Ikhtisar: DPRD Balikpapan memanggil DPU menyoroti banjir MT Haryono yang muncul meski hujan singkat dan mengganggu lalu lintas kota.
Balikpapan TV - Hai Cess! Hujan belum lama turun, tapi genangan sudah lebih dulu menyapa. Kondisi ini kembali terjadi di Kota Balikpapan, khususnya di Jalan MT Haryono dan Jalan Beller. Komisi III DPRD Kota Balikpapan pun bergerak cepat. Dalam waktu dekat, Dinas Pekerjaan Umum atau DPU akan dipanggil untuk rapat dengar pendapat. Fokusnya satu, evaluasi sistem dan master plan pengendalian banjir yang dinilai belum efektif.
Biar makin paham duduk perkaranya, yuk terus simak sampai tuntas. Soalnya, cerita banjir kali ini bukan sekadar soal hujan, tapi soal sistem, tanggung jawab, dan harapan warga yang ingin aktivitas kota tetap lancar, Cess!
Mengapa DPRD Balikpapan memanggil DPU soal banjir MT Haryono?
Komisi III DPRD Kota Balikpapan menilai banjir yang muncul setelah hujan singkat sebagai tanda ada yang perlu dievaluasi. Ketua Komisi III, H Yusri, menegaskan rapat dengar pendapat bertujuan mempertanyakan efektivitas sistem dan master plan pengendalian banjir yang selama ini dijalankan pemerintah kota.
Menurut Yusri, genangan air yang cepat muncul di Jalan MT Haryono dan Jalan Beller menimbulkan pertanyaan besar. “Kami ingin mengetahui secara jelas sistem dan master plan penanganan banjir. Kenapa hujan sebentar saja sudah menyebabkan genangan di Jalan MT Haryono dan Jalan Beller,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (3/2/2026).
Rencana pemanggilan DPU ini bukan tanpa alasan. Banjir kembali terjadi pada sore hari setelah hujan dengan durasi relatif singkat. Fakta tersebut memicu perhatian DPRD karena dampaknya langsung terasa pada arus lalu lintas dan aktivitas masyarakat.
Baca Juga: 5 Tanaman Buah Mini yang Produktif dan Mudah Dirawat untuk Halaman Rumah Minimalis
Seperti apa dampak genangan air di MT Haryono dan Beller?
Genangan air terlihat cukup parah di Jalan MT Haryono hingga kawasan Balikpapan Baru. Jalan Beller pun kembali menunjukkan statusnya sebagai titik rawan banjir. Air menggenang, kendaraan melambat, dan antrean panjang tak terelakkan.
Situasi ini membuat arus lalu lintas tersendat. Beberapa pengendara terpaksa menunggu cukup lama, sementara sebagian lainnya memilih mencari jalur alternatif. Kondisi jalan yang tergenang membuat mobilitas warga terganggu, meski hujan sudah reda.
Bagi warga dan pengguna jalan, situasi ini terasa tidak sebanding dengan intensitas hujan. Harapan agar hujan singkat tidak lagi berujung genangan kembali menguat, seiring aktivitas kota yang semakin padat dari hari ke hari.
Apa keluhan warga dan pengendara di lokasi banjir?
Keluhan warga muncul dari berbagai sisi. Herman, warga setempat, mempertanyakan program penanganan banjir yang ada. “Jalan MT Haryono dan Jalan Beller hari ini banjir lagi. Hujannya cuma sebentar, tapi sudah banjir. Kami tidak tahu sebenarnya bagaimana program penanganan banjir di MT Haryono. Apakah karena air pasang atau pompa air di samping Hotel Jurik tidak berfungsi,” ujarnya.
Pengendara pun merasakan hal serupa. Arif, salah satu pengguna jalan, mengaku terjebak cukup lama akibat genangan air. “Macetnya lama sekali. Hujannya cuma sebentar, tapi banjir lagi. Sudah hampir setengah jam tidak bergerak, akhirnya saya putar balik,” katanya.
Cerita-cerita ini mencerminkan keresahan yang sama. Hujan singkat seharusnya tidak langsung melumpuhkan ruas jalan utama kota, nah’ itu sudah, pahamlah ikam.
Harapan apa yang ingin dikawal DPRD lewat RDP ini?
Melalui rapat dengar pendapat, DPRD Balikpapan ingin memastikan solusi yang dibahas tidak berhenti di atas kertas. Evaluasi terhadap sistem penanganan banjir diharapkan mampu menjawab persoalan genangan yang berulang di titik-titik rawan.
DPRD menegaskan akan mengawal persoalan ini agar langkah yang diambil benar-benar berdampak nyata. Harapannya, hujan dengan intensitas ringan tidak lagi memicu banjir yang mengganggu aktivitas dan lalu lintas kota.
Bagi warga, pengendara, dan bubuhan yang setiap hari melintas di kawasan tersebut, penanganan banjir yang serius menjadi kebutuhan mendesak. Kota yang bergerak cepat butuh sistem drainase yang siap menghadapi kondisi cuaca apa pun.
Insight: Peristiwa banjir setelah hujan singkat menjadi pengingat bahwa efektivitas sistem pengendalian banjir perlu diuji secara nyata. Pemanggilan DPU oleh DPRD membuka ruang evaluasi terbuka, sekaligus memberi harapan agar kebijakan yang diambil lebih tepat sasaran dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham situasi banjir di Balikpapan, Cess!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'
FAQ
Apa tujuan DPRD Balikpapan memanggil DPU?
Untuk mengevaluasi efektivitas sistem dan master plan penanganan banjir di titik rawan.
Di mana saja lokasi banjir yang disorot DPRD?
Jalan MT Haryono, kawasan Balikpapan Baru, dan Jalan Beller.
Kapan RDP dengan DPU akan digelar?
Direncanakan dalam waktu dekat sesuai agenda DPRD Kota Balikpapan.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.