Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Disdag Samarinda Pastikan Stok Aman, Harga Cabai dan Bawang Jadi Sorotan Jelang Nataru

AdminBTV • Kamis, 18 Desember 2025 | 09:50 WIB

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Balikpapan TV - Hai Cess! Harga cabai dan bawang di Samarinda sedang naik daun menjelang Natal dan Tahun Baru. Angkanya sempat mendekati Rp 100 ribu per kilogram, bikin sebagian bubuhan otomatis mikir dua kali sebelum belanja. Tapi di balik angka yang bikin dahi berkerut itu, Dinas Perdagangan Kota Samarinda memastikan satu hal penting: stok bahan pokok masih aman, terkendali, dan terus diawasi secara ketat. Pasar rakyat, gudang distributor, sampai jalur distribusi jadi perhatian utama agar kebutuhan warga tetap terpenuhi.

Naiknya harga ini terjadi di ruang-ruang yang akrab dengan keseharian warga. Dari pasar tradisional yang riuh sejak pagi, lapak cabai merah yang menyala warnanya, sampai bawang yang jadi bumbu wajib di dapur rumah. Orang-orang di balik layar, mulai dari petugas survei pasar sampai Tim Pengendalian Inflasi Daerah, bergerak rutin setiap hari. Ikam yang penasaran bagaimana cara pemerintah menjaga stok tetap aman di tengah lonjakan harga, baca terus sampai akhir Cess!.

Mengapa harga cabai dan bawang bisa melonjak jelang Nataru?

Kenaikan harga cabai dan bawang menjelang Natal dan Tahun Baru dipicu oleh dua faktor utama yang saling berkaitan. Permintaan meningkat seiring aktivitas memasak warga yang lebih intens, sementara pasokan dari sejumlah daerah penghasil mengalami gangguan akibat faktor cuaca. Situasi ini membuat keseimbangan pasar sedikit bergeser, harga pun ikut terdorong naik.

Kepala Disdag Samarinda, Nurrahmani, menjelaskan bahwa kondisi tersebut masih dalam batas kewajaran. Lonjakan permintaan adalah pola musiman yang hampir selalu muncul menjelang Nataru. Ketika pasokan tidak datang secepat biasanya, harga merespons lebih dulu. Nah’ itu sudah, hukum pasar bekerja apa adanya.

Meski begitu, Disdag tidak tinggal diam. Koordinasi dengan distributor terus dilakukan untuk memastikan pasokan tetap mengalir. Dengan langkah ini, kenaikan harga diharapkan tidak berlarut-larut dan tetap bisa dikendalikan dalam rentang yang dapat diterima masyarakat.

Baca Juga: Aliran Rp3 Miliar dan Enam Izin Tambang! Rita Widyasari Disebut di Ruang Sidang, Benarkah Ada Perantara dalam Pemberian Uang Izin Tambang?

Bagaimana Disdag Samarinda memantau harga bahan pokok setiap hari?

Pemantauan harga dilakukan secara rutin dan menyeluruh. Setiap hari, petugas survei turun langsung ke seluruh pasar di Samarinda. Mereka mencatat pergerakan harga cabai, bawang, dan komoditas penting lainnya. Data lapangan ini bukan sekadar angka, tapi jadi dasar pengambilan keputusan.

“Setiap hari ada petugas survei yang memantau harga di semua pasar, lalu hasilnya kami bahas bersama TPID,” kata Nurrahmani, Selasa (16/12/2025). Dari pembahasan itulah langkah antisipasi disusun, disesuaikan dengan kondisi terbaru di lapangan.

Dengan sistem ini, Disdag bisa cepat membaca tanda-tanda lonjakan yang tidak wajar. Jika ada indikasi masalah distribusi atau harga yang terlalu tinggi, koordinasi lintas instansi langsung dilakukan. Ikam pasti pahamlah, langkah cepat lebih baik daripada menunggu masalah membesar.

Apa peran penjualan bahan pokok di Car Free Day Samarinda?

Salah satu langkah konkret Disdag adalah menghadirkan penjualan bahan pokok dengan harga terbaik melalui kegiatan Car Free Day. Skema ini berbeda dengan operasi pasar karena tidak menggunakan subsidi. Harga yang diberikan ke masyarakat sama dengan harga beli dari pedagang.

“Kemarin kami hadir di CFD menjual bawang dan cabai dengan harga paling baik. Kalau kami dapat dari pedagang di harga Rp 50 ribu, kami berikan ke masyarakat juga Rp 50 ribu,” ujar Nurrahmani. Transparan dan apa adanya, tanpa tambahan margin.

Langkah ini memberi dua dampak sekaligus. Masyarakat mendapat harga lebih terjangkau, sementara pasar tetap berjalan normal tanpa distorsi. Tips singkat buat bubuhan ikam, manfaatkan momen seperti CFD untuk belanja kebutuhan dapur dengan harga lebih stabil, pahamlah.

Apakah stok LPG 3 kilogram juga aman selama Nataru?

Selain bahan pokok, perhatian Disdag juga tertuju pada LPG 3 kilogram. Komoditas ini krusial bagi rumah tangga penerima manfaat. Disdag menegaskan bahwa kuota LPG untuk masyarakat miskin tidak boleh berkurang dalam kondisi apa pun.

“Yang kami jaga, jatah LPG untuk masyarakat miskin tidak boleh berkurang, kapan pun dan dalam kondisi apa pun,” tegas Nurrahmani. Pengawasan distribusi dilakukan bersama Pertamina untuk memastikan pasokan tetap lancar.

Hingga saat ini, belum ada laporan penimbunan bahan pokok maupun LPG. Tim pengawasan tetap siaga menindaklanjuti aduan masyarakat. Jadi, ikam bisa lebih tenang menyambut Nataru tanpa khawatir kehabisan kebutuhan penting.

Harga cabai dan bawang di Samarinda memang naik jelang Nataru, dipicu permintaan tinggi dan faktor cuaca. Namun, Disdag Samarinda memastikan stok bahan pokok dan LPG 3 kilogram tetap aman melalui pemantauan harian, koordinasi dengan distributor, serta penjualan harga terbaik di CFD. Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya banyak yang semakin paham kondisi pasar jelang akhir tahun.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!' Satya

FAQ
Apakah kenaikan harga cabai dan bawang masih dianggap wajar?
Ya, Disdag menilai kenaikan masih dalam tahap kewajaran dan terus dipantau.

Di mana masyarakat bisa mendapatkan harga cabai dan bawang yang lebih stabil?
Salah satunya melalui penjualan bahan pokok di kegiatan Car Free Day Samarinda.

Apakah ada laporan penimbunan LPG 3 kilogram?
Hingga kini, Disdag belum menerima laporan penimbunan dan pengawasan terus dilakukan.

DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

Kepala Disdag Samarinda Nurrahmani saat memastikan stok dan harga bahan pokok tetap terkendali jelang Nataru.
Kepala Disdag Samarinda Nurrahmani saat memastikan stok dan harga bahan pokok tetap terkendali jelang Nataru.

Editor : Arya Kusuma
#cabai dan bawang #LPG 3 kilogram #Disdag Samarinda