Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Religi Iptek

PASI Balikpapan dan KONI Kaltim Soroti Potensi Atlet Muda di Runstoppable 2026 Jadi Panggung Lahirnya Pelari Muda Balikpapan

Arya Kusuma • Minggu, 25 Januari 2026 | 20:53 WIB

Lintasan Runstoppable di Grand City Balikpapan dipenuhi pelari dari berbagai usia penuh semangat.
Lintasan Runstoppable di Grand City Balikpapan dipenuhi pelari dari berbagai usia penuh semangat.

Ikhtisar: Apresiasi PASI dan KONI Kaltim menegaskan event Runstoppable jadi ruang lahirnya bibit atlet lari muda Balikpapan yang potensial.

Balikpapan TV - Hai Cess! Event lari garapan Kaltim Post kembali mencuri perhatian. BSI Kaltim Post Hebat Runstoppable 2026 yang digelar di Grand City Balikpapan, Minggu (25/1), mendapat respons positif dari banyak pihak. Mulai dari PASI Balikpapan hingga Ketua KONI Kaltim, semua sepakat satu hal: ajang ini lebih dari sekadar fun run.

Bukan cuma soal ribuan peserta yang meramaikan lintasan, tapi juga soal potensi besar yang muncul di tengah euforia. Dari anak-anak hingga remaja, lintasan lari berubah jadi ruang pembibitan atlet. Penasaran kenapa event ini dinilai penting dan punya dampak panjang? Baca terus sampai akhir Cess!

Mengapa PASI Balikpapan menaruh harapan besar pada Runstoppable?

Event Runstoppable yang rutin digelar sejak 2023 dinilai PASI Balikpapan sebagai langkah nyata pembinaan atletik. Pelatih Kepala PASI Balikpapan, Ali Samatea, menegaskan ajang ini memberi ruang penting bagi regenerasi atlet lokal. Kehadiran pelari muda dalam jumlah signifikan menjadi sinyal positif bagi masa depan atletik kota ini.

Menurut Ali, dukungan PASI bukan tanpa alasan. Event ini konsisten digelar dan terus berkembang. Itu artinya ada kesinambungan, bukan sekadar euforia sesaat. Dari sudut pandang pembinaan, konsistensi adalah kunci untuk melihat perkembangan atlet dari waktu ke waktu, pahamlah ikam.

Ali juga menyebut, ajang ini memudahkan pengurus PASI memantau langsung potensi atlet baru. Banyak pelari anak-anak yang tampil berani dan kompetitif. Nah’ itu sudah, dari sini proses pembinaan bisa dimulai lebih terarah jika wadah seperti ini terus dijaga keberlanjutannya.

Ribuan pelari memadati lintasan fun run 5K dan 10K di Grand City Balikpapan, Minggu (25 Januari 2026).
Ribuan pelari memadati lintasan fun run 5K dan 10K di Grand City Balikpapan, Minggu (25 Januari 2026).

Apa catatan penting PASI untuk pengembangan ke depan?

Di balik apresiasi, PASI Balikpapan juga memberi catatan konstruktif. Ali Samatea menilai, ke depan kategori lomba perlu diperjelas. Pemisahan antara pelari pemula dan senior menjadi penting agar potensi atlet muda tidak tenggelam di tengah dominasi pelari berpengalaman.

“Juga kalau dicampur begini kan untuk prestasi itu akan hilang. Karena menonjol yang senior-senior itu, jadi yang remaja, junior itu hilang. Harapannya ke depan, bisa lebih baik lagi , itu saja,” ujar Ali apa adanya.

Catatan ini dinilai relevan untuk pembinaan jangka panjang. Dengan kategori yang lebih spesifik, PASI bisa lebih mudah mengidentifikasi atlet yang layak dibina lebih lanjut. Dari situ, jalur prestasi bisa disusun lebih rapi, bukan sekadar ramai di hari lomba.

Apa yang membuat Ketua KONI Kaltim terpana di lintasan?

Ketua KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras, hadir langsung di venue dan mengaku terkesan sejak awal. Antusiasme lebih dari 2.000 peserta sudah cukup membuat lintasan terasa hidup. Namun, ada satu momen yang benar-benar mencuri perhatiannya.

Dalam kacamata olahraga prestasi, Rusdi melihat data sebagai pembanding. Untuk kategori putri 5.000 meter, pelari amatir cepat biasanya finis di kisaran 20–25 menit. Rata-rata pelari umum bahkan berada di 30–40 menit. Namun, di lintasan Runstoppable, muncul catatan waktu yang bikin melongo.

“Tetapi di lintasan ini, kita menyaksikan sesuatu yang luar biasa. Seorang peserta usia remaja atas nama Fecilia Ester Abigail berhasil menyentuh garis finis dengan catatan waktu fantastis 23 menit,” katanya.

Bagaimana Runstoppable dibaca sebagai sinyal prestasi Kaltim?

Bagi Rusdi, catatan waktu tersebut adalah alarm positif. Meski belum menyentuh kategori elite dunia, performa itu di usia remaja dianggap “berbahaya” dalam arti positif. Artinya, ada potensi besar yang menunggu untuk dipoles lebih dalam.

“Bagi saya sebagai ketua KONI Kaltim, angka ini adalah sinyal kuat bahwa bibit unggul atlet lari jarak jauh Kaltim ada di sekitar kita, menunggu untuk dipoles lebih dalam,” tambahnya.

Ia menilai, kehadiran pimpinan Kaltim Post dan jajaran BSI menunjukkan komitmen nyata membangun budaya sehat sekaligus prestasi. Event ini menjadi panggung konkret, bukan slogan. Dari sini, KONI mulai melihat peta kekuatan menuju PON XXII/2028 Nusa Tenggara, ya’kalo, pahamlah ikam.

Kolaborasi Kaltim Post , Pemerintah dan BSI dalam event olahraga kota.
Kolaborasi Kaltim Post , Pemerintah dan BSI dalam event olahraga kota.

Insight: Runstoppable membuktikan bahwa event olahraga berbasis komunitas bisa berdampak luas. Bukan hanya menyehatkan, tapi juga membuka mata banyak pihak soal potensi atlet muda. Dengan konsistensi, evaluasi kategori, dan sinergi lintas sektor, Balikpapan dan Kaltim punya peluang besar melahirkan pelari jarak jauh berprestasi nasional.

Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham pentingnya ruang tumbuh atlet lokal Cess!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'

FAQ
Apa itu BSI Kaltim Post Hebat Runstoppable?
Event lari rutin garapan Kaltim Post yang menjadi wadah fun run sekaligus pembibitan atlet.

Mengapa event ini diapresiasi PASI Balikpapan?
Karena dinilai konsisten dan efektif memunculkan bibit pelari lokal, khususnya usia muda.

Apa harapan KONI Kaltim dari Runstoppable?
Menjadi langkah awal pemetaan atlet menuju prestasi nasional, termasuk PON 2028.

DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

Koneksi Informasi Terkini
Koneksi Informasi Terkini

Editor : Arya Kusuma
#PASI Balikpapan #kaltim post #Runstoppable 2026 #Grand City Balikpapan #KONI kaltim