Balikpapan TV - Hai Cess! Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) tinggal hitungan hari, tapi ritme pelayanan kesehatan di Balikpapan justru makin padat. Di balik suasana kota yang ramai oleh aktivitas liburan, ada tenaga kesehatan yang tetap siaga di puskesmas dan rumah sakit. Ruangan yang terang, peralatan yang siap, sampai meja administrasi yang rapi—semua itu jadi bagian dari kesiapan mereka melayani warga dalam kondisi darurat. Sosok-sosok tenaga kesehatan ini hadir dengan seragam bersih, wajah fokus, dan peralatan medis yang lengkap. Situasi ini makin terasa hidup menjelang masa libur panjang.
Kalau ikam penasaran bagaimana Balikpapan memastikan layanan darurat tetap aman selama Nataru, baca terus sampai habis Cess! Ada info penting soal kesiapsiagaan, layanan 24 jam, sampai imbauan kesehatan dari Dinkes yang perlu ikam pahami biar tetap fit menikmati pergantian tahun.
Baca Juga: Bandara Sepinggan Belum Optimal, Ada Apa dengan Penerbangan Nataru di Balikpapan?
Apa Saja Layanan Kesehatan yang Tetap Beroperasi Selama Libur Nataru?
Layanan kesehatan utama tetap berjalan normal selama masa libur Nataru, termasuk puskesmas 24 jam dan pelayanan rumah sakit. Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Alwiati, menegaskan bahwa mereka mengerahkan tenaga kesehatan untuk tetap standby. Ini bukan sekadar rutinitas, tapi bentuk kesiap-siagaan menghadapi potensi gawat darurat. “Kami mengingatkan, kalau muncul kasus yang membutuhkan penanganan darurat, tetap harus ada petugas yang siap siaga,” ujarnya.
Saat ini, layanan puskesmas 24 jam sudah tersebar di seluruh kecamatan di Balikpapan, sehingga akses masyarakat dinilai cukup merata. Beberapa di antaranya: Puskesmas Karang Joang, Puskesmas Kariangau, Puskesmas Manggar Baru, Puskesmas Baru Ulu, Puskesmas Mekarsari, Puskesmas Sepinggan, Puskesmas Klandasan Ilir.
Semua lokasi itu jadi garda depan penanganan pertama ketika warga memerlukan bantuan cepat. Dengan sebaran yang cukup luas, masyarakat dari berbagai kecamatan tidak perlu khawatir kesulitan mencari fasilitas medis selama libur.
Kesiapan ini jadi bagian penting dari upaya menjaga keamanan kesehatan publik. Tim medis yang bertugas mengatur shift supaya layanan tidak terputus. Sistem ini sudah berjalan setiap tahun, tapi momen Nataru 2025 tentu punya tantangan berbeda. Nah’ itu sudah, namanya juga akhir tahun, mobilitas naik, risiko juga ikut meningkat Cess.
Apa Pesan Dinkes untuk Warga Balikpapan Jelang Nataru?
Menjelang pergantian tahun, Alwiati mengingatkan warga agar tetap menjaga kesehatan. Ia menyebut kondisi tubuh yang fit akan membuat momen liburan lebih aman dan nyaman. Salah satu yang perlu diwaspadai adalah penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
“ISPA masih menjadi penyakit dengan angka kasus tertinggi saat musim hujan seperti sekarang,” jelasnya. Meski begitu, ia mencatat kasus ISPA pada Desember 2025 mengalami penurunan jika dibandingkan bulan sebelumnya.
“Mungkin masyarakat kini sudah lebih waspada dan mulai melakukan langkah antisipasi,” tambahnya.
Liburan sering membuat pola makan, istirahat, dan aktivitas berubah. Itu sebabnya imbauan menjaga stamina harus benar-benar diperhatikan. Kalau mau menikmati suasana pergantian tahun tanpa drama kesehatan, ya biasakan jaga kondisi. Simpel sebenarnya: cukup istirahat, makan teratur, dan jangan terlalu memaksa tubuh. Nah, ikam pasti pahamlah.
Selain ISPA, Alwiati mengingatkan satu penyakit lain yang harus diwaspadai ketika musim hujan dan potensi banjir datang: Leptospirosis. Penyakit ini biasanya muncul dari bakteri yang dibawa kotoran tikus, lalu ikut terbawa oleh genangan air. Ini bukan hal baru, tapi masyarakat memang perlu selalu diingatkan agar tetap menjaga kebersihan lingkungan.
Kalau banjir terjadi, genangan air di permukiman bisa menjadi media penularan. Itulah sebabnya perilaku hidup bersih dan sehat sangat ditekankan. “Tetap jaga perilaku hidup bersih dan sehat agar kita terhindar dari berbagai penyakit menular,” imbau Alwiati. Kalimat itu jelas, lugas, dan jadi alarm awal bagi warga.
Tipsnya begini Cess: hindari kontak langsung dengan genangan air, selalu cuci tangan setelah aktivitas, dan kalau ada luka di kulit, tutup rapat sebelum ke luar rumah. Sederhana tapi penting, nah’ itu sudah.
Baca Juga: Taman Bekapai Resmi Jadi Zona Khas Kuliner di Balikpapan, UMKM dan Warga Siap Untung!
Bagaimana Pola Pengamanan Kesehatan di Posko Nataru Balikpapan?
Selain mengandalkan fasilitas kesehatan yang sudah beroperasi, Dinas Kesehatan Balikpapan juga akan bergabung dengan Polresta Balikpapan di posko Nataru. Pengamanan terpadu ini melibatkan tenaga kesehatan dari puskesmas hingga Public Safety Center (PSC) 119. Mereka akan bersiaga di titik-titik posko yang ditentukan pihak kepolisian.
“Kami masih menunggu arahan dari Polres mengenai titik-titik posko yang akan dibuka. Setelah itu, kami akan bergabung di lokasi yang ditentukan,” pungkas Alwiati. Setelah itu barulah Dinkes mengatur penempatan dan jadwal petugas. Ini memastikan semua posko memiliki tenaga medis yang siap membantu keadaan darurat.
Kehadiran PSC 119 membuat layanan ambulans dan respon cepat tetap berjalan. Bagi warga, keberadaan posko memberikan rasa aman saat bepergian. Apalagi momen liburan sering membuat lalu lintas lebih padat. Dengan pola pengamanan ini, masyarakat punya ruang lebih aman bergerak bersama bubuhan ikam. Yuk, bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya mereka juga makin paham dan waspada, Cess!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'
FAQ
1. Apakah puskesmas 24 jam tetap buka selama libur Nataru?
Ya, layanan puskesmas 24 jam tetap beroperasi dan menyiapkan petugas yang standby.
2. Mengapa ISPA meningkat saat musim hujan?
Karena kondisi udara dan kelembapan mempercepat penularan penyakit pernapasan.
3. Apa itu Leptospirosis dan bagaimana cara mencegahnya?
Leptospirosis adalah penyakit akibat bakteri dari kotoran tikus yang terbawa air banjir. Pencegahannya dengan menjaga kebersihan dan menghindari kontak dengan genangan air.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.
Editor : Arya Kusuma