Balikpapan TV - Hai Cess! Pelabuhan Semayang, Balikpapan, pagi hingga malam hari terasa hidup. Dermaga panjang, area parkir kendaraan, deru mesin kapal Ro-Ro, semuanya bergerak serempak. Di tempat inilah kinerja operasional terminal kendaraan di bawah Subholding Pelindo Multi Terminal melalui PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk atau IPCC mencatat peningkatan yang nyata sepanjang Januari hingga November 2025. Angkanya berbicara jelas, aktivitas bongkar muat kendaraan dan barang menunjukkan tren naik yang konsisten, dari roda dua sampai alat berat.
Cerita di balik angka ini menarik untuk disimak sampai tuntas Cess!. Bukan sekadar statistik, tapi gambaran denyut logistik Balikpapan yang terus berdenyut. Dari kapal yang sandar lebih dari 80 unit per bulan, hingga area pelabuhan yang semakin padat oleh kendaraan dan alat berat, semua memberi sinyal bahwa Pelabuhan Semayang punya peran krusial dalam arus barang dan mobilitas di Kalimantan Timur.
Bagaimana kinerja bongkar muat kendaraan di Pelabuhan Semayang sepanjang 2025?
Kinerja bongkar muat kendaraan di Terminal Satelit Semayang selama Januari hingga November 2025 menunjukkan lonjakan yang solid. Berdasarkan data IPCC, produktivitas kendaraan roda empat mencapai 97.458 unit. Dari jumlah tersebut, 64.916 unit tercatat sebagai aktivitas bongkar dan muat. Angka ini menggambarkan intensitas pergerakan kendaraan yang nyaris tanpa jeda, seiring meningkatnya kebutuhan distribusi dan mobilitas.
Untuk kendaraan roda dua, total volumenya juga signifikan, mencapai 22.276 unit. Rinciannya, 11.970 unit dibongkar dan 10.306 unit dimuat. Aktivitas ini menandakan bahwa pelabuhan tidak hanya melayani kendaraan pribadi skala besar, tetapi juga sepeda motor yang menjadi moda favorit bubuhan di banyak daerah.
Sementara itu, aktivitas bongkar muat truk dan bus mencapai 50.673 unit, terdiri dari 26.777 unit bongkar dan 23.896 unit muat. Angka-angka ini mempertegas posisi Pelabuhan Semayang sebagai simpul penting distribusi kendaraan lintas wilayah, nah’ itu sudah, ritmenya padat dan berkelanjutan.
Baca Juga: Menyelami Game Distopia Futuristik Tides of Tomorrow Lewat Aksi Sinematik dan Narasi Kuat
Seberapa padat arus kapal Ro-Ro yang bersandar di Pelabuhan Semayang?
Setiap bulan, Pelabuhan Semayang menerima rata-rata lebih dari 80 kapal yang sandar. Informasi ini disampaikan langsung oleh Staf Operasi IKT Semayang Balikpapan, Ahmad Efendi. Dari total tersebut, sekitar 60 hingga 70 kapal merupakan kapal penumpang Ro-Ro, sementara 15 sampai 17 kapal lainnya khusus mengangkut kendaraan dan alat berat.
Dalam keterangannya saat ditemui di Pelabuhan Semayang pada Senin, 16 Desember, Efendi menjelaskan bahwa satu kapal Ro-Ro rata-rata membawa 200 sampai 300 unit mobil. Jika digabung dengan alat berat, total muatan per kapal bisa mencapai sekitar 400 unit. Bayangkan saja, dalam satu kali sandar, ratusan kendaraan langsung bergerak masuk dan keluar area pelabuhan, pahamlah ikam betapa sibuknya situasi di lapangan.
Dengan volume kapal dan muatan sebesar itu, pengaturan waktu dan ruang menjadi kunci. Setiap kapal membutuhkan koordinasi rapi agar aktivitas bongkar muat tetap lancar dan aman bagi semua pihak.
Berapa lama proses bongkar muat dan bagaimana kapasitas area pelabuhan?
Proses bongkar muat kendaraan jenis mobil di Pelabuhan Semayang memakan waktu sekitar 10 hingga 12 jam per kapal. Waktu layanan ini dinilai cukup efisien mengingat jumlah unit yang ditangani dalam satu siklus operasional. Aktivitas berlangsung hampir tanpa henti, mengikuti jadwal sandar kapal yang padat.
Saat ini, kapasitas area akumulasi kendaraan di Pelabuhan Semayang mampu menampung sekitar 300 unit mobil. Kapasitas ini masih berjalan optimal, namun tantangan mulai terasa ketika arus kendaraan dan alat berat datang bersamaan. Kondisi ini membuat pengelolaan ruang menjadi krusial agar tidak terjadi penumpukan yang mengganggu kelancaran operasional.
Efendi berharap ke depan ada penambahan buffer area atau zona penyangga untuk parkir dan akumulasi kendaraan. Harapan ini muncul seiring meningkatnya volume bongkar muat. Logikanya sederhana, ruang yang cukup akan memberi napas bagi operasional pelabuhan yang makin sibuk.
Apa harapan pengembangan Pelabuhan Semayang ke depan?
Selain penambahan buffer area, Efendi juga menilai perlu adanya perpanjangan dermaga. Saat ini, panjang dermaga Pelabuhan Semayang sekitar 490 meter. Dengan kondisi tersebut, pelabuhan masih memiliki keterbatasan dalam melayani lebih banyak kapal Ro-Ro secara bersamaan.
Menurutnya, perpanjangan dermaga akan membuka peluang pelayanan yang lebih optimal. Lebih banyak kapal bisa sandar dalam waktu yang sama, sehingga arus bongkar muat tidak saling menunggu. Ini menjadi langkah penting agar pelabuhan mampu mengimbangi peningkatan aktivitas yang terus terjadi.
“Harapannya kapasitas buffer area ditambah dan dermaga diperpanjang supaya bisa melayani lebih banyak kapal secara bersamaan seiring meningkatnya operasional,” ujar Efendi. Dari sini terlihat jelas, pengembangan infrastruktur menjadi kunci agar Pelabuhan Semayang tetap adaptif dan responsif terhadap kebutuhan logistik yang berkembang.
Kinerja operasional IPCC di Pelabuhan Semayang Balikpapan sepanjang Januari hingga November 2025 menunjukkan peningkatan signifikan pada bongkar muat kendaraan, alat berat, dan kargo umum. Arus kapal Ro-Ro yang padat, waktu layanan yang terjaga, serta kebutuhan penambahan buffer area dan perpanjangan dermaga menjadi catatan penting.
Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham geliat pelabuhan kebanggaan kota ini Cess!.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!' Satya
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.