Balikpapan TV - Hai Cess! Di sebuah gedung legendaris Ex Bioskop Banua Patra, Balikpapan, suasana terasa berbeda. Bukan soal lampu sorot atau layar besar, tapi tentang energi bersih yang sedang naik kelas. PT Kilang Pertamina Internasional Unit Balikpapan resmi memperkenalkan UltraDex, produk Ultra Low Sulfur Diesel berstandar Euro V.
Peluncuran ini bukan sekadar seremoni. Ada pesan serius di baliknya. Dari kilang berkapasitas 360 ribu barel per hari, UltraDex diproduksi hingga 265 ribu barel per bulan. Lifting perdana dijadwalkan 19 Desember 2025 dengan volume 53.500 barel. Nah, jangan ke mana-mana. Cerita UltraDex ini makin dalam dan menarik kalau diikuti sampai akhir, pahamlah ikam Cess!
Apa itu UltraDex dan kenapa diluncurkan di Balikpapan?
UltraDex adalah produk Ultra Low Sulfur Diesel dengan kandungan sulfur maksimal 10 ppm dan cetane index di atas 55. Artinya, bahan bakar ini dirancang untuk pembakaran yang lebih efisien dan emisi gas buang yang lebih rendah. Balikpapan dipilih bukan tanpa alasan. Kilang Balikpapan menjadi jantung produksi dengan kapasitas besar dan peran strategis dalam suplai energi nasional.
Peluncuran di Gedung Ex Bioskop Banua Patra memberi nuansa lokal yang kuat. Tempatnya ikonik, orang-orangnya berpengalaman, dan momentumnya pas. General Manager PT KPI Unit Balikpapan, Novie Handoyo Anto, menegaskan UltraDex hadir menjawab kebutuhan BBM berkualitas tinggi, terutama untuk sektor transportasi dan industri yang menuntut performa mesin stabil.
Secara teknis, UltraDex memenuhi standar Euro V. Selain sulfur rendah, produk ini punya tingkat keasaman rendah dan pour point di bawah minus 3 derajat Celsius. Kombinasi ini membuat UltraDex lebih bersih saat terbakar dan lebih aman bagi komponen mesin. Jadi, bukan cuma soal bahan bakar, tapi soal ketahanan dan efisiensi jangka panjang.
Bagaimana proses produksi UltraDex di Kilang Balikpapan?
Kilang Balikpapan menjadi dapur utama UltraDex. Dengan kapasitas pengolahan 360 ribu barel per hari, kilang ini sanggup memproduksi hingga 265 ribu barel UltraDex setiap bulan. Angka ini bukan kecil, dan menunjukkan kesiapan infrastruktur yang matang. Produksi dilakukan dengan standar ketat agar kualitas tetap konsisten.
Lifting perdana UltraDex dijadwalkan pada 19 Desember 2025 dengan volume 53.500 barel. Tahapan ini penting karena menjadi penanda masuknya UltraDex ke rantai distribusi energi nasional. Dari kilang, produk ini siap mendukung kebutuhan sektor yang memerlukan diesel berkualitas tinggi.
Proses produksi yang stabil juga berdampak pada keandalan bahan bakar. Stabilitas tinggi membantu mencegah pembentukan gum dan varnish yang bisa menyumbat filter mesin. Nah, itu sudah, mesin lebih awet, operasional lebih tenang, dan efisiensi tetap terjaga.
Baca Juga: Rumah Minimalis Satu Lantai untuk Lansia! Konsep Rumah Minimalis Untuk Lansia Masa Kini Tahun 2026
Keunggulan teknis UltraDex, apa dampaknya ke mesin dan emisi?
Keunggulan utama UltraDex terletak pada high cetane index. Nilai ini membantu menekan knocking pada mesin diesel, sehingga pembakaran berlangsung lebih halus. Dampaknya langsung terasa pada performa mesin yang lebih stabil dan responsif.
UltraDex juga memiliki low acidity. Sifat ini memberikan perlindungan ekstra pada komponen mesin dari potensi korosi. Pembakaran yang lebih bersih menghasilkan emisi gas buang lebih rendah, sejalan dengan standar Euro V yang mengutamakan pengurangan polutan.
Menurut Novie Handoyo Anto, UltraDex mendukung pengurangan emisi sebagai bagian dari komitmen RU V Balikpapan terhadap transisi energi dan target Net Zero Emission 2060. Secara sederhana, mesin bekerja optimal, lingkungan lebih terjaga, dan standar kualitas nasional naik satu tingkat. Bubuhan industri dan transportasi tentu bisa merasakan manfaatnya secara langsung.
Apa harapan Pertamina terhadap UltraDex ke depan?
Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional, Taufik Aditiyawarman, menyampaikan apresiasi kepada seluruh perwira dan insan Pertamina yang terlibat. Ia menilai UltraDex sebagai hasil kerja keras, dedikasi, dan profesionalisme tim di Balikpapan.
Taufik berharap UltraDex menjadi benchmark kualitas BBM diesel di Indonesia. Produk ini diharapkan memicu lahirnya inovasi lanjutan di kilang-kilang Pertamina lainnya. Tujuannya jelas, memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong transisi energi berkelanjutan.
Peluncuran UltraDex juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat portofolio BBM nasional. Pemerintah mendorong sektor transportasi dan industri yang lebih efisien dan berwawasan lingkungan. Dari Balikpapan, langkah itu dimulai. Nah, ikam pasti pahamlah, ini bukan cerita singkat, tapi fondasi jangka panjang.
UltraDex hadir sebagai BBM diesel rendah sulfur berstandar Euro V dari Kilang Balikpapan. Dengan pembakaran lebih efisien, performa mesin stabil, dan emisi lebih rendah, produk ini memperkuat komitmen Pertamina pada transisi energi.
Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham arah energi bersih nasional Cess!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, "Bukan Sekadar Info Biasa!" Satya
FAQ
Apa itu UltraDex?
UltraDex adalah Ultra Low Sulfur Diesel berstandar Euro V dengan sulfur maksimal 10 ppm dan cetane index di atas 55.
Kapan lifting perdana UltraDex dilakukan?
Lifting perdana dijadwalkan pada 19 Desember 2025 dengan volume 53.500 barel.
Diproduksi di mana UltraDex?
UltraDex diproduksi di Kilang Pertamina Internasional Unit Balikpapan.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.