya’kalo begini terus, dampaknya panjang Cess!.

Apa dampak kondisi drainase terhadap lingkungan Manggar Baru?

Masalah lain yang tak kalah penting adalah kondisi drainase lingkungan. Saluran drainase di Manggar Baru banyak yang tidak berfungsi optimal. Air tidak mengalir lancar karena sedimentasi dan kerusakan saluran.

Pemeliharaan yang tidak rutin memperparah kondisi ini. Drainase juga sering dijadikan tempat pembuangan air limbah rumah tangga. Alhasil, saluran yang seharusnya mengalirkan air hujan justru menjadi sumber pencemaran.

Kondisi ini menambah beban lingkungan pesisir. Air tergenang, limbah bercampur, dan risiko kesehatan meningkat. Dari air, sanitasi, sampah, hingga drainase, semuanya saling berkaitan dalam satu ekosistem pesisir yang rapuh.

Insight: Hasil audit sosial KPPI di Manggar Baru menunjukkan layanan WASH bukan sekadar soal fasilitas, tapi keberlanjutan dan pemeliharaan. Data ini penting sebagai cermin kondisi nyata masyarakat pesisir. Dengan memahami persoalan air, sanitasi, dan sampah secara utuh, upaya perbaikan bisa lebih tepat sasaran dan berdampak langsung bagi kesehatan lingkungan serta kualitas hidup warga.

Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham kondisi pesisir Manggar Baru dan peduli dengan lingkungan sekitar Cess!.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'

FAQ

Apa itu audit sosial yang dilakukan KPPI Balikpapan?
Audit sosial adalah pemetaan kondisi layanan air, sanitasi, dan sampah berbasis rumah tangga di kawasan pesisir Manggar Baru.

Berapa jumlah rumah tangga yang menjadi responden audit?
Sebanyak 103 rumah tangga di empat zonasi Kelurahan Manggar Baru terlibat dalam audit sosial ini.

Apa persoalan paling mendesak dari hasil audit tersebut?
Biaya air PDAM yang tinggi, pengelolaan limbah yang belum optimal, serta minimnya fasilitas persampahan.

DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

Koneksi Informasi Terkini
Koneksi Informasi Terkini

Editor : Arya Kusuma
#Manggar Baru #sanitasi pesisir #KPPI Balikpapan #pengelolaan sampah #air pdam