Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Langkah Tegas Pemkot Balikpapan Atasi Banjir GPA dan Daun Village

AdminBTV • Sabtu, 20 Desember 2025 | 17:38 WIB

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Balikpapan TV - Hai Cess! Hujan turun, air naik, warga resah. Gambaran itu sudah terlalu akrab bagi bubuhan di Perumahan Griya Permata Asri (GPA) dan Daun Village, Balikpapan. Kompleks hunian dengan rumah-rumah permanen, jalan lingkungan yang rapi, serta aktivitas warga yang padat ini kembali jadi sorotan setelah Pemerintah Kota Balikpapan menggelar rapat koordinasi lintas pihak di VIP Room Balai Kota, Selasa (16/12/2025). Rapat ini bukan basa-basi. Fokusnya jelas: mencari jalan keluar nyata dari banjir yang berulang.

Terus ikuti alurnya sampai akhir, karena di balik meja rapat dan pernyataan tegas itu, ada kesepakatan penting yang menyangkut rasa aman ikam di rumah sendiri, Cess!

Apa langkah tegas Pemkot Balikpapan dalam menangani banjir GPA dan Daun Village?

Pemerintah Kota Balikpapan mengambil posisi jelas: persoalan banjir harus selesai, bukan ditunda. Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo, memimpin langsung rapat koordinasi dan menyampaikan sikap tegas bahwa dampak banjir sudah terlalu jauh menyentuh kehidupan warga. Rumah bukan sekadar bangunan, tapi tempat beristirahat dan menata hidup. Ketika fungsi itu terganggu, negara wajib hadir.

Pernyataan Bagus Susetyo disampaikan lugas dan membumi. Ia menekankan bahwa warga telah mengeluarkan biaya besar untuk memiliki rumah, namun belum bisa menikmatinya dengan tenang. Kalimat itu bukan retorika kosong. Logikanya sederhana dan mudah dipahami, ya’kalo pahamlah ikam. Pemerintah melihat persoalan ini dari sudut pandang warga yang terdampak langsung.

Rapat tersebut juga menunjukkan pola kerja kolaboratif. Tidak ada saling tunjuk, tidak ada nada tinggi. Semua pihak duduk satu meja dengan tujuan yang sama: solusi konkret di lapangan. Nah’ itu sudah, pendekatannya jelas dan terukur, Cess!

Siapa saja pihak yang terlibat dan bagaimana suasana rapat berlangsung?

Rapat koordinasi ini dihadiri pimpinan Daun Village, Saleh, serta perwakilan manajemen GPA, Achmad. Kehadiran mereka menjadi kunci karena persoalan banjir tidak bisa diselesaikan satu pihak saja. Infrastruktur, lahan, dan aliran air saling terkait antarwilayah perumahan.

Suasana diskusi berlangsung kondusif. Tidak ada narasi saling menyalahkan. Fokusnya tetap pada langkah teknis dan kesepahaman bersama. Ini penting, karena konflik terbuka hanya akan memperpanjang proses. Bubuhan di lapangan butuh solusi, bukan drama administratif.

Saleh, selaku pimpinan Daun Village, menyampaikan komitmen menjalankan kesepakatan secara penuh. Ia menyebut kolam retensi dan saluran penghubung sebagai solusi jangka pendek yang diharapkan efektif mengurangi risiko genangan. Pernyataan ini disampaikan apa adanya, tanpa janji berlebihan, dan itulah yang membuatnya terasa realistis, Cess.

Baca Juga: Dari Rumah Jabatan, Hotel hingga Meja Hijau! Sidang Tipikor Samarinda Membuka Fakta Baru Dugaan Suap Izin Tambang, Dalam Kesaksian Dayang Donna

Apa solusi teknis yang disepakati untuk mengurangi genangan air?

Solusi utama yang disepakati adalah pembangunan kolam retensi dan pembukaan saluran penghubung antarperumahan. Dari pihak GPA, ada kesediaan merelokasi dua kapling rumah untuk pembangunan kolam retensi seluas sekitar 208 meter persegi. Lokasinya berada di area genangan bekas tower, titik yang selama ini menjadi masalah.

Kolam retensi ini ditargetkan rampung paling lambat akhir Desember 2025. Target waktu tersebut memberi batas yang jelas, sehingga progresnya bisa dipantau. Kolam ini diharapkan mampu menampung limpasan air sementara saat hujan deras, sebelum dialirkan lebih lanjut.

Sementara itu, Daun Village akan membuka saluran penghubung setelah proses pengerukan selesai. Saluran ini diarahkan ke sistem drainase kota. Dengan aliran yang terhubung dan tertampung dengan baik, risiko genangan dapat ditekan.

Tips singkat untuk warga: tetap jaga saluran kecil di sekitar rumah bebas sampah, karena sistem besar tetap butuh dukungan dari kebiasaan harian, pahamlah.

Bagaimana peran warga dan aparat wilayah dalam proses lanjutan?

Peran warga tidak dikesampingkan. Camat dan lurah setempat diminta melakukan pengecekan lapangan terhadap 13 bidang tanah yang dilaporkan bermasalah, baik soal drainase maupun batas wilayah. Langkah ini penting untuk memastikan data di lapangan sesuai dengan laporan warga.

Warga terdampak juga diimbau mengedepankan komunikasi dengan pihak pengembang. Selama proses penyelesaian berjalan, pendekatan dialog dinilai lebih efektif dibanding langkah hukum. Imbauan ini bukan pembatasan, melainkan upaya menjaga suasana kondusif agar solusi tidak terhambat.

Pada akhirnya, semua pihak sepakat menjalankan hasil rapat dengan penuh tanggung jawab. Lingkungan hunian yang aman, nyaman, dan layak bukan sekadar target pembangunan, tapi kebutuhan dasar. Ketika pemerintah, pengembang, dan warga bergerak seirama, peluang keberhasilan jauh lebih besar, nah’ itu sudah, Cess!

Pemkot Balikpapan bersama pengelola GPA dan Daun Village menyepakati solusi nyata penanganan banjir melalui kolam retensi dan saluran penghubung drainase. Komitmen bersama ini diharapkan memberi rasa aman bagi warga.

Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham arah penyelesaiannya, Cess!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!' Satya

FAQ

  1. Di mana rapat koordinasi penanganan banjir ini dilaksanakan?
    Rapat digelar di VIP Room Balai Kota Balikpapan pada 16 Desember 2025.

  2. Apa solusi utama yang disepakati dalam rapat tersebut?
    Pembangunan kolam retensi di area GPA dan pembukaan saluran penghubung ke drainase kota.

  3. Apakah warga diminta terlibat dalam proses lanjutan?
    Warga diimbau aktif berkomunikasi dan mendukung proses penyelesaian yang sedang berjalan.

DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

Rapat koordinasi Pemkot Balikpapan bersama pengelola GPA dan Daun Village membahas solusi banjir perumahan.
Rapat koordinasi Pemkot Balikpapan bersama pengelola GPA dan Daun Village membahas solusi banjir perumahan.

Editor : Arya Kusuma
#Daun Village #Wakil Wali Kota Bagus Susetyo #pemkot balikpapan