Balikpapan TV - Hai Cess! Sorotan Presiden Prabowo Subianto soal baliho dan spanduk yang merusak pemandangan kota langsung jadi perhatian. Balikpapan ikut disebut untuk menertibkan reklame demi kebersihan dan keindahan kota. Arahan ini muncul dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di SICC Sentul, Senin (2 Februari 2026), sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Asri.
Nah, supaya konteksnya terang dan ndak simpang siur, mari simak utuh alasan, respons DPRD Balikpapan, sampai tantangan di lapangan. Baca terus sampai akhir biar nyambung semua ceritanya Cess! Baca Juga: Kisah Miris Pekerja Proyek RDMP! Gaji Pekerja Masih Tertunda 2 Bulan di Proyek Energi Raksasa 123 Triliun Rupiah di Balikpapan
Kenapa Presiden Prabowo menyoroti baliho dan spanduk di Balikpapan?
Presiden Prabowo meminta pemerintah daerah menertibkan baliho dan reklame yang mengganggu keindahan serta kebersihan kota. Pesan ini disampaikan terbuka dalam Rakornas 2026 dan menegaskan komitmen pada lingkungan perkotaan yang rapi dan sedap dipandang.
Penertiban ini diarahkan untuk mendukung visi Indonesia Asri. Kota dengan visual tertata dinilai memberi dampak positif, bukan hanya estetika, tapi juga rasa nyaman warga yang beraktivitas setiap hari.
Balikpapan, dengan julukan Kota Beriman, tentu punya tanggung jawab menjaga wajah kota. Arahan presiden ini menjadi pengingat agar penataan reklame selaras dengan karakter kota dan kebutuhan publik, pahamlah ikam di titik ini Cess!
Bagaimana respons DPRD Balikpapan terhadap arahan tersebut?
Wakil Ketua DPRD Balikpapan Budiono menanggapi arahan itu dengan perspektif seimbang. Ia menyebut keberadaan iklan sudah diatur pemerintah kota sebagai bagian peningkatan Pendapatan Asli Daerah. Pelaku usaha tetap perlu ruang promosi demi roda ekonomi kota yang jalan.
Namun, Budiono menegaskan perlunya mengkaji ulang penempatan reklame. Fokusnya bukan melarang, melainkan mengarahkan agar tidak merusak estetika kota. Di sinilah penataan menjadi kunci, bukan sekadar ada atau tiada.
Menurutnya, solusi yang lebih modern adalah peralihan ke videotron. Media ini dinilai lebih enak dipandang mata dan mendukung wajah kota yang rapi. Estetika naik, ekonomi tetap bergerak, nah itu sudah poin pentingnya Cess!
Mengapa videotron dinilai solusi, tapi masih terkendala?
Budiono mendukung migrasi baliho ke videotron karena tampilannya lebih modern dan estetik. Selain itu, potensi PAD tetap terjaga tanpa mengorbankan visual kota.
Sayangnya, upaya ini sering terbentur urusan perizinan. Pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung untuk videotron permanen dan besar harus melalui pemerintah pusat. Proses ini dinilai mempersulit dan berisiko menurunkan minat investasi.
“Jadi pusat juga jangan terlalu mempersulit daerah dalam orang berusaha,” tegas Budiono. Ia kerap menerima aduan pengusaha yang kesulitan mengurus PBG. Dampaknya, minat usaha turun dan pemasukan PAD ikut tergerus, pahamlah ikam di sini Cess.
Bagaimana soal ukuran baliho dan kaitannya dengan estetika kota?
Presiden juga menyinggung ukuran baliho yang dinilai terlalu besar. Menurut Budiono, ukuran reklame harus menyesuaikan kondisi lokasi pemasangan. Di ruang terbuka, ukuran 5 x 10 meter masih masuk akal.
Sebaliknya, jika ruang terbuka dipasangi reklame kecil 2 x 3 meter, justru kurang efektif. Ukuran ini juga berkaitan langsung dengan perhitungan pajak daerah yang menjadi bagian PAD.
Intinya, pengaturan ukuran bukan perkara hitam putih. “Menurut saya tidak masalah. Tinggal sesuai arahan presiden mengatur estetikanya,” pungkas Budiono. Penataan tepat, ekonomi jalan, kota tetap elok dipandang Cess!
Insight: Penertiban baliho di Balikpapan bukan soal membatasi promosi, melainkan menata ruang kota agar lebih nyaman. Arahan presiden dan respons DPRD menunjukkan keseimbangan antara estetika, investasi, dan PAD. Dengan penempatan tepat dan opsi videotron yang modern, kota bisa tetap hidup secara ekonomi tanpa mengorbankan keindahan. Pendekatan ini relevan bagi warga dan pelaku usaha yang ingin Balikpapan terus tertata dan ramah aktivitas.
Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham arah kebijakan kota dan manfaatnya bagi semua!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'
FAQ
1. Apa tujuan utama penertiban baliho di Balikpapan?
Untuk menjaga keindahan dan kebersihan kota sesuai arahan Presiden Prabowo.
2. Mengapa videotron dianggap lebih baik dibanding baliho konvensional?
Karena tampilannya lebih modern, estetik, dan tetap mendukung PAD.
3. Apa kendala utama peralihan ke videotron?
Proses perizinan PBG di tingkat pusat yang dinilai mempersulit pengusaha.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.