Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Religi Iptek

Waduk Manggar Balikpapan Dapat Apresiasi, Wisata Wanatirta Jadi Favorit Pengunjung

Rizkiyan Akbar • Senin, 5 Januari 2026 | 13:57 WIB

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Balikpapan TV - Hai Cess! Geliat wisata berbasis masyarakat di kawasan Waduk Manggar Kilometer 14–15 Balikpapan kian terasa. Kreativitas warga yang mengelola potensi alam setempat mendapat apresiasi langsung dari Ketua Badan Promosi Pariwisata Kota Balikpapan, Joko Purwanto. Menurutnya, inisiatif lokal ini menjadi kunci pertumbuhan pariwisata sekaligus penggerak ekonomi warga.

Cerita Waduk Manggar bukan sekadar soal tempat liburan. Ada semangat gotong royong, ide-ide segar, dan mimpi menjadikan wisata lokal sebagai tuan rumah di daerah sendiri. Nah, supaya ikam makin paham kenapa kawasan ini disebut punya masa depan cerah, simak terus sampai habis, Cess!

Baca Juga: Parkir Liar di Balikpapan Bakal Disikat Habis di 2026, Denda Rp500 Ribu dan Kendaraan Langsung Diderek

Kenapa wisata Waduk Manggar dinilai strategis untuk Balikpapan?

Wisata di Waduk Manggar dinilai strategis karena tumbuh dari ide masyarakat sendiri. Joko Purwanto menegaskan pariwisata yang kuat tidak selalu lahir dari proyek besar, melainkan dari kreativitas warga yang mampu menciptakan pengalaman berbeda bagi wisatawan. Inisiatif di Kilometer 14–15 menjadi contoh nyata bagaimana ide lokal bisa berkembang secara alami.

Kehadiran berbagai spot wisata baru di kawasan ini juga memperkaya pilihan destinasi. Satu tempat dengan banyak pengalaman, tanpa harus saling menyaingi. Wisatawan bisa datang dan menemukan suasana berbeda di tiap titik, nah’ itu sudah, konsep wisata yang relevan hari ini.

“Pariwisata lahir dari kreativitas, dari bagaimana masyarakat menciptakan destinasi dengan ciri khasnya sendiri. Apa yang tumbuh di kawasan Kilometer 14–15 ini jelas memberi kontribusi besar bagi pengembangan pariwisata Balikpapan dan layak mendapat apresiasi,” ujar Joko.

Apa peran masyarakat dalam tumbuhnya destinasi Waduk Manggar?

Peran masyarakat menjadi fondasi utama berkembangnya wisata Waduk Manggar. Salah satu contoh nyata adalah Wisata Wanatirta di Kilometer 14 RT 025 Kelurahan Karangjoang. Destinasi ini tumbuh secara swadaya selama tiga tahun sebelum akhirnya resmi dikukuhkan melalui pembentukan Kelompok Sadar Wisata atau Pokdarwis.

Hardy Wirawan, pengelola Wisata Wanatirta, menceritakan perjalanan panjang tersebut. Bermula dari gotong royong warga, lahan biasa perlahan berubah menjadi tempat rekreasi keluarga.

“Wisata Wanatirta sudah berjalan sekitar tiga tahun. Alhamdulillah, perkembangannya terus bertahap dan menunjukkan arah yang positif,” ujarnya.

Pengukuhan Pokdarwis menjadi tonggak penting. Tata kelola dan profesionalisme mulai diperkuat agar wisatawan yang datang ke kawasan Waduk Manggar merasa nyaman. Dari sini terlihat, wisata bukan dibangun sendiri-sendiri, tapi oleh kekawalan warga yang satu visi.

Daya tarik apa yang ditawarkan Wisata Wanatirta?

Wanatirta menawarkan paket wisata alam yang lengkap. Pengunjung bisa menikmati gazebo asri, pendopo besar untuk kegiatan bersama, hingga area camping yang menghadap langsung ke hamparan air Waduk Manggar. Suasananya tenang, cocok untuk wisata keluarga maupun rehat singkat dari hiruk pikuk kota.

Bagi pemburu konten visual, terdapat spot ikonik seperti Jembatan Cinta dan Jembatan Rindu. Kedua titik ini dikenal sebagai lokasi favorit menikmati panorama matahari terbenam. Pantulan cahaya senja di permukaan waduk jadi daya tarik tersendiri, pahamlah ikam.

Tak hanya itu, pengelola juga menyediakan kapal wisata yang membawa pengunjung menyusuri perairan selama sekitar 15 menit. Sensasi ini memberi sudut pandang berbeda terhadap keindahan alam Karangjoang, tanpa mengubah karakter alaminya.

Ke mana arah pengembangan wisata Waduk Manggar ke depan?

Pengembangan wisata Waduk Manggar tetap diarahkan secara hati-hati. Pengelola Wanatirta menyiapkan rencana penambahan wahana canoe serta gagasan menghadirkan pasar terapung. Namun semua dirancang dengan memperhatikan aturan lingkungan, mengingat waduk ini merupakan sumber air penting bagi kota.

“Kami ingin menambah wahana, namun tentu harus melalui perizinan terlebih dahulu. Kami tidak ingin melanggar aturan, apalagi ini berkaitan langsung dengan sumber air,” jelas Hardy. Ia juga menyambut baik gagasan pasar terapung agar destinasi memiliki ciri khas.

Sejalan dengan itu, Joko Purwanto menekankan pentingnya sinergi antardestinasi. Jangan membuat konsep yang sama. Setiap tempat harus saling menunjang. Dengan kehadiran IKN, pasar wisata dinilai sudah ada di depan mata, tinggal kesiapan masyarakat mengelolanya.

Ikhtisar

Wisata berbasis masyarakat di Waduk Manggar Kilometer 14–15 Balikpapan menunjukkan potensi besar sebagai penggerak ekonomi lokal. Apresiasi datang dari Joko Purwanto yang menilai kreativitas warga sebagai kunci utama pariwisata. Wisata Wanatirta menjadi contoh nyata gotong royong, dengan panorama alam, spot ikonik, dan rencana pengembangan berkelanjutan menghadapi peluang pasar wisata ke depan.

Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam dan kekawalan ikam supaya makin banyak yang paham potensi wisata Waduk Manggar, Cess!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'

 

FAQ

1. Apa yang membuat wisata Waduk Manggar berbeda?

Wisata ini tumbuh dari kreativitas masyarakat dan mengedepankan pengalaman alam yang beragam.

2. Apa itu Wisata Wanatirta di Kilometer 14?

Wanatirta adalah destinasi wisata alam yang dikelola swadaya warga dan kini resmi memiliki Pokdarwis.

3. Mengapa konsep pasar terapung dianggap potensial?

Karena belum ada pasar terapung ikonik di Kalimantan Timur dan minat wisatawan cukup tinggi.

DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

Pengunjung menikmati suasana wisata Wanatirta di Waduk Manggar, Balikpapan.
Pengunjung menikmati suasana wisata Wanatirta di Waduk Manggar, Balikpapan.

Editor : Arya Kusuma
#waduk manggar #balikpapan #pasar terapung #Wisata Wanatirta #wisata