Balikpapan TV - Hai Cess! Penertiban baliho kembali jadi sorotan setelah Presiden Prabowo Subianto menyinggung dampaknya terhadap pemandangan kota. Balikpapan ikut terseret dalam isu ini. Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Budiono, merespons dengan mendorong peralihan baliho ke videotron yang dinilai lebih rapi, modern, dan selaras dengan wajah Kota Beriman.
Topik ini bukan sekadar soal tampilan kota. Ada benang merah antara ukuran reklame, estetika ruang publik, iklim usaha, hingga Pendapatan Asli Daerah. Ceritanya berlapis, dan penting disimak sampai akhir karena dampaknya terasa langsung ke kehidupan kota, pahamlah ikam Cess! Baca Juga: 6 Model Rak Piring Dapur Minimalis 2026 yang Bikin Ruang Masak Lebih Rapi dan Nyaman
Kenapa Baliho Jadi Perhatian Presiden dan Daerah?
Penertiban baliho mencuat usai arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di SICC Sentul. Presiden meminta pemerintah daerah menata baliho dan spanduk yang dinilai mengganggu keindahan serta kebersihan kota, sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Asri.
Arahan tersebut langsung relevan bagi Balikpapan. Kota dengan citra bersih dan rapi ini memang menghadapi tantangan visual dari reklame berukuran besar di sejumlah titik strategis. Penataan diperlukan agar promosi usaha tetap berjalan tanpa merusak estetika kota.
Budiono menegaskan, keberadaan iklan sudah diatur pemerintah kota dan menjadi bagian dari strategi peningkatan PAD. Aktivitas promosi usaha tetap dibutuhkan, namun penempatannya perlu dikaji ulang agar selaras dengan wajah kota.
Apakah Videotron Solusi yang Paling Masuk Akal?
Peralihan dari baliho ke videotron dinilai sebagai jalan tengah. Videotron dianggap lebih enak dipandang, modern, dan mampu meningkatkan estetika kota. Budiono secara terbuka mendukung migrasi ini sebagai solusi jangka panjang.
Selain visual, videotron juga dinilai adaptif terhadap kebutuhan promosi pelaku usaha. Satu titik videotron bisa menayangkan berbagai konten iklan secara bergantian tanpa harus memenuhi ruang kota dengan banyak papan reklame.
Namun realitas di lapangan belum semulus harapan. Migrasi ini kerap tersendat, bukan karena teknologi, melainkan karena proses perizinan yang dinilai rumit dan memakan waktu.
Di Mana Letak Kendala Perizinan Videotron?
Budiono menyoroti persoalan utama pada pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung atau PBG. Untuk videotron permanen berukuran besar, izin ini wajib dimiliki dan prosesnya harus melalui pemerintah pusat.
Seluruh kewenangan perizinan yang ditarik ke pusat dinilai memperpanjang proses. Budiono menyebut, aduan dari pelaku usaha soal sulitnya mengurus PBG kerap diterima di legislatif.
“Jadi pusat juga jangan terlalu mempersulit daerah dalam orang berusaha,” tegas Budiono. Ia mengingatkan, hambatan perizinan berisiko menurunkan minat investasi dan berdampak langsung pada PAD Balikpapan.
Bagaimana Ukuran Baliho Berkaitan dengan Pajak Daerah?
Soal ukuran baliho yang disinggung presiden, Budiono melihatnya secara kontekstual. Menurutnya, ukuran reklame harus menyesuaikan kondisi lokasi pemasangan. Di ruang terbuka, baliho berukuran 5 x 10 meter masih dianggap wajar.
Sebaliknya, baliho terlalu kecil di ruang terbuka justru tidak efektif. “Kalau ruangan terbuka, tapi ukurannya cuma 2 x 3 meter juga terlalu kecil,” ujarnya.
Ukuran reklame juga berkaitan langsung dengan perhitungan pajak daerah. Selama penataan estetika mengikuti arahan presiden dan tidak merusak keindahan kota, ukuran bukan persoalan utama, nah itu sudah Cess!
Insight: Penataan baliho dan videotron di Balikpapan memperlihatkan pentingnya keseimbangan antara estetika kota dan keberlanjutan ekonomi. Migrasi media iklan bukan sekadar soal tampilan, tetapi juga soal kemudahan berusaha dan stabilitas PAD. Ketika regulasi selaras dengan kebutuhan daerah, ruang publik tetap nyaman, investasi terjaga, dan kota tumbuh lebih tertata.
Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham soal penataan reklame di Balikpapan Cess!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, "Bukan Sekadar Info Biasa!"
FAQ
1. Apa alasan utama penertiban baliho di Balikpapan?
Penertiban dilakukan untuk menjaga keindahan dan kebersihan kota sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
2. Mengapa videotron dinilai lebih baik dibanding baliho?
Videotron dianggap lebih modern, rapi, dan meningkatkan estetika kota tanpa mengurangi fungsi promosi.
3. Apa dampak kendala perizinan videotron bagi daerah?
Proses izin yang rumit berpotensi menurunkan minat usaha dan berdampak pada Pendapatan Asli Daerah.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.