Balikpapan TV - Hai Cess! Suasana haru bercampur meriah terasa kuat di Terminal Keberangkatan Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, Rabu malam (31 Desember 2025). Di momen pergantian tahun, PT Angkasa Pura Indonesia menghadirkan kejutan spesial bagi penumpang terakhir yang terbang di penghujung 2025.
Bukan sekadar pelepasan penerbangan biasa, momen ini jadi simbol rasa terima kasih bandara kepada para pengguna jasa. Mulai dari doa bersama, suguhan budaya, sampai sambutan hangat langsung di depan pintu pesawat. Penasaran detailnya seperti apa? Ikuti terus ceritanya sampai tuntas Cess!
Baca Juga: Kebakaran Kembali Menghantam Rumah di Balikpapan, Korban Alami Luka Bakar
Apa yang membuat suasana malam tahun baru di Bandara SAMS Sepinggan terasa berbeda?
Malam pergantian tahun di Bandara SAMS Sepinggan tidak hanya diisi hiruk-pikuk penumpang. Kegiatan diawali dengan suasana khidmat lewat doa bersama untuk warga Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Kalimantan Selatan yang tengah menghadapi masa sulit pascabencana. Momen ini memberi ruang refleksi sebelum memasuki tahun baru.
Setelah doa, suasana berubah lebih hangat. Penumpang di ruang tunggu Gate 6 mulai merasakan nuansa berbeda dari biasanya. Ada sentuhan empati dan kebersamaan yang terasa nyata di antara petugas bandara dan penumpang, pahamlah ikam.
Perpaduan rasa haru dan kebahagiaan ini menjadi pembuka yang kuat sebelum kejutan utama diberikan kepada penumpang penerbangan terakhir tahun 2025.
Bagaimana momen pelepasan penumpang Citilink QG 425 berlangsung?
Kemeriahan mulai terasa saat maskapai Citilink dengan nomor penerbangan QG 425 rute Balikpapan–Jakarta bersiap lepas landas pukul 20.13 WITA. Di Gate 6, alunan musik dan tarian Nusantara menyambut para penumpang yang akan terbang menutup tahun.
Manajemen bandara memberikan kalungan bunga serta suvenir khas Kalimantan Timur secara simbolis. Sentuhan budaya lokal ini memberi kesan mendalam bagi penumpang yang mungkin tidak menduga akan mendapatkan pengalaman berbeda di bandara.
General Manager Bandara SAMS Sepinggan, R. Iwan Winaya Mahdar, turun langsung menyapa satu per satu penumpang di pintu pesawat. Kehadirannya menegaskan bahwa apresiasi ini datang dengan sepenuh hati, nah’ itu sudah, bukan seremoni semata.
Apa pesan manajemen Bandara SAMS Sepinggan di momen pergantian tahun?
Di tengah suasana hangat itu, R. Iwan Winaya Mahdar menyampaikan pesan yang sarat makna. Menurutnya, hitungan mundur menuju 2026 bukan hanya soal kalender yang berganti, tetapi waktu tepat untuk menyampaikan rasa terima kasih.
“Momen hitungan mundur menuju 2026 ini bukan sekadar pergantian kalender, tetapi juga menjadi momentum bagi kami untuk menyampaikan terima kasih. Kami mengapresiasi para penumpang atas kepercayaannya menjadikan Bandara SAMS Sepinggan sebagai pintu gerbang perjalanan mereka sepanjang tahun ini,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi seluruh petugas bandara yang telah bekerja menjaga kelancaran operasional sepanjang 2025. Kepercayaan masyarakat disebut sebagai bahan bakar utama untuk terus berbenah.
Bagaimana kesan penumpang menerima kejutan akhir tahun dari bandara?
Kejutan tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi penumpang. Agus, salah satu penumpang tujuan Jakarta, mengaku tidak menyangka akan mendapat sambutan hangat seperti itu di bandara.
“Saya benar-benar tidak menyangka. Ini pertama kalinya saya merasakan apresiasi yang begitu personal dari pihak bandara. Souvenir khas Kalimantannya sangat berkesan dan menjadi penutup tahun yang luar biasa bagi saya,” ungkapnya.
Hal serupa dirasakan Danisa. Ia menyebut keramahan petugas dan kejutan suvenir sebagai kado terindah di penghujung tahun. Pengalaman sederhana, namun membekas dan mempererat kedekatan antara bandara dan pengguna jasa.
Beberapa nilai yang terasa dari momen ini
1. Pelayanan hangat mampu menciptakan pengalaman berkesan.
2. Budaya lokal bisa hadir di ruang publik modern.
3. Apresiasi kecil memberi dampak emosional besar.
Ikhtisar
Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan menutup tahun 2025 dengan cara berkesan melalui doa bersama, suguhan budaya, dan apresiasi langsung kepada penumpang terakhir Citilink QG 425 rute Balikpapan–Jakarta. Pemberian bunga dan suvenir khas Kalimantan menjadi simbol terima kasih atas kepercayaan masyarakat. Momen ini menegaskan komitmen Angkasa Pura Indonesia untuk terus meningkatkan pelayanan sepenuh hati di tahun 2026.
Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam dan kekawalan ikam supaya cerita hangat dari bandara ini bisa dirasakan lebih luas, pahamlah ikam.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, "Bukan Sekadar Info Biasa!"
FAQ
1. Kapan kegiatan apresiasi penumpang terakhir ini berlangsung?
Kegiatan berlangsung pada Rabu malam 31 Desember 2025 menjelang pergantian tahun.
2. Maskapai apa yang menjadi penerbangan terakhir tahun 2025?
Maskapai Citilink dengan nomor penerbangan QG 425 rute Balikpapan–Jakarta.
3. Apa bentuk apresiasi yang diberikan bandara kepada penumpang?
Penumpang menerima bunga, suvenir khas Kalimantan, serta sambutan budaya Nusantara.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.