Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Pencurian Toko Buah dan Ikan di Balikpapan Terbongkar, Polisi Ungkap Modus Unik Pelaku

Rizkiyan Akbar • Kamis, 25 Desember 2025 | 07:55 WIB

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Balikpapan TV - Hai Cess! Pagi yang biasanya tenang di sejumlah sudut Kota Balikpapan ternyata sempat terusik oleh ulah pencurian beruntun. Dari etalase toko buah sampai lapak ikan yang masih sepi, barang dagangan raib satu per satu. Seorang pria berinisial R (33) akhirnya diamankan jajaran Polsek Balikpapan Utara. Kapolsek Balikpapan Utara AKP Agus Fitriadi menyebut, pelaku terlibat aksi pencurian di tiga lokasi berbeda, Cess.

Terus simak sampai habis, karena cerita ini bukan sekadar soal pencurian biasa. Ada pola, ada waktu, dan ada cara yang bikin banyak bubuhan angkat alis. Nah, ikam pasti pahamlah kenapa kasus ini jadi perhatian.

Baca Juga: Hutan 30 Hektar di Balikpapan Nyaris Berubah Jadi Perkebunan Sawit Ilegal, Begini Ceritanya!

Bagaimana awal terbongkarnya pencurian di toko buah dan ikan ini?

Kasus ini mencuat setelah sejumlah pedagang melapor kehilangan barang dagangan mereka. Sasarannya cukup spesifik, toko buah dan ikan yang menaruh dagangan di bagian depan. Menurut AKP Agus Fitriadi, R diduga menjalankan aksinya di tiga titik. Kawasan Gunung Guntur, Balikpapan Tengah, lalu Jalan Soekarno-Hatta Kilometer 5 dan Kilometer 9 di Balikpapan Utara. Polanya konsisten, pagi hari saat aktivitas belum ramai.

Waktu kejadian juga tercatat jelas. Aksi pertama terjadi pada 4 Desember 2025, disusul 14 Desember 2025, lalu 15 Desember 2025. Rentang waktunya berbeda, tetapi jamnya hampir sama, sekitar pukul 06.00 hingga 07.00 Wita. Saat itu, sebagian toko belum beroperasi penuh. Kondisi sepi inilah yang dimanfaatkan pelaku.

Rekaman kamera pengawas menjadi kunci. Aksi R terekam CCTV dan videonya beredar luas di media sosial. Dari situ, polisi mulai mengumpulkan petunjuk. Penyelidikan berjalan hingga akhirnya pelaku berhasil diamankan. Proses ini menunjukkan bagaimana teknologi sederhana bisa membantu pengungkapan kasus di lapangan, pahamlah ikam.

Modus apa yang digunakan pelaku saat beraksi di beberapa lokasi?

Modusnya terbilang unik, tetapi sederhana. R menyewa angkutan kota, angkot, dengan alasan keperluan pribadi. Kendaraan itu lalu dipakai berkeliling mencari sasaran. Dari luar, tidak ada yang mencurigakan. Angkot melaju seperti biasa, berhenti sebentar, lalu jalan lagi. Nah, itu sudah, terlihat normal di mata orang sekitar.

Namun di balik itu, angkot menjadi alat angkut barang hasil curian. Barang dagangan yang diletakkan di depan toko langsung dipindahkan. Menurut Kapolsek, pelaku menyasar barang yang mudah diambil tanpa harus masuk ke dalam toko. Cara ini meminimalkan risiko ketahuan pemilik.

Strategi ini dilakukan berulang di lokasi berbeda. Dengan berpindah-pindah tempat, pelaku berharap aksinya tidak terdeteksi. Fakta bahwa aksi dilakukan di pagi hari memperkuat dugaan perencanaan matang. Meski begitu, rekaman CCTV akhirnya membongkar semuanya.

Barang apa saja yang dicuri dan bagaimana pelaku menjualnya kembali?

Barang yang diambil cukup beragam. Mulai dari buah alpukat, ubi sebanyak enam karung, hingga ikan nila sekitar 66 kilogram atau enam kantong. Jumlahnya tidak sedikit, apalagi bagi pedagang kecil yang mengandalkan dagangan harian untuk kebutuhan hidup.

Setelah berhasil mengumpulkan barang curian, R menjualnya kembali. Lokasinya di kawasan Pasar Manggar. Harga yang dipatok jauh di bawah pasaran. Salah satu contoh yang disampaikan AKP Agus Fitriadi adalah ikan nila. Jika harga normalnya sekitar Rp40 ribu per kilogram, pelaku menjualnya hanya Rp20 ribu per kilogram.

Tujuannya jelas, agar cepat laku. Harga murah membuat pembeli tergiur tanpa banyak bertanya. Dari sisi pelaku, perputaran barang jadi lebih cepat. Dari sisi pedagang asli, kerugiannya terasa berlipat. Nah, ikam pasti pahamlah dampaknya bagi usaha kecil.

Apa penjelasan polisi terkait penanganan kasus ini?

Kapolsek Balikpapan Utara AKP Agus Fitriadi menegaskan bahwa pelaku terlibat di tiga lokasi berbeda. “Terlibat di tiga lokasi berbeda,” ungkapnya. Pernyataan ini memperjelas bahwa kasus tersebut bukan kejadian tunggal, melainkan rangkaian aksi pencurian.

Polisi bergerak berdasarkan bukti rekaman CCTV yang beredar di media sosial. Dari sana, penyelidikan dilakukan hingga pelaku berhasil diamankan. Proses ini menunjukkan pentingnya dokumentasi visual dalam membantu aparat bekerja. Masyarakat yang waspada dan melapor juga menjadi bagian penting.

Kasus ini menjadi pengingat bagi pedagang untuk lebih berhati-hati, terutama saat pagi hari. Menata ulang penempatan barang dagangan dan memastikan area terpantau kamera bisa menjadi langkah pencegahan.

Yuk, bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya banyak yang semakin paham dan waspada, Cess!

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'

 

FAQ

1. Di mana saja lokasi pencurian yang dilakukan pelaku?

Pencurian terjadi di kawasan Gunung Guntur Balikpapan Tengah serta Jalan Soekarno-Hatta Kilometer 5 dan Kilometer 9 Balikpapan Utara.

2. Kapan waktu pelaku beraksi?

Aksi dilakukan pada 4, 14, dan 15 Desember 2025 sekitar pukul 06.00 hingga 07.00 Wita.

3. Apa modus utama yang digunakan pelaku?

Pelaku menyewa angkot dan menggunakannya untuk mengangkut barang hasil curian dari beberapa lokasi.

 

DISCLAIMER

Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

 

Ilustrasi pencurian.
Ilustrasi pencurian.

Editor : Arya Kusuma
#balikpapan #toko buah #modus #pencurian #polsek balikpapan utara